Views: 15
Solidernews.com – CBM Global Indonesia menggelar sesi penguatan kapasitas bertema safeguarding (red_budaya perlindungan agar semua orang merasa nyaman dan dapat berkembang secara optimal) secara daring pada Kamis, 2 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh belasan peserta difabel dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari rangkaian menuju Pelatihan Fasilitator Inklusi yang akan berlangsung pada 13–17 Oktober mendatang.
Para peserta merupakan calon fasilitator yang telah lolos proses seleksi administrasi dan wawancara. Dalam sesi ini, mereka dibekali pemahaman tentang prinsip-prinsip perlindungan, cara mengenali potensi risiko, serta langkah pencegahan terhadap berbagai tindakan yang dapat mengganggu rasa aman dan nyaman dalam kegiatan bersama.
“CBM Global mengutamakan keselamatan dan kenyamanan dalam setiap program yang kami jalankan. Dalam hal safeguarding, kami menerapkan prinsip zero tolerance (red_nol toleransi) terhadap segala bentuk pelanggaran,” ujar Delfi Aruan, fasilitator kegiatan.
Diskusi berlangsung aktif dan terbuka. Beberapa peserta menyampaikan pandangan pribadi mengenai pentingnya menciptakan ruang yang aman dan setara, khususnya dalam program yang melibatkan kelompok rentan seperti difabel.
“Kita perlu menyadari bahwa menciptakan rasa aman adalah tanggung jawab bersama. Ini bukan hanya agar kita merasa terlindungi, tetapi juga agar kita tidak menjadi orang yang mengancam kenyamanan orang lain,” ungkap salah satu peserta.
CBM Global Indonesia menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai inklusivitas dan perlindungan. Sesi safeguarding ini diharapkan menjadi landasan awal bagi para calon fasilitator untuk membangun lingkungan kegiatan yang aman, setara, dan saling menghargai dalam setiap interaksi ke depan.[]
Reporter: Nabila
Editor : Ajiwan





