Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Suasana audiensi

Yayasan PerDIK dan DPD Pertuni Sulsel Jajaki Kerja Sama dengan Unismuh Makassar untuk Penguatan Pendidikan Inklusi

Views: 41

Solidernews.com – Yayasan Pergerakan Difabel Indonesia Untuk Kesetaraan (PerDIK) bersama Dewan Pengurus Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia (DPD Pertuni) Sulawesi Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada Jumat (7/11).

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara organisasi difabel dan lembaga pendidikan tinggi, dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif di kampus.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Ishak, penanggung jawab Divisi Pendidikan Inklusi Unismuh Makassar. Dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, kedua pihak berdiskusi mengenai tantangan serta peluang pengembangan sistem pendidikan yang lebih ramah bagi difabel di lingkungan kampus.

“Kami sangat senang dengan kunjungan dari teman-teman. Inilah yang kami harapkan sebenarnya sejak lama, ada kolaborasi dan masukan dari komunitas difabel kepada kami. Karena jujur, kami ini baru — lembaga ini baru dibentuk oleh pimpinan universitas, jadi masih banyak yang perlu kami pelajari. Meskipun secara praktik, Unismuh sejak tahun 1990-an sudah melayani mahasiswa difabel yang belajar di sini,” ujar Ishak dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Ishak juga menyampaikan rencananya untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan agenda yang lebih formal bersama pimpinan universitas.

“Saya mengajak adik-adik untuk datang di tanggal 29 November untuk bertemu langsung dengan pimpinan. Akan saya usahakan untuk menjadwalkan pertemuan ini. Lebih enak dan lebih nyampe sepertinya kalau adik-adik yang langsung menjelaskan hal ini kepada pimpinan,” tambahnya.

Sementara itu, Daeng Maliq yang hadir mewakili Yayasan PerDIK Sulsel menyampaikan harapannya agar kerja sama yang akan dibangun benar-benar berlandaskan prinsip partisipatif sebagaimana diatur dalam Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD).

Simak juga ..  Neuro Diversity: Memperjuangkan Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Semua Orang

“Kami harap Unismuh menerapkan prinsip yang sangat dijaga dalam konvensi hak difabel, yaitu nothing about us without us (red_tidak ada tentang kita tanpa kehadiran kita), dalam perancangan dan pelaksanaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) nantinya,” ujar Daeng Maliq.

Dalam kesempatan itu,  perwakilan dari Yayasan PerDIK dan DPD Pertuni Sulsel juga menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Unismuh Makassar untuk bekerja sama. Kedua organisasi menilai bahwa langkah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kampus terhadap pemenuhan hak-hak pendidikan bagi difabel. Tetapi juga tetap menyampaikan sejumlah permasalahan yang kerab dihadapi mahasiswa difabel saat berkuliah di Unismuh.

Pertemuan perdana ini menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembicaraan yang lebih intensif dengan pimpinan universitas, fakultas, dan program studi. Agenda lanjutan tersebut akan difokuskan pada perancangan bentuk, struktur, serta model kerja sama yang konkret dalam peningkatan layanan dan akses pendidikan inklusif di Unismuh Makassar.[]

 

Reporter: Nabila

Editor      : Ajiwan

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content