Views: 23
Solidernews.com – YAKKUM Emergency Unit (YEU) menggelar lokakarya ketangguhan inklusif sebagai inovasi dan peran masyarakat Merapi untuk pengungsian yang aksesibel. YEU telah bekerjasama dengan komunitas lokal dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong praktik baik terkait ketangguhan yang berbasis masyarakat dengan mengutamakan prinsip inklusifitas.
Lokakarya tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Februari 2025, pukul 8.30 pagi hingga selesai di Disaster Oasis Training Center, Jalan Kaliurang No Km 21, Purworejo, Hargobinangun, Kabupaten Sleman, DIY.
Acara lokakarya mengundang perwakilan lintas stakeholder, diantaranya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, dan BPBD Kabupaten Sleman, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, dan Bapperida Kabupaten Sleman, Dinas Sosial DIY, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) DIY, FORUM PRB Kabupaten Sleman, hingga jajaran Pakanewon Cangkring, Pakem, Turi, dan Kalurahan Girikerto, Glagaharjo, Hargobinangun, Kepuharjo, Umbulharjo, Puwobinangun, Wonokerto. Direktur RedR, Yayasan Sheep Indonesia, serta awak media.
Jessica Novia dari YEU menyampaikan, lokakarya yang digelar untuk mengenalkan dan mendokumentasikan praktik baik pada stakeholder mengenai solusi inklusif masyarakat dan inovator dalam program Ideaksi, sehingga dapat menjadi referensi bagi inisiatif serupa.
“Kita akan berdialog tentang apa yang akan kita lakukan untuk mendukung agar evakuasi dan pengungsiam Merapi lebih aksesibel, inklusi,” ucapnya.
YEU dengan program Ideaksi dan kelompok masyarakat di Lingkar Merapi telah mengembangkan berbagai inovasi, termasuk audit aksesibilitas di tempat pengungsian, pengembangan sistem peringatan dini yang ramah bagi difabel, pendataan difabel oleh kelompok Disabilitas Kalurahan, serta strategi berbasis komunitas untuk memastikan partisipasi aktif kelompok berisiko dalam perencanaan kontinjensi Merapi.
Lokakarya ketangguhan inklusif juga menjadi momentum peluncuran buku bertajuk ‘Panduan praktis penilaian aksesibilitas di fasilitas umum untuk tempat penanggulangan bencana,’ yang mengupas tentang tujuan, sasaran, ruang lingkup, dasar hukum pembuatan buku, prinsip aksesibilitas, dan panduan tentang penilaian aksesibilitas.[]
Reporter: Sri Hartanty
Editor : Ajiwan




