Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Upayakan Akses Literasi Difabel Netra, Organisasi AKSESable Sosialisasikan Audiobilitas

Solidernews.com, Yogyakarta—Organisasi AKSESable merupakan sebuah wadah yang resmi berdiri pada 30 Mei 2024. AKSESable ini tentunya memiliki visi misi yang mulia untuk mengangkat kualitas difabel, khususnya difabel netra. Dalam hal ini, AKSESable membuat sebuah proyek yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi, kontribusi, dan peningkatan kualitas literasi difabel netra dengan Audiobilitas yang hasilnya adalah sebuah audio book.

 

Menanggapi persoalan literasi bagi difabel netra di Yogyakarta, Allan dan Amiruddin selaku pendiri AKSESaBle melalui semangat juang organisasi ini, akhirnya memutuskan untuk meningkatkan kualitas literasi bagi difabel netra. Hal ini di wujudkan dengan peresmian sekaligus sosialisasi yang bertajuk “Soft-Launching dan Sosialisasi Audiobilitas” di Kopi Egalita, Yogyakarta. Pada Selasa, 25 Juni 2024, pukul 15.00 sd 17.00 WIB.

 

Gagasan membuat audio book ini, didasari oleh diskusi Amiruddin dengan sahabatnya Musawir, yang kemudian berakhir bercengkrama dengan Irwan (CEO KOPI Egalita). Hasil diskusi tersebut akhirnya melahirkan sebuah keputusan untuk membuat audio book. Karena menurut pandangan Amiruddin, ketersediaan audio book yang memiliki variasi, model, dan terkategori lengkap belum ada secara maksimal di Yogyakarta. Maka dari itu, ia berkomitmen untuk meningkatkan taraf literasi difabel netra melalui buku audio.

 

Dalam project ini, Amiruddin berkerjasama dengan Irwan (penyair, penulis, sekaligus pemilik Kopi Egalita), dan rekannya yaitu Allan dari UGM. Mereka akan mengimplementasikan kepedulian literasi pada difabel netra pada penciptaan audio book. Nantinya, hasil recording buku-buku tersebut akan di sediakan wadah berupa situs/aplikasi yang mudah diakses difabel netra. Bila ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai project audiobilitas dari AKSESable, anda bisa menghubungi instagram @aksesable.

 

“mengapa saya memilih bergerak di audio book?  Hal itu Karena ketersediaanya belum maksimal di Yogyakarta, mas. Selain itu, wadah dan platform yang fleksibel, mudah diakses, dan bisa digunakan di mana pun belum tersedia. Jadi, kami ingin menggarap hal itu, guna meningkatkan literasi para difabel netra,” jelas Amiruddin selaku pendiri AKSESable, pada 24 Juni 2024 via wwawancara daring.

 

Sekilas tentang AKSESable

Berdirinya AKSESable ini tidak luput dari pengalaman dan cetusan ide dari Amiruddin dan Allan selaku Founder organisasi ini. Mulanya ide pembentukan organisasi ini, diawali oleh studi Amiruddin yang tengah menjalani beasiswa sekolah kepemmimpinan dalam program Young Leaders For Indonesia (YLI)—program intensif dari McKinsey & Company, untuk mengembangkan kepemimpinan.

 

Dalam prosesnya, studi kepemimpinan itu memberikan sebuah real project dengan penugasan individu dan tugas kelompok. Menanggapi hal itu, Amiruddin akhirnya memilih mengangkat isu difabel untuk project tugas peribadinya. Ia pun memutuskan berdiskusi dengan Musawir, Irwan (CEO Kopi Egalita) yang pada akhirnya melahirkan program sosialisasi audiobilitas. Kebetulan juga, di sekolah kepemimpinan itu Amiruddin bertemu Allan yang juga memilih isu difabel untuk tugas peribadinya. Merekapun berkerja sama, akhirnya AKSESable terlahir pada 30 Mei 2024 sebagai wujud dari kepedulian mereka terhadap difabel, sekaligus untuk menuntaskan penugasan dari Young Leaders for Indonesia.

 

AKSESabele sendiri memiliki visi dan misi untuk  memperjuangkan difabel. Sebagaimana yang diungkapkan Amiruddin:  “Berdirinya AKSESable ini  bertujuan untuk menyuarakan dan mengadvokasi aksesibilitas bagi difabel dalam hal mengakses fasilitas publik, mengikuti berbagai acara atau program pengembangan diri, serta akses dan meningkatkan pemahaman terhadap sumber daya yang dapat meningkatkan kualitas literasi difabel netra di Yogyakarta,” ungkap Amirudin.

 

Alasan mengapa akhirnya Amiruddin dan Allan mencetuskan garapan terkait audio book, itu juga karena didasari pengalaman peribadi Amiruddin yang juga seorang difabel fisik. Ia merasa perlu untuk mendukung saudara-saudara difabel lain yang tengah berjuang meraih, mempertahankan, dan mati-matian membela hak akses pada segala pelayanan yang ada di Indonesia. Maka dari itu, Amiruddin berharap kalau project pertama dari AKSESable ini bisa membantu meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kecerdasan difabel netra melalui aspek literasi.

 

Dalam acara “Soft-Launching dan Sosialisasi Audiobilitas” ini AKSESable membuat wadah berupa grup whatsapp untuk para peserta. Selain itu, Amiruddin membuka peluang untuk para difabel netra yang ingin mementaskan karyanya, salah satunya musikalisasi puisi. Jadi, bersama AKSESable, Egalita, dan difabel netra bersatu padu untuk berangkulan bersama meraih makna.[]

 

Reporter: Wachid Hamdan

Editor      : Ajiwan

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air