en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

UGM Bangun Sejumlah Pedestrian di Area Kampus; Guiding Block bagi Difabel Netra Masih Membahayakan

Solidernews.com -Yogyakarta (25/3), Sudah sebulan lebih pembangunan jalur pedestrian di kompleks Universitas Gadjah Mada  (UGM) berlangsung. Pembangunan jalur pedestrian ini merupakan bagian dari masterplan pembangunan UGM. Sebagai upaya untuk lebih menciptakan ruang bagi pejalan kaki agar nyaman dalam bermobilitas dan harapannya dapat menekan penggunaan kendaraan bermotor.

 

Dalam jalur pendestrian, guiding block memainkan peran penting untuk menunjang akses bagi difabel netra. Sebagai panduan taktis, keberadaan guiding block memberikan aksesibilitas yang diperlukan bagi mereka untuk berjalan dengan lebih aman dan mandiri.

 

Kendati begitu, tampaknya masih terdapat sejumah persoalan dalam pembangunan pedestrian di UGM. Muhammad Irsyad, mahasiswa difabel netra dari prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan angkatan 2020 mengatakan bahwa dirinya cukup kesulitan untuk mengakses pedestrian yang ada.

“Walaupun masih tahap dibangun, tapi beberapa pedestrian sudah saya coba. Benar sih, memang masih banyak yang tidak akses buat disabilitas netra,” imbuhnya

 

Ia menceritakan bahwa setelah dirinya survei ke beberapa titik seperti di selatan Fakultas Ilmu Budaya dan timur Fakultas Geografi, guiding block sengaja dibangun menabrak dengan pohon dan juga saluran sanitasi yang tidak tertutup. Alih-alih mempermudah, menurutnya hal itu justru malah akan membahayakan bagi difabel netra yang melintas.

“Nggak tahu, mungkin memang disabilitas netranya disuruh nabrak pohon dulu,” sambungnya dengan sedikit tertawa.

 

Sebagai mahasiswa UGM, Irsyad mengaku sedih dengan pembangunan pedestrian yang ada dikampusnya. Menurutnya, UGM sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia seharusnya dapat dijadikan rujukan dan gambaran ideal mengenai bagaimana lingkungan kampus yang ramah bagi difabel.

Lebih lanjut, Irsyad turut mengaku bahwa dirinya dan mahasiswa difabel UGM lainnya tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaannya. Padahal menurutnya, pelibatan dalam agenda pembangunan menjadi bagian penting dalam rangka memastikan bahwa desain jalur pedestrian yang dibuat telah sesuai dengan kebutuhan difabel.

 

Oleh karena itu, Irsyad berharap agar jalur pedestrian yang ada bisa segera diperbaiki. “Mumpung masih proses dibangun, semoga bisa cepat diperbaiki. Jangan sampai menunggu ada disabilitas netra yang jadi korban dulu baru diperbaiki,” pintanya memungkasi.[]\

 

Reporter: Bima Indra

Editor        : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air