Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Tingkatkan Strategi Perkuliahan bagi Mahasiswa Difabel melalui Academic Coaching

Solidernews.com, Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui kegiatan pembinaan akademik yang ditujukan khusus bagi mahasiswa difabel. Program yang lebih dikenal dengan Academic Coaching ini diharapkan dapat membantu mahasiswa difabel dalam merencanakan studi mereka, merancang strategi pembelajaran yang tepat, serta mencapai keberhasilan akademik yang diinginkan.

 

Selain memberikan pembinaan akademik, program ini juga berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa difabel untuk berbagi keluh kesah dan pengalaman baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pokja Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM bekerja sama dengan Laboratorium Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, serta didukung oleh British Council.

 

Acara digelar pada Senin (10/6) kemarin di Gedung Pertamina Tower FEB UGM, dengan melibatkan 10 mahasiswa difabel sebagai peserta. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari S1 hingga S3, dengan ragam difabel yang berbeda-beda, seperti difabel fisik, tuli, netra, hingga mental. Serta berasal dari berbagai fakultas.

 

Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., selaku Kepala Laboratorium Manajemen, membuka acara dengan menekankan pentingnya potensi setiap individu. “Setiap orang memiliki potensi. Coaching bukan bermaksud untuk menggurui, melainkan hanya sebatas ngobrol untuk mengarahkan agar teman-teman bisa mengidentifikasi tantangan dan solusi sesuai situasi yang dimiliki,” ujar Sari.

 

Hal itu senada dengan paparan dari Ketua Pokja ULD, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa tujuan utama dari pembinaan akademik ini adalah memberikan panduan bagi mahasiswa difabel dalam menghadapi kendala, sehingga mereka memiliki perencanaan dan target baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Saya berharap academic coaching ini dapat membantu mahasiswa agar dapat mengoptimalkan potensinya. Mahasiswa difabel UGM memiliki modal yang luar biasa, mereka mampu masuk dan berkuliah di UGM sama dengan teman-teman mahasiswa lainnya, tanpa jalur khusus, dan mereka mampu bersaing,” ujar Wuri.

 

Aida Mujtahida, mahasiswa difabel fisik dari Magister Hubungan Internasional, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan akademik seperti ini sangat membantunya dalam perencanaan karir ke depan. “Supaya tidak bingung lagi, setelah kuliah akan lanjut S2 atau bekerja,” tutur Aida.

 

Sementara itu, menurut Fajar Rasyid Ariandhika, mahasiswa difabel tuli dari Teknik Fisika, menambahkan bahwa pembinaan akademik ini sangat bermanfaat dalam merencanakan strategi akademik ke depan.

“Semakin tahun persaingan mencari pekerjaan semakin ketat dan sengit. Oleh karena itu, sebagai difabel, saya harus lebih siap menghadapi tantangan yang ada. Saya sangat berterima kasih kepada pihak kampus yang telah melakukan pendampingan dan berupaya memfasilitasi selama masa perkuliahan,” pungkasnya.

 

Dengan adanya program pembinaan akademik ini, diharapkan mahasiswa difabel UGM dapat lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik dan karir di masa depan, serta mampu mengoptimalkan potensi yang mereka miliki.[]

 

Reporter: Bima Indra

Editor     : Ajiwan Arief

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air