Views: 25
Solidernews.com – Tim Nasional Sepakbola Amputasi Indonesia menjadi juara kedua di ajang kejuaraan piala sepak bola tingkat Asia yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 12 Februari 2025 di Dhaka, Bangladesh. Kejuaraan tersebut diikuti oleh enam negara yaitu Bangladesh, Indonesia, Irak, Iran, Nepal dan Uzbekistan.
Timnas Indonesia lolos menuju final setelah tumbangkan Nepal dengan mencetak gol 9-0 pada Selasa (11/2). Indonesia bertemu Uzbekistan di Bashundhara Kings Arena pada final yang digelar Rabu (12/2) dan kalah dengan gol 0-6.
Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) turut memberi catatan, posisi runner-up piala Asia di turnamen perdana ini merupakan hasil yang melampaui target, yang hanya mengincar masuk di posisi tiga besar saja. Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia telah membuktikan menjadi salah satu tim terbaik di Asia, dan mereka berhak mendapatkan apresiasi atas semangat juang yang gigih.
“Walau gagal juara satu, capaian ini sangat membanggakan karena melebihi yang ditargetkan PSAI. Kami siapkan 13 pemain dengan target di posisi tiga besar,” ungkap Yudhi Yahya Ketua Umum PSAI.
Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) atau Indonesia Amputee Football Association (INAF), menjadi tempat bernaung Timnas Amputasi Indonesia, mereka juga mendapatkan dukungan totalitas dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indnesia (PSSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Dukungan tersebut bertujuan agar Sepakbola Amputasi di Indonesia bisa maju dan berkembang, sehingga atlet sepakbola difabel mampu merah prestasi hingga tingkat internasional.
Sepakbola Amputasi merupakan jenis olahraga sepakbola yang pemainnya atlet dengan amputasi pada salah satu kaki untuk pemain lapangan, dan amputasi pada salah satu tangan untuk penjaga gawang. Olahraga ini memiliki aturan khusus yang disesuaikan dengan kondisi pemainnya, dan berada di bawah aturan Word Amputee Football Federation (WAFF).
Piala Asia Sepakbola Amputasi musim ini sebelumnya akan berlangsung di India akhir tahun 2024. Namun, India belum siap menjadi tuan rumah sehingga terjadi perubahan jadwal pelaksaan di Februari 2025.[]
Reporter: Sri Hartanty
Editor : Ajiwan




