en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Terwujudnya Ekonomi Inklusif adalah Perwujudan Martabat bagi Masyarakat Difabel

Solidernews.com, Yogyakarta, ANGKA inflasi dan kenaikan kebutuhan rakyat, menjadi perhatian serius APRINDO Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) itu, bekerja sama dengan Polda DIY, mewujudkan dukungan kepada komunitas difabel.

 

Berupaya bersama mendukung penguatan ekonomi, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersinergi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bertepatan dengan bulan ramadhan, Selasa (2/3) lembaga negara dan swasta tersebut membagikan berbagai kebutuhan bagi 150 difabel. Satu kegiatan yang pernah dilakukan Polri, namun yang pertama kali bagi Aprindo mendukung masyarakat difabel. Demikian pengakuan Henky Sampatti Huang, Wakil Aprindo DIY.

 

Kegiatan kolaborasi antara Kepolisian Daerah (Polda) DIY dan Aprindo DIY itu, dimaksudkan untuk membangun sinergi antara Polri dengan asosiasi yang ada di wilayah Yogyakarta. Demikian yang disampaikan Direktur Intelkam (Dirintelkam) Polda DIY Kombes Pol. Benny Pramono, SIK., MM., dalam sambutannya. Kegiatan diwujudkan dalam program berbagi untuk masyarakat. Menyasar pada dua komunitas difabel, Sahabat Difa dari Imogiri Bantul dan Difa Bike, driver ojek online roda tiga, yang bermarkas di Sidoluhur, Godean, Sleman.

 

Kombes Pol. Benny Pramono juga menegaskan, keberadaan Aprindo DIY memiliki peran penting dalam menjaga keamanan distribusi barang dan stabilisasi harga, khususnya yang rentan akan fluktuasi harga.

 

Ciptakan nilai

Mensikapi hal tersebut, Henky Sampatti Huang mengatakan. “Tahap pertama atau pengenalan ini, kami dibantu Polda DIY. Ke depan akan bekerja sama membangun ekonomi, sebagaimana visi misi Aprindo. Kalau untuk difabel, pertama kali. Kami ingin melakukan pembinaan difabel, sehingga mereka bisa berwirausaha sendiri, tidak bergantung. Tepat dengan visi misi Aprindo, yaitu membangun ekonomi masyarakat Jogja,” ujar Hengky yang juga CEO Qhome Mart itu.

 

Terkait ekonomi inklusif, menurut Hengky, hal tersebut sangat menarik. “Mereka (difabel), kalau bisa kita unggah semangat dan pemikirannya. Saya melihat, mereka bisa lebih fokus dan positif dibanding, nondifabel. Hanya saja, selama ini mereka belum diolah (dilatih) secara optimal. Cara ini, menjadi satu tempat mendorong masyarakat difabel mandiri dan lebih all out,” sambungnya.

 

Ketika berbicara infrastruktur, Hengky mencatat, belum semua dapat diakses masyarakat difabel. Dipahami atau tidak, kata dia, kemandirian difabel sejatinya bisa dicapai dengan berbagai cara. Tak seharusnya stag atau terhenti karena terhambat persoalan aksesibilitas atau mobilitas. Di era digital kali ini, difabel bisa bekerja dari rumah. Mereka bisa menggunakan secara optimal suaranya. Sebagai marketting service (telemarketting), sebagai contoh. Atau usaha kuliner, yang bisa jadi belum menjamah komunitas ini.

 

Untuk itu, Aprindo akan memberikan dukungan kepada komunitas difabel, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan difabel. Tak harus memaksa teman-teman difabel bertahan hidup melalui usaha, yang banyak membutuhkan energi keluar rumah. Sehingga akan berhadapan dengan masalah akses infrastruktur yang belum semuanya dapat diakses.

 

Aprindo akan memberikan pelatihan, menyesuaikan dengan potensi dan tuntutan pasar. Terkait bentuk pelatihan, Hengky mengakatakan, lagi-lagi harus dilihat lagi kebutuhan teman difabel yang beragam. Apa yang bisa diolah bersama-sama melalui dialog, pada masa datang.

 

“Kita lihat kemampuan apa yang bisa dikerjasamakan. Sehingga, difabel juga semakin baik. Karena ini merupakan pertemuan pertama antara Aprindo dengan teman-teman difabel. Yang pasti, memajukan ekonomi masyarakat adalah komitmen Aprindo, merupakan visi misi Aprindo Jogja,” tandasnya.

 

Semangat itu penting. Orang kalau tidak punya semangat, malah bisa konslet. “Aprindo ingin menggugah semangat. Bahwa kalian bisa loh. Doing something, goals, sehingga kuat bagi DIY. Jangan merasa tidak bisa apa-apa. No! Semua orang harus punya target. Kalian adalah para pejuang,” pungkas laki-laki pemilik usaha Qhome Mart itu.

 

Sedang Kepala Bidang Ekonomi Polda DIY Dwi Prasetya menyampaikan, bahwa memberi pelatihan kepada umum dan difabel pernah dilakukan Polda DIY. Tujuannya, agar mereka tetap sanggup berkreasi dan berkarya. Yang lebih esensial, mereka dapat memenuhi permintaan pasar, ketika masyarakat luas membutuhkan.

 

“Ketika mereka (difabel) punya kemampuan dan kualifikasi, mereka akan nampak di masyarakat. Value atau nilai ini, menjadi hal penting,” terang Dwi.

 

Sinergis dan sustain

Sulistyo dari Sahabat Difa mengatakan, kegiatan tersebut bisa menjadi wadah bagi difabel belajar mandiri dan berkarya. Imogiri, kata dia, terdiri dari delapan kelurahan, dengan jumlah difabel mencapai 600-an orang.

 

Tak lupa, dirinya berterima kasih atas bingkisan lebaran. Difabel Imogiri minim mobilitas, karena tidak semua memiliki kendaraan bermotor. Keterbatasan medan, malu keluar rumah (khusus korban kecelakaan).

 

Harapannya, sinergi tersebut bisa berlanjut. Sehingga Usaha Kecil Menengah (UKM) Kapanewon Imogiri bisa berkembang.

 

Sedang pendiri Difa Bike Triyono, mengatakan butuh sistem yang sinergis dan sustain. Yakni sebuah sistem yang membantu difabel mendapatkan pekerjaan. Difabel yang memiliki pekerjaan, akan memiliki identitas dalam hidup.” Tegas Triyono.

 

Bagaimana pun, kami para difabel adalah masyarakat rentan. Ketika kepolisian menjadi bagian dari kami, kepercayaan diri kami bertambah. Mengapa difabel bermasalah dengan ekonomi? Karena selama ini tidak ada supporting. Untuk itu, janganlah kami dilepas, tapi beri kami kegiatan yang berkesinambungan.

 

Aprindo, dalam hal ini bisa menjadi circle dalam menciptakan sistem ekonomi inklusi, ujar Triyono. Ekonomi yang tidak membedakan satu dengan lainnya. Sehingga diskriminasi terhadap minoritas berkurang. Difabel menjadi masyarakat mandiri. Bukan dipandang sebagai penyandang masalah sosial.[]

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor     : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air