en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Tantangan Hidup Individu Autistik Level 1

Solidernews.com – Individu autistic level 1 atau yang dulu disebut dengan nama gangguan Asperger adalah individu autistic yang menunjukkan gejala yang dianggap lebih ringan secara ilmu medis dibandingkan individu autistik level 2 dan level 3. Namun bukan berarti individu autistic level 1 sama sekali tidak menemui tantangan dalam hidupnya. Pada tulisan ini, penulis akan menjabarkan tantangan tantangan yang mungkin saja terjadi pada individu autistic level 1 dengan menggabungkan antara pengetahuan yang penulis miliki, pengalaman yang penulis alami sebagai individu autistic dan berdasarkan cerita dari teman penulis yang juga autistic dengan level yang sama.

 

Perbedaan Sensori

Individu Autistik level 1 memiliki kondisi sensori yang berbeda-beda. Ada yang memiliki sensitifitas sensori yang rendah atau yang disebut hypo-reactivity. Namun ada juga yang memiliki sensitivitas sensori yang tinggi atau yang disebut dengan hyper-reactivity. Berdasarkan cerita yang sering penulis dengar dari para individu autistik, kebanyakan yang lebih sering memiliki kesulitan dalam kehidupan sehari-hari yang diakibatkan karena perbedaan sensori yang dimiliki adalah individu yang hyperactivity. Kesulitan yang mereka alami bermacam-macam. Ada yang memiliki pendengaran yang sensitive karena suara kecil saja bisa sangat berisik untuk individu tersebut. Ada juga yang memiliki mata yang sensitive sehingga cahaya yang dianggap biasa saja untuk individu nondifabel menjadi sangat terik untuk individu tersebut. Ada yang kesulitannya dalam bentuk memilih makanan karena tekstur makanan yang tidak enak bagi lidah individu tersebut. Ada juga yang kesulitan untuk disentuh karena memiliki indra yang sensitif. Ada juga yang dalam bentuk penciuman sehingga individu tersebut kesulitan untuk datang ke tempat dengan wewangian atau bebauan tertentu.

 

Keanehan dalam hal cara berinteraksi dengan orang lain

Individu Autistik level 1 sebenarnya juga menghadapi tantangan dalam hal berinteraksi dengan orang lain. Namun kesulitan-kesulitan yang dialami individu level 1 tidak tampak seperti menampakkan kesulitan berinteraksi di mata orang nondifabel. Oleh karena itu, kesulitan berinteraksi yang dialami individu autistk level 1 lebih sering diartikan sebagai keanehan atau cara yang aneh dalam berinteraksi. Adapun keanehan cara berinteraksi yang mungkin dilakukan individu autistic level 1 yaitu perkenalkan diri yang terlalu panjang atau terlalu pendek, menceritakan tentang minat khusus yang disukai tanpa melihat situasi mengenai apakah pendengarnya antusias atau tidak terhadap minat khusus tersebut, kesulitan dalam menentukan waktu yang tepat untuk menyanggah pembicaraan orang lain atau seringkali menyanggah pembicaraan orang lain di waktu yang kurang tepat, menggunakan nada yang terlalu tinggi atau terlalu rendah saat berbicara dengan orang lain.

 

Rentan terkena gangguan psikososial

Individu autistik level 1 rentan juga mengalami gangguan psikososial dibandingkan individu non difabel. Diantara banyaknya gangguan psikososial yang ada, gangguan kecemasan dan gangguan depresi adalah gangguan psikososial yang paling sering dialami individu autistik. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa individu autistic mengalami gangguan psikososial lain selain yang penulis sebutkan. Contoh gangguan lain yang mungkin menyertai individu autistic yaitu gangguan kepribadian ambang, gangguan bipolar dan gangguan gangguan lainnya.

 

Tantangan dalam hal fungsi eksekutif

Fungsi eksekutif adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan seseorang dalam hal  mengatur dan merencanakan kehidupan mereka. Contoh dari hal ini yaitu membuat dan tetap menjalankan sebuah rencana kegiatan dari awal hingga akhir atau dengan mengikuti projek yang sudah terstruktur yang berlangsung dalam waktu jangka Panjang. Banyak juga individu autistic level 1 yang kesulitan untuk melakukan perubahan perubahan yang kecil diluar rencana yang perlu untuk dilakukan karena sebagian individu autistic sangat mudah terganggu dengan perubahan perubahan rencana sekalipun perubahan yang dilakukan skalanya kecil.

 

Tantangan dalam meregulasi emosi

Ada sebagian individu autistic level 1 yang merespon secara berlebihan hal hal yang orang lain anggap biasa biasa saja. Hal ini seringkali terjadi pada saat adanya perubahan  kecil kegiatan dari rencana awalnya. Individu non autistic mungkin akan merespon biasa saja terhadap hal tersebut, namun sebagian individu autistic bisa sangat terganggu atau bahkan merasakan kecemasan berlebih pada saat hal tersebut terjadi.

 

Tantangan memahami Bahasa verbal dalam bentuk sarkasme, idiom dan metafora

Pada dasarnya individu autistic level 1 memiliki kemampuan komunikasi yang cukup bagus. Namun untuk bahasa yang tidak langsung, bahasa yang multitafsir dan memiliki lebih dari 1 makna seperti sindiran, sarkase, satire mereka cenderung kesulitan mengartikan kata kata tersebut bahkan salah dalam mengartikan kata kata tersebut. Oleh karena itu lebih baik hindari kata kata tersebut saat berbicara dengan individu autistic.[]

 

Penulis : Rahmat Fahri Naim

Editor     : Ajiwan Arief

Biodata penulis

Rahmat Fahri Naim merupakan individu dengan difabel ganda. Pertama ia memiliki kondisi spektrum autisme. Kedua, ia memiliki kondisi narkolepsi, kondisi yang masuk dalam kategori gangguan langka atau rare disorder. Saat ini tergabung di Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel Indonesia. Ia memiliki minat untuk mendalami isu isu Invisible Difability atau yang dalam Bahasa Indonesianya disebut difabel tak kasat mata. Penulis bisa dihubungi melalui akun r_fahri_n yaitu id instagramnya.

Daftar Pustaka

American Psychiatric Association. (2022). Neurodevelopmental disorders. In Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.).

https://www.verywellhealth.com/why-high-functioning-autism-is-so-challenging-259951

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air