Views: 23
Solidernews.com -Bandung Barat — Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta PPK) Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat menyelenggarakan Talent and Innovation Day Tahun (red_ Hari Bakat dan Inovasi) 2025 pada 17 Desember 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Inovatif bagi Pembangunan Ketenagakerjaan Berkelanjutan”.
Talent and Innovation Day 2025 merupakan rangkaian dari beberapa agenda, yaitu Business Matching (red_ proses strategis yang mempertemukan berbagai entitas bisnis untuk menciptakan sinergi dan mencapai tujuan saling menguntungkan) TKM Lanjutan, penandatanganan kesepahaman antara Ditjen Binapenta PPK dengan Rumah Zakat, Kick Off Talent and Innovation Hub (red_
Pusat Pengembangan Bakat dan Inovasi), serta peluncuran sejumlah buku panduan dan publikasi ketenagakerjaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat, BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Barat, PT Telkom Indonesia, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Jawa Barat, Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia, Komisi Nasional Disabilitas, Yayasan Mitra Netra, Lembaga Lansia Indonesia, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Acara diawali dengan pemutaran video dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dilanjutkan dengan laporan penyelenggaraan yang disampaikan oleh Estiarty Haryani, Plt. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Plt. Dirjen Binapenta & PKK). Dalam laporannya, Estiarty menyampaikan berbagai upaya dan program yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dalam mendukung perluasan kesempatan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, dalam sambutannya menegaskan empat fokus optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan. Fokus tersebut meliputi penguatan BLK sebagai pusat pelatihan vokasi, pengembangan Talent and Innovation Hub sebagai ruang kolaborasi, penguatan pelatihan dan penempatan tenaga kerja bagi difabel, serta pengembangan Labor Productivity Clinics (red_ Klinik Produktivitas Tenaga Kerja)
untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja.
“Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan memiliki 21 Balai Latihan Kerja Pusat dan 286 BLK Desa yang menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi dan meningkatkan kualitas tenaga kerja,” ujar Yassierli.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Talent and Innovation Hub diharapkan mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dan melahirkan ide serta inovasi yang berdampak nyata. “Talent and Innovation Hub ini kami harapkan menjadi ruang berbagi ide, inovasi, dan kompetensi, sehingga apa pun yang kita lakukan dapat memperkaya jejaring dan memberikan manfaat ke depan,” katanya.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan Kick Off Talent and Innovation Hub dan peluncuran sejumlah buku panduan yang disahkan oleh Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan bersama Estiarty Haryani. Salah satu buku yang diluncurkan adalah Panduan Optimalisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan dan Pemenuhan Hak Pekerjaan bagi Penyandang Disabilitas, yang disusun melalui kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dan SIGAB Indonesia.
Selain itu, turut diluncurkan berbagai publikasi lainnya, antara lain panduan kerja inklusif bagi pekerja disabilitas, pedoman penempatan tenaga kerja lanjut usia, Kamus Jabatan Nasional Green Jobs sektor kehutanan, kondisi pasar kerja nasional semester I tahun 2025, serta sejumlah buku saku dan modul pendukung penempatan tenaga kerja.[]
Reporter: Indri Kana
Editor : Ajiwan




