en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Sosiopat; Gangguan Kepribadian dengan Minim Empati

Solidernews.com – Sosiopat adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang memiliki gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Individu dengan gangguan ini sulit memahami perasaan orang lain. sosiopat merupakan gangguan kepribadian yang ditandai perilaku negative persisten. Mereka secara konsisten cenderung kurang menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. individu sosiopat memiliki pola perilaku eksploitatif, penuh tipu muslihat, melanggar hak orang lain serta punya kecendurangan melakukan Tindakan kriminal. Individu sosiopat dianggap kurang memiliki empati bahkan tidak memiliki empati atau hati nurani. Kondisi ini membuat mereka tidak mampu membedakan mana yang benar dan salah. Akibatnya mereka suka berbohong, melakukan kekerasan tanpa berpikir Panjang dan melakukan tindakan kriminal.

 

Kurang empati kepada orang lain

Empati merupakan kemampuan memahami apa yang orang lain rasakan. Perasaan ini membuat seseorang dapat menempatkan diri pada posisi atau memahami sudut pandang orang lain. empati memainkan peran penting dalam membangun hubungan sosial serta menimbulkan perilaku sosial. Namun terdapat suatu kondisi dimana seseorang cenderung kurang memiliki empati atau bahkan tidak memilikinya sama sekali, salah satu faktor penyebab kurangnya empati kepada seseorang adalah gangguan kepribadian yaitu Sosiopat atau gangguan kepribadian antisosial (antisosial personality disorder).

 

Penyebab kurangnya empati tidak sepenuhnya dipahami, namun beberapa penelitian menyatakan kurangnya empati pada seseorang diyakini Sebagian besar dipengaruhi oleh genetika dan sosialisasi. Genetika berperan dalam aspek kepribadian yang diwariskan oleh keluarga. Beberapa individu dilahirkan dengan kecenderungan yang membuat mereka lebih memiliki empati kepada orang lain. namun, perjalanan hidup, didikan orang tua dan faktor lingkungan yang berperan penting dalam pembentukan empati. Terdapat kondisi yang berperan dalam minimnya empati disebabkan oleh gangguan mental dan sistem otak yang berbeda dengan orang lain.

 

Mengapa sosiopat minim empati?

Minimnya empati oleh sosiopat karena kombinasi dan interaksi dari genetik dan lingkungan. Para peneliti ilmu saraf menemukan banyak orang yang di diagnosis antisosial mengalami abnormalitas neurologis di dalam lobus frontal otak. Lobus frontal merupakan bagian otak yang menjadi pusat penilaian dan pengendalian diri. Perubahan fungsi otak dapat diakibatkan selama perkembangan otak.

 

Sosiopat dengan minimnya empati akan membuat seseorang mengalami kesulitan dalam memberikan penilaian atau membedakan antara tindakan yang baik dan buruk. Individu sosiopat cenderung melakukan perilaku merugikan orang lain seperti kekerasan, penipuan dan lainnya yang dilakukan untuk memenuhi kesenangan mereka.

 

Rasa empati ini akan membentuk rasa bersalah dalam diri ketika melakukan kesalahan. Namun bagi individu antisosial mereka mungkin tidak merasakan rasa bersalah atas tindakan mereka. Hal tersebut tidak selalu menghambat atau mencegah mereka melanjutkan perilaku yang merugikan. Kecenderungan melakukan kesalahan berulang kali akan tetap ada.

 

Individu sosiopat masih memiliki hati nurani. Namun kadar perasaan mereka sangat terbatas dalam diri mereka. Individu sosiopat cenderung sadar akan kesalahan mereka, namun memilih untuk mengabaikan rasa bersalah itu.

 

Karena minimnya empati, sosiopat tidak akan ragu menipu orang lain untuk keuntungan dan kepuasan pribadi mereka. Mereka bisa berbohong tanpa mengubah ekspresi sedikitpun. Rasa empati membuat kita mempunyai rasa belas kasih, namun tanpa adanya hal ini sosiopat bisa menyakiti siapapun tanpa kasihan.

 

Selain hal tersebut, individu sosiopat cenderung memiliki perilaku implusif dan agresif serta amarah yang meledak ledak. Individu sosiopat memiliki ego yang besar sehingga tidak memikirkan akibat atau imbas dari tindakan mereka, baik pada diri sendiri maupun orang lain.

 

Bagaimana penanganan sosiopat?

Terdapat metode yang digunakan untuk mengatasi sosiopat salah satu yang dapat dilakukan adalah melakukan terapi psikologi atau psikoterapi. Hal ini salah satu cara efektif menangani sosiopat. Terapi ini dilakukan untuk melatih sosiopat untuk mengelola amarah dan keinginan melakukan kekerasan. Terapi ini melakukan perbincangan dengan terapis terkait pikiran dan perasaan yang menyebabkan sikap agresif dan perilaku berbahaya. Hal ini sangat baik dilakukan untuk mengatur rasa marah.

 

Selain terapi, individu antisosial dapat mengonsumi obat-obatan sesuai anjuran ahli medis. Beberapa ahli merekomendasikan obat untuk mengatasi gejalanya seperti : antipsikotik untuk mengatasi agresi, antidepresan SSRI untuk membantu menstabilkan suasana hati, antikonvulsan untuk membantu mengurangi implusif.[]

 

Penulis: Emsa

Editor     : Ajiwan

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air