Views: 69
Solidernews.com – Yogyakarta, 11 August 2025 — Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan ke kantor Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia di Sleman, Yogyakarta, pada Senin (11/8). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Dubes Brazier ke Yogyakarta, termasuk untuk melihat pelaksanaan program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI) yang diimplementasikan, salah satunya, oleh SIGAB Indonesia. Program INKLUSI bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi masyarakat sipil untuk memajukan kesetaraan gender, hak-hak difabel dan inklusi sosial.
Kemitraan SIGAB Indonesia dengan program INKLUSI sejak tahun 2022 diwujudkan melalui program Strengthening Social Inclusion for Diffability Equity and Rights (SOLIDER) yang bertujuan mendorong perubahan sistemik dan penguatan komunitas untuk memastikan pemenuhan hak-hak serta kesetaraan akses pembangunan bagi difabel.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang dukungan Pemerintah Australia terhadap inklusi difabel di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan lokal. Dalam kesempatan ini, Dubes Brazier berdialog langsung dengan perwakilan Kelompok Difabel Kalurahan (KDK) dan perwakilan pemerintah Kalurahan dari Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.
Program SOLIDER-INKLUSI saat ini dilaksanakan di enam provinsi: Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Timur. SIGAB Indonesia bekerja sama dengan lima organisasi masyarakat sipil lokal untuk memperkuat akses kerja inklusif, mendukung pemulihan ekonomi difabel, serta mendorong partisipasi mereka dalam proses perencanaan pembangunan yang inklusif.
- Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia menerima dan mengapresiasi kunjungan tersebut. Joni menjelaskan, dukungan pemerintah Australia telah memungkinkan SIGAB Indonesia untuk mendorong pembangunan yang semakin inklusif dan pewujudan kesetaraan hak difabel, melalui inisiatif Desa Inklusif, hingga advokasi sistem dan kebijakan yang melibatkan dukungan pemerintah lokal dan nasional.
“Dalam beberapa tahun terakhir, selain program SOLIDER, Pemerintah Australia juga telah mendukung SIGAB untuk beberapa kerja penting dan strategis lainnya seperti peningkatan kapasitas organisasi difabel, dan mendorong peradilan yang lebih inklusif,” tutur Joni.
Dalam sesi diskusi, perwakilan komunitas membagikan pengalaman mereka dalam membentuk dan mengelola kelompok difabel di tingkat kelurahan/desa, serta peran mereka dalam mengawal akses dan keadilan layanan publik.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan inklusif, dibuka dengan sambutan pantun khas budaya Jawa yang mencerminkan semangat keterbukaan. Kunjungan ditutup dengan refleksi bersama dan sesi foto kelompok.
Kunjungan ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Australia dan Indonesia, SIGAB Indonesia, dan para pemangku kepentingan lokal dalam memperjuangkan hak-hak difabel serta mendorong terciptanya kebijakan dan layanan publik yang lebih inklusif dan berkeadilan di Indonesia.[]







