Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

acara seleeai foto bersama

SEMESTA 2025 : Ajak Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UNPAD bicara inklusivitas Dunia Kerja

Views: 69

Solidernews.com, Bandung – Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (HIMAKESOS) FISIP Universitas Padjadjaran menyelenggarakan acara Social Movement Through Art (SEMESTA) 2025 pada Sabtu (23/8/2025) di Cafe More Wyata Guna, Bandung. Mengusung tema “Cerita Kita di Ruang Kerja: Bukan Tentang Siapa, tapi Bagaimana Kita Bersama”, kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk mendorong kesadaran inklusivitas di dunia kerja.

Acara utama berupa talkshow yang menghadirkan narasumber Rina Sumarni dari organisasi difabel BILiC (Bandung Independent Living Center).  Ia berbicara tentang perspektif  non-difabel di divisi asisten kemandirian ketika berinteraksi dengan ragam difabel di BILiC maupun di organisasi difabel lainnya. Sementera itu, narasumber lainnya adalah Sri Rahayu difabel Netra yang bekerja sebagai barista di cafe more Bandung, Wyata Guna. Mereka berbagi pengalaman nyata seputar proses adaptasi, tantangan, hingga strategi membangun relasi profesional di lingkungan kerja yang masih sering belum ramah bagi difabel.

“Melalui SEMESTA 2025, kami ingin menunjukkan bahwa inklusi bukan sekadar menyediakan ruang, tetapi bagaimana kita bisa berproses bersama. Mahasiswa perlu belajar langsung dari pengalaman teman-teman difabel,” ujar Nabila selaku perwakilan dari HIMAKESOS kepada solider (24/08).

Talkshow berjalan dengan alur partisipatif: mulai dari perkenalan, cerita adaptasi awal di dunia kerja, hingga refleksi atas pentingnya kolaborasi dan dukungan antarindividu. Peserta juga diajak aktif melalui sesi games interaktif dan tanya jawab.

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 WIB hingga sore  di halaman cafe more wiyataguna, jalan pajajaran Bandung ini dihadiri oleh mahasiswa, komunitas difabel BILiC, civitas akademika, serta masyarakat umum. Di akhir acara, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada narasumber dan mitra pendukung.

Selain berbagi kisah, narasumber menekankan bahwa inklusivitas bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut sikap, budaya kerja, dan nilai kolaborasi. Harapannya, mahasiswa sebagai calon profesional dapat membawa semangat kesetaraan ini ke dunia kerja nantinya.

Ketua HIMA Kesejahteraan Sosial UNPAD Nabila Ramadhanti, SEMESTA 2025 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jejaring antara mahasiswa dan komunitas difabel, sekaligus melahirkan ruang-ruang kolaboratif baru yang lebih ramah dan setara.

“Kegiatan ini kita ingin meningkatkan awareness dari mahasiswa dan masih banyak hal-hal yang belum banyak yang mengenal inklusivitas karena belum banuak naik kepermukaan, dengan ini Semesta 2025 menyuarakan kembali inklusivitas yang tahun sebelumnya angkat inklusif tapi dengan tema yang berbeda”, tutup Nabila.[]

 

Reporter: Zulhamka Kadir

Editor     : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content