Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Seorang anak difabel peserta pelatihan yang digelar Sanggar inklusi Permata hati sedang berdiri di tengah peserta lain
Seorang anak difabel peserta pelatihan yang digelar Sanggar inklusi Permata hati sedang berdiri di tengah peserta lain. (Dok. Solidernews)

Sanggar Inklusi Permata Hati Latih Pembuatan Buket Bagi 20 Anak Difabel

Views: 14

Solidernews,-Sukoharjo. Ada sekitar 20 anak ditambah orangtuanya, serta para kader PKK Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto mengikuti pelatihan pembuatan buket di Sanggar Inklusi Permata Hati pada Sabtu (27/12).

Kolaborasi antara PKK Desa dan sanggar lokal terwujud dalam pelatihan keterampilan yang digagas Pokja 2. Helatan ini difokuskan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, dengan target para pengurus mampu mengonversi ilmu yang didapat menjadi peluang pendapatan.

Bidan Desa Jatisobo, Dwi Mulatsih, menyebut sekitar 60 anak rutin mengikuti terapi setiap Sabtu, atau empat hingga lima kali sebulan. Berbeda dengan puskesmas yang hanya menyediakan fisioterapi, sanggar ini menawarkan layanan lebih lengkap meliputi terapi wicara, fisioterapi, hingga okupasi.

Dwi menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas masing-masing menempatkan dua dan satu terapis untuk mendukung sanggar. Selain tenaga medis, Dinas Kesehatan menyediakan asupan gizi dua kali sebulan, sementara dua minggu sisanya dipenuhi melalui swadaya sanggar. Setiap Sabtu, tim medis yang terdiri dari dokter dan bidan puskesmas turut hadir melakukan pendampingan serta pemantauan rutin.

Dwi melanjutkan, dari Dinas Kesehatan Kabupaten, sanggar mendapatkan dukungan tenaga terapis dua orang sedangkan dari puskesmas satu orang. Dinas Kesehatan juga memfasilitasi makan ringan bergizi bagi anak-anak sebulan dua kali. Sedangkan sisanya, dua minggu, ditanggung swadaya oleh sanggar. Setiap Sabtu pada saat anak-anak difabel melakukan terapi, juga ada petugas dari puskesmas.

“Kami mendampingi sebagai pendamping dan setiap bulan ada pemantauan dari puskesmas yakni satu tim terdiri dari dokter, bidan dan bidan desa,” ujar Dwi.

Dwi menjelaskan bahwa layanan terapi saat ini masih diprioritaskan bagi anak usia di bawah 12 tahun, sementara program pengembangan untuk usia di atasnya belum berjalan. Melalui deteksi dini di Posyandu, TK, dan PAUD, sebagian besar anak difabel di wilayah Kecamatan Polokarto telah terjaring dan dirujuk ke sanggar ini.

Simak juga ..  Peduli Kasih ABK Gelar Webinar Literasi Bagi Anak Difabel

Agus, warga Desa Kemasan, mengakui pelatihan pembuatan buket menjadi tantangan tersendiri bagi kedua putranya, Singgih dan Muis. Sebagai difabel rungu wicara yang telah menjalani terapi di sanggar sejak 2015, keduanya kini bersekolah di SLB terdekat. Meski proses terapi formal telah usai, sanggar tetap melibatkan mereka dalam kegiatan pemberdayaan guna memperkuat keterampilan motorik dan kreativitas.

Pengurus sanggar, Yanti, menyebutkan bahwa bangunan yang diresmikan pada 2022 melalui dana APBD tersebut terus dikembangkan. Terbaru, sanggar yang terletak di sebelah lapangan Desa Jatisobo ini telah menambah fasilitas pagar untuk area parkir melalui dana aspirasi dewan, meski saat ini belum dilengkapi atap peneduh.

Selain terbuka bagi kolaborasi riset dan magang mahasiswa, Sanggar Inklusi mulai memetakan kebutuhan strategis untuk tahun depan. Pengurus sanggar menekankan pentingnya edukasi hak kesehatan reproduksi dan seksual (HKRS) serta pencegahan kekerasan seksual, mengingat banyaknya peserta didik yang kini memasuki masa remaja dan membutuhkan bekal pemahaman diri yang memadai.[]

 

 

Reporter: Puji Astuti

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content