Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Refleksi Pertengahan Tahun: Menggapai Visi ke Depan bagi Difabel

Solidernews.com – Detik berlalu, bulan berganti, macam-macam kejadian telah kita lewati, sehingga tak terasa, kita telah berada di pertengahan tahun 2024 ini. Pertanyaannya, apakah kita sebagai manusia telah melakukan refleksi mendalam, kontemplasi berarti, dan perenungan untuk membangun asa yang lebih bermakna?

 

Dalam konteks difabel, refleksi, kontemplasi, dan perenungan yang dilakukan, bukan hanya tentang hal apa saja yang akan  dan telah dicapai, tetapi juga soal bagaimana menjawab tantangan ke depan. Tantangan  yang dimaksud adalah soal aksesibilitas, kesehatan, kehidupan sosial,  kesempatan pendidikan dan  pekerjaan, dan perjuangan melawan stigma sehari-hari, serta usaha untuk menginklusifkan lingkungan sekitar.

 

Menilai Capaian Pribadi

Terkadang kita butuh waktu untuk sendiri agar kita memiliki ruang dan dimensi untuk melihat pencapaian pribadi selama ini, baik dari segi kesehatan, karier, dan seberapa jauh kita punya dampak untuk lebih bermanfaat lagi. Kita menoleh ke belakang untuk melihat hal apa yang baik untuk diteruskan dan hal keliru apa yang harus dihentikan. Sering kali, sebagai difabel, menghadapi tantangan dan dapat melewati semua hambatan merupakan usaha keras yang bisa jadi tidak dimengerti oleh mereka yang nondifabel. Maka dari itu, penting juga kita memberikan penghargaan terhadap diri sendiri atas usaha diri ini melewati segala rintangan-rintangan, melompati semua aral melintang,   dan telah mengubahnya menjadi peluang-peluang.

 

Menghadapi Tantangan dan Membangun Strategi

Bagi difabel, tantangan yang  dihadapi bukan hanya soal fisik dan aksesibilitas semata, tetapi juga soal mendapatkan pengakuan secara utuh di masyarakat, bahwa difabel juga bagian dari masyarakat yang dapat berdaya dan menyebarkan kemanfaatan.  Maka dari itu, refleksi pertengahan tahun adalah waktu yang tepat untuk mengidentifikasi kembali tentang area di mana kita masih berjuang dan dapat menyusun strategi untuk mengatasi problematika yang ada.

 

Meraih Visi ke Depan

Setelah pencapaian dievaluasi dan tantangan diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah menyusun visi ke depan dalam bentuk resolusi dan merumuskannya. Visi yang akan kita capai, haruslah ambisius tapi juga realistis, tergantung pada batas kemampuan yang kita miliki serta minat kita pribadi. Bagi difabel, visi ini seringkali melibatkan usaha  peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan diri sendiri dan komunitas, serta mengadvokasi kesetaraan dan inklusi.

 

Penting untuk merencanakan langkah-langkah konkret yang akan membawa kita lebih dekat ke visi tersebut. Misalnya, melibatkan diri dalam advokasi untuk hak-hak difabel, mengambil kursus atau pelatihan tambahan untuk meningkatkan keterampilan, melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi dalam rangka peningkatan kapasitas diri,  atau bahkan memulai proyek kreatif yang mempromosikan kesadaran masyarakat akan isu-isu difabel dan inklusifitas.

 

Membuat Makna bagi Orang Sekitar

Terakhir, refleksi pertengahan tahun juga bisa menjadi momen untuk mempertimbangkan bagaimana pencapaian dan perjuangan kita dapat menginspirasi dan memberikan makna bagi orang lain di sekitar kita. Dengan berbagi cerita dan pengalaman kita secara terbuka, kita dapat membangun pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan difabel dan mengurangi stigma serta stereotip yang mungkin masih ada.

 

Dalam proses ini, membangun jaringan dukungan dan advokasi bersama orang-orang yang memiliki visi yang serupa sangat penting. Kolaborasi dan pertukaran ide dapat memperkuat upaya untuk mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan inklusi yang lebih luas dalam masyarakat. Selain itu, penting juga bagi difabel untuk menunjukkan eksistensi, memberikan kontribusi nyata, dan bisa jadi apresiasi dari masyarakat akan datang dengan sendirinya. Kemudian,  refleksi tengah tahun 2024 menjadi momentum penting bagi komunitas difabel untuk melakukan refleksi mendalam terkait perjalanan hak-hak mereka, kondisi kesejahteraan, serta tantangan yang dihadapi. Berikut adalah tinjauan komprehensif terkait hal tersebut:

 

  1. Refleksi Pergerakan Hak Difabel

Tengah tahun adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi sejauh mana hak-hak difabel telah terpenuhi atau masih tertinggal. Di tahun 2024 ini, ada beberapa kemajuan yang patut disyukuri seperti peningkatan aksesibilitas di beberapa sektor publik dan swasta. Namun demikian, masih banyak yang harus dilakukan dalam menghapuskan diskriminasi dan memastikan inklusi yang lebih baik bagi difabel dalam berbagai aspek kehidupan.

 

  1. Akses Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024

Partisipasi politik difabel menjadi fokus utama setelah Pemilu 2024. Meskipun ada upaya meningkatkan aksesibilitas dalam proses pemilihan, seperti penyediaan TPS aksesibel dan penyediaan alat pemilihan yang ramah difabel, masih ada tantangan besar terutama terkait kesadaran dan edukasi politik bagi difabel.

 

Menyambut Pilkada Serentak 2024 mendatang, langkah-langkah untuk memastikan setiap difabel dapat ikut serta secara aktif dalam proses demokrasi menjadi sangat penting.

 

  1. Kondisi Kesejahteraan dan Tantangan Mendatang

Kesejahteraan difabel pada tahun 2024 masih menghadapi berbagai tantangan. Meskipun ada peningkatan kesadaran dan regulasi, masih banyak difabel yang mengalami kesulitan ekonomi, akses layanan kesehatan yang memadai, dan dukungan sosial yang memadai. Tantangan yang dihadapi dalam enam bulan mendatang meliputi meningkatkan akses terhadap pekerjaan yang layak, aksesibilitas infrastruktur, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak difabel.

 

Sementera itu, ada beberapa tips yang dapat dilakukan difabel di tengah tahun berikutnya antara lain adalah meningkatkan jaringan dan kolaborasi dengan organisasi-organisasi difabel, mengikuti pelatihan keterampilan yang relevan, dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan advokasi mereka.

 

  1. Isu Kebijakan Difabel dan Harapan untuk Tengah Tahun Kedepan

Isu kebijakan seperti Rencana Aksi Nasional Penyandang Disabilitas (RANPD) dan Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas (RADPD) terus berkembang di tengah tahun 2024. Kawan difabel berharap adanya implementasi yang lebih baik dari kebijakan ini, serta harapan untuk meningkatkan konsultasi dan partisipasi difabel dalam proses kebijakan yang mempengaruhi kehidupan difabel secara langsung. Saran dari kawan difabel untuk tengah tahun kedepan meliputi perlunya evaluasi rutin terhadap implementasi kebijakan, meningkatkan akses informasi terkait kebijakan publik, dan memperkuat advokasi untuk reformasi kebijakan yang lebih inklusif.

 

  1. Pelayanan Publik dan Prediksi untuk Sisa Tahun 2024

Pelayanan publik bagi difabel di tahun 2024 mengalami perkembangan signifikan, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan. Prediksi untuk sisa tahun 2024 mencakup peningkatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan bagi difabel. Langkah-langkah strategis termasuk integrasi teknologi untuk mempercepat akses informasi dan layanan, serta pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran sensitivitas terhadap kebutuhan difabel di antara penyedia layanan publik.

 

Kesimpulan

Refleksi pertengahan tahun bagi difabel bukan hanya tentang melihat jauh  ke belakang, tetapi juga tentang melihat ke depan dengan tekad dan visi yang jelas kemanfaatannya.

Dengan mengenali pencapaian, dan dapat mengidentifikasi tantangan, dan tahu cara  menghadapinya   dengan strategi yang kuat, dan merumuskan visi yang bermakna, kita dapat meraih potensi penuh kita sebagai difabel  dan memberikan dampak positif yang lebih besar pada masyarakat di sekitar kita. Selain itu, sebagai difabel, membangun jejaring itu tak kalah penting, karena dengan jejaring, maka komunitas difabel akan semakin kuat dan akan semakin didengar oleh para pemangku kebijakan sehingga dampak yang diciptakan akan lebih signifikan dan berkesinambungan.[]

 

Penulis: ZAF

Editor     : Ajiwan

 

Referensi :

  1. World Health Organization. (2020). Disability and health. Diakses dari

WHO Disability and Health.

  1. Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2024). Peta Jalan RANPD 2020-2024. Diakses dari Kementerian Sosial RI.
  2. Disability Rights Advocates. (2023). Advocating for Disability Rights: Current Trends and Future Directions. Diakses dari

Disability Rights Advocates.

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air