Views: 33
Solidernews.com – Merayakan ulang tahun yang ke- 60, FX Rudy Gunawan meluncurkan sebuah buku yang berjudul: “Kamu Cacat Maka Aku Ada” pada 20 September 2025 di Ruang Literasi Kaliurang (RLK).
Sebagaimana yang disampaikan Nezar Patria, Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) pada sambutannya. Bahwa FX Rudy Gunawan merupakan figur yang produktif dan juga memiliki minat tinggi pada bidang literasi. Bahkan dirinya juga membela hak difabel yang sudah dimulai pada awal tahun 2000-an.
“Rudy sahabat saya ini juga mendedikasikan dirinya dalam membela hak kaum disabilitas sejak awal 2000-an. Ia berkontribusi dengan berbagai hal, termasuk membuat Majalah Diffa yang berfokus pada konten-konten difabel, sehingga saya bangga dan mengucapkan selamat pada usianya yang ke- 60,” jelas Nezar pada kegiatan peluncuran buku, pada 20 September 2025.
Acara perayaan ulang tahun yang juga dijadikan momen peluncuran buku juga melibatkan difabel dalam rangkaian acara, seperti talkshow dan live melukis dengan musik, serta berbagai interaksi lain. Sehingga, pertemuan dengan para pejabat tinggi negara, tamu undangan, dan beberapa lapisan masyarakat lain, menjadi wadah yang baik dalam mendiskusikan difabel.
Dalam forum ini, tema difabel dan inklusifitas dibahas dengan penuh keakraban. Potret buku “Kamu Cacat Maka Aku Ada” menjadi spirit pendukung dalam sesi talkshow yang di isi oleh Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen Ham) Mugiyanto dan seorang aktifis, penulis, dan penyair Irwan Dwi Kustanto.
Irwan Dwi Kustanto, dalam sesi materinya menyampaikan bahwa kehadiran buku FX Rudi Gunawan yang berjudul: Kamu Cacat Maka Aku Ada yang diadaptasi dari Tesis S2 Rudy, memberi penguatan pada perjuangan pemenuhan hak difabel. Sebab posisi FX Rudi yang merupakan tokoh besar dan merupakan penulis, sutradara, jurnalis, dan penyair nasional, menjadi tambahan kekuatan bagi penyebaran isu dan pemenuhan hak difabel.
“Kalau yang menulis dari difabel memang sudah baik. Tapi bila yang menulis merupakan penulis besar, dekat dengan difabel, dan murni menyuarakan kepentingan difabel, tanpa ada pamrih yang merugikan difabel, hal ini justru menjadi magnet bagi penggemar FX Rudi untuk juga memahami isu difabel, dalam bukunya yang baru rilis ini,” jelas Irwan, saat dijumpai solidernews.
Butong, Ketua Jogja Disability Art, yang mementaskan melukis live dengan diiringi musik, dihadapan para tamu Fx Rudi, juga menegaskan apresiasinya pada rangkaian acara sore ini. Kegiatan yang meramu isu difabel dengan apik dan dihadiri oleh para pejabat republik, menjadi tempat nyata kalau difabel itu mampu, difabel itu berpotensi, dan memahami difabel secara lebih jernih melalui buku sosok Fx Rudigunawan.
“Kalau kita ndak bergerak sekarang mau kapan lagi? Kita yang harus memulai. Belum idealnya Aksesibilitasjangan menghambat langkah perjuangan kita. Di sini merupakan panggung dialog dan pemahaman difabel yang dikemas dengan apik oleh FX Rudi Gunawan,” jelas Butong, kepada Solidernews.[]
Reporter: Wachid Hamdan
Editor : Ajiwan





