Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Foto bersama setelah diskusi

Pusdis Kunjungi Konjen Australia di Makassar: Harapkan Perluasan Isu Inklusi Difabel

Views: 7

Solidernews.com – Pada Rabu, 1 Oktober 2025, Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin (Pusdis Unhas) melakukan kunjungan resmi ke kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Makassar yang berlokasi di Wisma Kalla, Jalan Ratulangi, Kota Makassar. Rombongan Pusdis dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Disabilitas Unhas, Dr. Ishak Salim, S.I.P, M.A, bersama Koordinator Relawan, Koordinator Partnership, staf Divisi Pelayanan, serta empat mahasiswa relawan. Kunjungan ini disambut hangat oleh Konjen Australia, Todd Diaz, dengan tujuan mempererat kerja sama serta membahas isu-isu strategis terkait komunitas difabel di Makassar dan sekitarnya.

 

Pertemuan  membahas berbagai tantangan yang dihadapi difabel, mulai dari hambatan akses layanan kesehatan, pendidikan inklusif, hingga stigma sosial yang masih kuat. Salah satu topik yang mendapat sorotan adalah meningkatnya angka bunuh diri di Kota Makassar dalam beberapa bulan terakhir yang diduga terjadi akibat kualitas kesehatan mental yang rendah.

 

“Kedepannya kita dapat berkolaborasi melakukan hal-hal lain dan saya sangat senang menerima kunjungan ini, mendengar cerita-cerita yang dialami oleh mahasiswa difabel di Universitas Hasanuddin,” ucap Todd, Konjen Australia.

 

Pusdis Unhas menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kesehatan mental difabel, yang selama ini masih sering terabaikan. Mereka menyoroti minimnya layanan konseling yang ramah difabel serta kurangnya pelatihan bagi tenaga profesional untuk menangani kasus-kasus yang dialami oleh mahasiswa dan masyarakat difabel. Tidak jarang, tekanan sosial, diskriminasi, dan pengucilan menjadi pemicu stres berkepanjangan yang memerlukan intervensi serius.

 

“Salah satu yang juga menarik adalah praktik inspiration porn (red_inspirasi semu) di industri perfilman yang menghadirkan citra bias pada difabel, yang semakin merentankan difabel. Ini yang menjadi salah satu pembahasan, yang harapannya dengan dukungan Australia, dapat diselenggarakan Festival Film berperspektif difabel,” ujar Dr. Ishak Salim.

Simak juga ..  Begini Cara Difabel Netra Mengenal dan Menavigasi Ruang Publik di Kota

 

Dalam pertemuan tersebut, Pusdis Unhas juga mengungkapkan kekaguman mereka terhadap layanan telehealth  (red_sebuah layanan Kesehatan jarak jauh) di Australia yang dinilai sangat inklusif dan mudah diakses oleh komunitas difabel, termasuk layanan kesehatan mental. Mereka berharap, model serupa dapat diadaptasi di Indonesia, khususnya di Makassar, agar layanan kesehatan mental bisa menjangkau lebih banyak difabel, terutama yang tinggal di wilayah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas.

 

Dalam pertemuan itu, Pusdis Unhas menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak difabel, termasuk memperkuat jaringan advokasi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Kerja sama dengan Konjen Australia diharapkan dapat mendorong perubahan kebijakan yang lebih inklusif dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan difabel di Indonesia.[]

 

Reporter: Nabila May

Editor     :  Ajiwan

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content