Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Healing metode prana oleh Pranic Healing Nusantara secara gratis pada para peserta festival difabel yang beminat

Perpina DPD Jateng Gelar Festival Difabel

Views: 16

Solidernews.com – Dalam rangka memperingati Hari Difabel Internasional (HDI) Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Pemimpin Indonesia DPD (Perpina)  Jawa Tengah mengadakan festival difabel di Pendapi Gede, Balai Kota Surakarta, Selasa (23/12).

Rosy Suprabu, Ketua DPD Perpina mengatakan bahwa pihaknya rencananya akan melakukan roadshow (red_pertunjukan keliling) di beberapa kota di DPD Jateng, saat ini ada tujuh kota, dan di tahun depan dijadwalkan akan mengadakan di Kota Kudus sekalian peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Rosy menambahkan bahwa setiap perhelatan selalu mengambil tema yang berbeda dan kali ini bekerja sama dengan Yayasan Lentera Hati, festival difabel yang digelar diisi dengan berbagai acara fashion show (red_ peragaan busana), bazar, healing (red_rekreasi) bersama pranic healing nusantara, konsultasi gigi dan konsultasi psikolog serta talkshow (gelar wicara) bertema “Memahami Gejala Gangguan Perilaku dan Mental Masa Anak-anak.”

Dalam sesi talkshow yang menghadirkan psikolog Heni Mustikaningati dan dipandu oleh Mieke Yostania, banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh peserta di antaranya cerita bagaimana seorang perempuan difabel menjadi korban perundungan di masa lalu serta pertanyaan terkait bagaimana cara membatasi penggunaaan gawai bagi anak-anak yang sudah mengalami adiksi (red_kecanduan) dan bagaimana upaya pencegahannya.

Rosy mengakui bahwa persiapan acara yang hanya satu bulan tidak serta merta membuat mereka patah arang meski di hari pelalsanaan, animo pengunjung tidak banyak sebab waktu pelaksanaan bersamaan dengan  tibanya liburan Natal dan tahun baru. Dengan tujuan memberi wadah kepada difabel, Rosy menyatakan bahwa dengan digelarnya acara, bisa membuktikan bahwa partisipasi bermakna itu memang ada sebab semua penampil dari pembawa acara hingga fashion show sampai UMKM yang menggelar produksi mereka adalah dari difabel. “Difabel bukan warga negara kelas dua, mereka bisa berprestasi layaknya seperti bukan difabel, bahkan bisa melebihi, ” ungkapnya.

Siti Karimah, salah seorang peserta bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Solo Preuner mengatakan bahwa acara yang tengah berlangsung cukup mengakomodasi kelompok difabel sebab selain menggelar dagangan, mereka juga dapat menikmati fasilitasi bakti sosial yang disediakan oleh pendukung acara seperti Pranic Healing Nusantara dengan cara memberi healing metode prana kepada para peserta dan tamu yang hadir secara gratis. Ada pula yang melakukan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gigi.[]

 

Reporter  : Astuti

Editor       : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content