Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Peparnas 2024 Gagal Dilaksanakan di Sumatera Utara; Kegiatan Akan Dilaksanakan di Daerah yang Lebih Siap

Solidernews.com – Salam olahraga, sobat inklusif!  Tidak lama lagi, kita semua akan kembali  menyaksikan ajang olahraga terbesar  bagi difabel, yakni Pekan Paralimpik Nasional atau disingkat Peparnas di tahun 2024 ini,  loh. Lalu, bagaimana sih pengertian, sejarah, penyelenggaraan, dan jadwal dari Peparnas 2024 tersebut?

 

Sobat inklusi, jangan skip sampai di sini aja, ya. Teruskan membaca, dan sobat inklusif akan mendapatkan jawabannya lengkap, deh.

Pengertian dan Sejarah Pekan Paralimpik Nasional

Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) merupakan pesta olahraga terbesar  berskala nasional bagi para atlet difabel di Indonesia. Pertama kali, Peparnas diselenggarakan di  Jawa Tengah pada tahun 1957, dan Surakarta ditunjuk sebagai tuan rumah,  dilansir dari Antara. Saat pertama kali diselenggarakan, ajang ini bernama Pekan  Olahraga  Cacat Nasional (Porcanas).

 

Pada gelaran Porcanas edisi pertama, kontingen Jawa Tengah keluar sebagai juara umum. Seusai edisi pertama berakhir, Surakarta masih menjadi tuan rumah Porcanas dalam dua edisi selanjutnya pada tahun 1959 dan 1964.

 

Pada dua edisi yang masih digelar di Surakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat keluar sebagai juara umum Porcanas. Kontingen Jawa Tengah juara umum tahun 1959 dan kontingen Jawa Barat tahun 1964.

 

Setelah Surakarta menjadi tuan rumah tiga kali beruntun, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tuan rumah Porcanas edisi keempat pada tahun 1969. Pada Porcanas edisi keempat itu, kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum. Jawa Barat akhirnya mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah Porcanas seusai berhasil menjadi juara umum dalam dua edisi sebelumnya.

 

Jawa Barat ditunjuk sebagai tuan rumah Porcanas pada tahun 1972. Pada edisi tersebut DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum.

 

Setelah lima edisi digelar di Pulau Jawa, tuan rumah Porcanas berpindah ke Pulau Sulawesi, tepatnya di kota Makassar pada tahun 1975.Di tunjuk sebagai tuan rumah, kontingen Sulawesi Selatan berhasil keluar sebagai juara umum.

 

Setelah itu, gelaran Porcanas kembali lagi ke Pulau Jawa. Porcanas dua edisi berikutnya digelar di Surakarta pada tahun 1980 dan 1984.

Pada tahun 1980, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum dan tahun 1984, Porcanas dijuarai oleh Jawa Tengah.

 

Adapun setelah itu, Jawa Timur (1988), Daerah Istimewa Yogyakarta (1993), dan Jawa Barat (1998), yang menjadi tuan rumah Porcanas.

 

Perubahan Nama dari Porcanas ke Peparnas

Pada edisi ke-13 yang digelar di Kalimantan Timur, Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) secara resmi berganti nama menjadi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas). Perubahan nama dari Porcanas menjadi Peparnas terjadi saat Komite Paralimpik Internasional atau dalam bahasa Inggris bernama International Paralympic Committee (IPC) menggelar Sidang Umum di Bonn, Jerman, 18 November 2005.

 

Alasan perubahan nama karena regulasi internasional melarang penggunaan kata “cacat” pada semua acara yang diselenggarakan. Sebab, istilah “cacat” dianggap memarginalkan sebagian kaum atau manusia yang berbeda.

 

Secara kesuluruhan, nama Peparnas digunakan pada tahun 2008, 2012, 2016, dan 2021  yang lalu.

 

Adapun setelah edisi ke-11 (1998), ajang olahraga multicabang bagi difabel ini rutin dilaksanakan empat tahun sekali dan biasanya tuan rumah merupakan dari tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). [1]

 

Penyelenggaraan dan Jadwal Peparnas Tahun 2024

Lalu, penyelenggaraan Peparnas tahun ini akan diselenggarakan di mana?

Pada awal rencana, pesta olahraga disabilitas ini akan digelar di Provinsi Sumatera Utara. Namun, infrastruktur yang belum ramah difabel membuat provinsi tersebut tak siap bila menjadi tuan rumah.

 

Hal ini disampaikan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Aris Darmansyah Edi Saputra. Ia berbicara dalam Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Penyelenggaraan Peparnas Tahun 2024 di Ruang Rapat Taskin Kemenko PMK, pada Selasa, 4 Juni 2024.

 

Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan membahas tindak lanjut kunjungan kerja Menteri Pemuda dan Olahraga serta Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas pada tanggal 17-19 Mei 2024.

“Surat Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPC), menjadi dasar koordinasi, yang menyatakan ketidaksiapan Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah penyelenggaraan PEPARNAS XVII 2024,” kata Aris dalam rapat tersebut, mengutip laman Kemenko PMK, Jumat (14/6/2024).

 

“Terdapat beberapa kendala dalam penyiapan prasarana dan sarana penunjang penyelenggaraan Peparnas, seperti infrastruktur, venue, dan hotel yang belum ramah disabilitas,” tambahnya. [2]

 

Selain itu, dilansir juga dari CNN Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjuk Kota Solo menjadi tuan rumah Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas)

  1. Kota Bengawan didapuk menjadi tuan rumah setelah Sumatera Utara mundur sebagai penyelenggara event nasional tersebut.

 

Hal itu disampaikan Menpora, Dito Ariotedjo usai mengikuti rapat koordinasi bersama Wakil Presiden terpilih sekaligus Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Jumat (21/6).

 

“Awalnya ada permohonan dari Sumatera Utara untuk mundur dari penyelenggaraan Peparnas,” kata Menpora Dito Ariotedjo usai rapat.

 

Sementara itu, Gibran mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendukung penuh penyelenggaraan Peparnas 2024 di daerahnya. Secara umum, Kota Solo sudah memadai untuk menjadi tuan rumah event olahraga difabel bertaraf nasional tersebut.

“Seluruh venue yang ada di kota Solo sudah ramah difabel. Hotel-hotel juga sudah sangat baik dan ramah difabel juga,” katanya.

 

Ia pun memastikan Pemkot Solo akan memeriksa kembali kelayakan sarana prasarana olahraga difabel di daerahnya. Tak menutup kemungkinan dibutuhkan perbaikan di beberapa venue.

“Karena waktu yang agak mepet ini mungkin kita harus kejar perbaikan-perbaikan minor di beberapa venue,” kata Gibran. [3]

 

Kemudian, dikutip dari news.detik.com,  lebih lengkap, Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora) Dito Ariotedjo mengatakan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 akan digelar di Surakarta (Solo). Dito menjelaskan seluruh venue dan peralatan telah tersedia di Solo karena pernah menjadi tuan rumah ASEAN Paragames 2022.

“Saya sampaikan bahwa di ratas kami mendapatkan aspirasi dari National Paralympic Committee terkait dengan Peparnas mereka melakukan rakernas dan salah satu keputusannya adalah memohon penyelenggaraan Peparnas bisa dilaksanakan di Jateng, khususnya di Surakarta,” kata Dito kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

“Dan kami sangat memahami aspirasinya karena memang Surakarta merupakan tuan rumah dari ASEAN Paragames 2022, baru-baru ini di mana seluruh venue dan peralatan terkait olahraga disabilitas atau paralimpiade semuanya tersedia di Surakarta,” lanjut Dito.

 

Selain venue dan pelataran, fasilitas penginapan telah lengkap di Surakarta. Semua akomodasi itu disebut telah memenuhi standar.

“Dan juga terkait dengan fasilitas penginapan dan hotel, ini di Surakarta sudah seluruhnya standar untuk disabilitas dan paralimpiade,” ucapnya.

 

Dito mengatakan pihaknya akan melakukan persiapan. Peparnas akan digelar pada 6-13 Oktober 2024.

“Kami sudah sampaikan dalam rapat tadi memutuskan menyetujui terkait dengan pelaksanaan Peparnas 2024 sesuai dengan permohonan dan permintaan divisi kami setuju untuk tuan rumah Peparnas 2024 dilaksanakan di Surakarta, Jateng, dan kami langsung persiapan kebut karena insyaallah Peparnas dilaksanakan 6-13 Oktober,” ujarnya.[]

 

Reporter: ZAF

Editor     : Ajiwan

 

[1] Sejarah Pekan Paralimpik Nasional atau Peparnas. Diakses dari: https://www.kompas.com/sports/read/2021/11/06/19200078/sejarah-pekan-paralimpik-nasional-atau-peparnas?page=all, pada Sabtu, 22 Juni 2024

 

[2] Ini Alasan Sumut Tak Siap Jadi Tuan Rumah Peparnas 2024. Diakses dari: https://www.liputan6.com/disabilitas/read/5619755/ini-alasan-sumut-tak-siap-jadi-tuan-rumah-peparnas-2024, pada Sabtu 22 Juni 2024

 

[3] Sumut Mundur, Solo Resmi Jadi Tuan Rumah Peparnas 2024. Diakses dari: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20240621134103-178-1112411/sumut-mundur-solo-resmi-jadi-tuan-rumah-peparnas-2024, pada Sabtu, 22 Juni 2024

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air