en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Penyintas Skizofrenia Berbagi Cerita

Solidernews.com – Skizofrenia menyebabkan seseorang yang mengalaminya menjadi difabel,  sebab meningkatkan ketergantungan kepada orang lain dalam jangka waktu lama, sebelum menemukan pengobatan yang benar dengan  berbagai dukungan sosial, keluarga dan masyarakat hingga mencapai pulih dan mandiri. Berbagai terapi bisa dipergunakan misalnya  kombinasi antara farmasi dan rehabilitasi.

 

Dalam sebuah talkshow yang dihelat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Herrdjan Jakarta, Osse Kiki,  orang dengan  skizofrenia, sehari-hari aktif di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), bertanggung jawab di bagian program dan kegiatan, mengatakan  dibanding 15 tahun lalu kondisinya jelas berbeda. Ia yang didiagnosa pada 2008 awalnya disebabkan oleh  multfaktor dan tidak tiba-tiba muncul. Menurut riset juga ada faktor genetik sebab mendiang ayahnya  pernah menjadi pasien psikiatri. Ayahanda Kiki  seorang  pelukis dan  mengalami  gangguan kecemasan dengan tanda-tanda  tidak nyaman di keramaian.

 

Pada tahun 2008, Kiki mengalami pemicu yakni   batal menikah lalu ia depresi dan berhalusinasi. Dari pengalaman keagamaan, dulu Kiki  pernah ingin menjadi pastur. Bahkan ingin jadi seorang Paus dari Indonesia.

 

Gejala-gejala yang dialami Kiki pada tahun 2008 di usia 30 tahun itu saat ia bekerja sebagai  agen asuransi.  Pada waktu itu ia tidak merasa kalau ada sesuatu gangguan. Ia hanya berpikir bahwa “mungkin ini panggilan Tuhan nantinya akan jadi Paus. saya mengobati orang-orang.”

 

Seorang pastor muda datang ke rumah Kiki dan memberi catatan-catatan padanya. Ia disuruh masuk kamar dan pastor muda itu bilang kalau mungkin Kiki kena gangguan jiwa. Apalagi waktu kecil ada cerita bahwa ia sangat penakut. Pastor muda itu lama berbincang dengan orangtua Kiki.

 

Lalu bagaimana pemulihannya? apa beda pulih dan sembuh? Menurut Kiki yang namanya sembuh ya sudah. Tetapi kalau  pulih itu adalah satu perjalanan. yang membutuhkan waktu jangka panjang dan bisa memakan waktu seumur hidup. Beda dengan penyakit fisik seperti Demam Berdarah (DB) kalau trombosit membaik dan gejala-gejala lain membaik maka akan sembuh.

 

Kiki menambahkan kalau skizofrenia itu dikatakan  sembuh  kalau gejalanya sudah tertangani. Lalu apakah ada  jaminan kalau itu sudah maka boleh putus obat? tidak ada  jaminan. Bisa jadi misal 8 bulan tidak minum obat kemudian  alami  stres, lalu  merembet berakibat buruk ke pekerjaan dan di  relasi maka kambuh lagi. Kiki yang pernah menjalani  pulih itu pun pernah mengalami juga dua kali kekambuhan. Artinya walaupun sudah  minum obat pun  ya bisa kambuh lagi.

 

Jadi menurutnya  ini suatu perjalanan.  Pulih itu ada dua, pulih secara clinical. obat cocok itu satu pemulihan. Kata  dokter ia ada skizofrenia  afektif atau gangguan mood yakni manic. Maka pada  pagi hari ia  minum mood stabilizer sedangkan  malam hari obat psikotik.

 

Ada satu recovery lagi yakni personal recovery,  bagaimana Kiki menerima dirimya  karena skizofrenia bagian dari diri dia.  Dia menyadari bahwa  tidak bisa kembali seperti sebelumnya tapi ke depan dia  masih punya harapan. “Saya tata lagi hidup saya. Saya belajar lebih cepat melalui ketertinggalan, bagaimana saya menemukan lagi hidup yang saya cita-citakan sebelumya yang  sudah hancur. Rehabilitasi  sosial dan farmasi memberi dampak positif pada saya.”

 

 

Bagaimana Kiki Mendapatkan Akses ke Personal Recovery

 

Kiki menambahkan selain dukungan keluarga, ia ternyata  tidak bisa berjuang sendirian. Ia butuh suatu wadah bernama komunitas,  di mana orang-orang yang bergabung di  komunitas itu  sama dengan dia.  Jawabannya adalah KPSI.

 

Waktu Kiki keluar dari rawat inap tahun 2017, di usia 40 tahun,  ayahnya sudah  aktif sebagai Caregiver. Baru setelahnya ia masuk sebagai relawan dan ia dilihat oleh Bagus Utomo, Ketua KPSI sebagai orang yang memiliki  potensi dalam diri sehingga diberi tanggung jawab mengelola siaran radio.  Awalnya dari situ kemudian  diberi tanggung jawab lebih besar, lebih  banyak tugas yang didelegasikan padanya. Waktu itu ada penelitian antara KPSI  dengan Universitas Indonesia dan pernah ikut workshop di Jakarta juga di Manchester.

 

 

Di RSJ Soeharto Heerdjan Ada Layanan Rehabilitasi

 

Ngatiman,seorang ayah sekaligus caregiver  anaknya  yang skizofrenia menceritakan  awal masalahnya (gejala_red) yang menimpa sang anak. Anak perempuannya tiba-tiba berperangai beda, rambut sering  menutupi muka, lebih pendiam tetapi masih mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena  ibunya mengalami stroke.Lalu terlihat kamarnya acak-acakan, tidak teratur dan tidak  terawat. Terakhir waktu kuliah semester IV, ternyata tidak lebih baik kondisinya.

 

Kemudian ada keponakan yang menelpon Ngatiman   dan menyuruh  dibawa ke dokter umum di rumah sakit. Lalu Ngatiman dibuatkan surat rujukan untuk anaknya  ke RSJ. Dengan diantar oleh keluarga, Ngatiman mendaftar terus ke poli jiwa dan memeriksakan anaknya kemudian diberi obat selama beberapa  tahun. Seiring berjalannya waktu, anak Ngatiman berangkat sendiri kontrol ke RSJ  tanpa diantar  Setelah itu si anak  berangkat sendiri. Mereka tinggal di Ciledug Tangerang.

 

Di rumah si anak  juga belum mau ikut kegiatan berkumpul dengan teman-temannya dan  masih tetap mengurung. Lalu saat  kontrol berikutnya ada dokter menyarankan untuk ikut rehabilitasi. Terus ikutlah anak Ngatiman  pelatihan rias hingga ikut pelatihan di sentra pelatihan di luar RSJ.

 

Karena ada hambatan lokasi pelatihan yang jauh, maka Ngatiman berinisiatif untuk nge-kostkan di anak,  kebetulan securty gedung punya kos-kosan maka ngekoslah  selama 1,5 bulan. Setelah itu si anak  melamar-melamar  pekerjaan dan  banyak yang diterima.

 

Saat ini si anak  sudah bekerja setelah mendapat sertifikat pelatihan nasional. Ia juga  masih tetap kontrol karena  kebetulan hari liburnya hari Jumat bisa dipergunakan untuk mencari rujukan dan kontrol.[]

 

Reporter: Astuti Parengkuh

Editor       : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air