Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Sarwiasih (tengah), Pengawas Dinas Dikpora DIY, berbicara mengenai penilaian terhadap SLB Balong Donoharjo, pada 19 januari 2026. (Dok. Solidernews/Endarwati)
Sarwiasih (tengah), Pengawas Dinas Dikpora DIY, berbicara mengenai penilaian terhadap SLB Balong Donoharjo, pada 19 januari 2026. (Dok. Solidernews/Endarwati)

Pengawas Dikpora DIY Menilai Kinerja SLB Balong Donoharjo

Views: 7

Solidernews,- Yogyakarta. SLB Balong Donoharjo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional sepanjang tahun 2025. Dalam kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) pada 19 Januari 2026 di Aula SLB Balong. Pengawas Dinas Dikpora DIY, Sarwiasih menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap SLB Balong sebagai SLB swasta yang mampu tampil dan berprestasi secara nasional.

Sarwiasih menilai capaian tersebut membuktikan bahwa keterbatasan sarana dan status swasta bukan penghalang untuk maju. Menurutnya, dulu SLB swasta kerap tertinggal dari SLB negeri dalam hal sarana, prasarana, maupun waktu, namun kini semangat dan kinerja SLB Balong justru mampu melampaui ekspektasi.

Pada tahun 2025, SLB Balong mencatatkan tiga prestasi nasional, yakni juara 1 nasional bidang teknologi informasi Excel, juara 1 nasional Papernas cabang tenis meja, serta juara 1 dan 2 tingkat nasional pada ajang Young Coder World Cup (YCWC) 2025.

Kepala SLB Balong, Muh Usup dalam sambutannya menyampaikan persiapan penilaian kinerja kali ini justru melibatkan para guru. Ia berharap para guru kelak siap menjadi kepala sekolah dan memahami apa saja yang perlu dipersiapkan. “Saat ini SLB Balong memiliki 15 guru dengan jumlah siswa sebanyak 62 anak yang terdiri dari disabilitas grahita, rungu, daksa, dan autis”.

Muh Usup menjelaskan bahwa keberhasilan sekolah tidak lepas dari dukungan Dinas, Yayasan, serta peran aktif orang tua. Pihak sekolah berencana meningkatkan pengelolaan website pada tahun 2026 dengan memanfaatkan anggaran BOS Nasional agar dokumentasi dan data sekolah tersimpan lebih baik dan lengkap. “SLB Balong rutin menggelar pertemuan wali murid setiap bulan melalui forum internal yang disebut Forkom,” ujarnya.

Simak juga ..  Dari Data Menuju Aksi: Wujudkan Inklusi Anak Down Syndrome Lewat Hasil Penelitian

Rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Sarwiasih. Ia menekankan bahwa pengelolaan administrasi sekolah ke depan harus berbasis digital agar data mudah diakses dan siap disajikan kapan pun dibutuhkan, baik oleh kepala sekolah maupun pengawas.[]

 

Penulis: Endarwati

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content