Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Pengalaman Pertama Unhas Menyelenggarakan UTBK Bagi Calon Mahasiswa Baru Difabel

Views: 23

Solidernews.com – Universitas Hasanuddin akhirnya mengambil peran dalam penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025. Selain membentuk Unit Layanan Disabilitas yang diberi nama Pusat Disabilitas (Pusdis) pada 2023 lalu, penyelenggarakan UTBK bagi mahasiswa difabel ini juga ikut menjadi simbol lanjutan komitmen Unhas dalam menciptakan atmosfer pendidikan tinggi yang inklusif. Menurut Ilham Rahmat (anggota divisi mediasi Pusdis Unhas), permohonan untuk menyelenggarakan UTBK bagi calon mahasiswa baru (camaba) difabel ini sudah dikirimkan oleh Unhas sejak Januari 2025.

“Alhamdulillah pusat mengizinkan, tapi cuma untuk difabel fisik dan Tuli,” ujarnya saat diwawancarai oleh solidernews (29/04/2025).

 

Lebih lanjut, Ilham mengungkapkan perasaan senangnya yang sangat besar karena Unhas telah diberi mandat untuk turut menyelenggarakan UTBK bagi camaba difabel. Meski di sisi lain, ia juga merasa kecewa, karena Unhas tidak atau belum diberi peluang untuk menyelenggarakan UTBK bagi camaba difabel netra.

“Informasi yang kami dapatkan itu katanya untuk netra, memang terfokus di UNM karena katanya terlanjur selama ini UNM yang jadi penyelenggaranya,” tutup Ilham.

Sebanyak 16 camaba difabel  terdaftar akan mengikuti UTBK di Universitas Hasanuddin. Ujian yang digelar pada 23 April–3 Mei 2025 tersebut telah dipersiapkan melalui kolaborasi aktif panitia lokal, Pusat Disabilitas Unhas dan panitia pusat UTBK.

Kepala PUSDIS Unhas, Dr. Ishak Salim mengonfirmasi adanya penyelenggaraan UTBK bagi camaba difabel di Unhas. Sebanyak 10 peserta disabilitas sensorik pendengaran (Tuli), 1 peserta dengan low vision, dan 5 peserta disabilitas fisik akan diuji dengan jadwal tersebar selama 10 hari.

Simak juga ..  Begini Cara Universitas Hasanuddin Sambut Mahasiswa Baru Difabel

Menariknya, Pusdis juga memberikan pelatihan penggunaan teknologi asisten seperti NVDA (NonVisual Desktop Access) untuk peserta low vision dan bimbingan oleh mahasiswa Tuli Unhas. Camaba yang akan mengikuti ujian juga didampingi langsung oleh para relawan dan mahasiswa difabel Unhas. Praktik-praktik ini bukan hanya memenuhi hak aksesibilitas peserta ujian, tetapi di sisi lain juga sekaligus memberi kesempatan bagi mahasiswa difabel Unhas untuk berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Girandi (mahasiswa difabel fisik dan intelektual Unhas) dalam wawancara yang dilakukan oleh solider pada Senin, 28 April 2025. Pemuda yang dikenal humoris dan selalu ceria itu nampak sangat bersemangat mengantarkan camaba difabel menuju ruang ujian di laboratorium komputer Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Menurut Girandi, menemani para peserta dan menyemangati mereka sesaat sebelum masuk ke dalam ruangan membuatnya merasa bahagia. Ia berharap, dengan begitu para peserta merasa mendapat dukungan untuk melanjutkan pendidikan.

Selama berjalannya UTBK di Unhas, kantor Pusat Disabilitas Unhas selalu ramai dengan relawan, mahasiswa difabel dan camaba difabel yang berlalu lalang. Mereka nampak menunggu waktu ujian dengan menguatkan satu sama lain, juga dibantu untuk belajar beberapa hal oleh relawan dan mahasiswa difabel. Pusdis juga memberi keleluasaan untuk menginap bagi peserta yang berasal dari luar kota Makassar.

Meskipun tidak ada pemisahan ruangan antara peserta UTBK difabel dan nondifabel, sebagai upaya memberikan aksesibilitas dan akomodasi yang layak, pengelola UTBK. Universitas Hasanuddin secara administrasi telah memastikan seluruh camaba difabel mendapat ruang ujian yang aksesibel. Dalam hal ini, laboratorium komputer Fakultas Hukum dipilih untuk menjadi ruangan ujian para camaba difabel. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan aksesibilitas area parkir, plataran, koridor sampai dengan lebar pintu yang dinilai mudah diakses bagi difabel berkursi roda dan mudah untuk ditemukan oleh difabel Tuli.

Simak juga ..  Akses Pendidikan Tinggi Bagi Difabel dan Kondisi Perguruan Tinggi Di Makassar

Selain penyelenggaraan UTBK, Universitas Hasanuddin juga kembali akan membuka pendaftaran mahasiswa baru jalur khusus afirmasi difabel. Sebanyak 10 kursi telah disiapkan oleh Unhas bagi camaba difabel yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Hasanuddin, dengan fakultas dan jurusan yang tidak terbatas. Bagi camaba yang gagal dalam jalur ujian berbasis tes, kepala Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin menghimbau mereka untuk terus bersemangat dan mencoba mendaftar melalui jalur khusus afirmasi difabel.

Dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini, Universitas Hasanuddin melalui Pusat Disabilitas telah mengalami perkembangan yang sangat pesat terkait dengan ilmu pengetahuan kedifabelan dan pelayanan bagi masyarakat difabel. Unhas bukan hanya membuka jalur khusus afirmasi difabel, tetapi juga memberikan sejumlah aksesibilitas dan akomodasi yang layak sebagai upaya untuk memenuhi hak pendidikan kelompok difabel. Mulai dari pendampingan mobilitas antar jemput, penyediaan relawan juru bahasa isyarat, jaminan beasiswa afirmasi sampai dengan kamar asrama gratis telah diberikan oleh Universitas Hasanuddin. Di media sosial, Pusdis Unhas mengajak semua orang untuk menggunakan hastag #unhasuntukdifabel untuk menjangkau pelajar difabel yang belum tersentuh informasi mengenai jalur khusus afirmasi difabel.[]

 

Reporter: Nabila May

Editor     : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content