Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Ocha Ananda Suherik

Peduli Kasih ABK Gelar Webinar Mempersiapkan Remaja Difabel Siap Kerja

Views: 8

Solidernews.com –Setiap remaja, termasuk difabel, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan kerja.

Namun, kesenjangan akses dan risiko diskriminasi di tempat kerja masih menjadi tantangan besar.

Oleh karena itu, kesiapan mental dinilai penting agar remaja difabel mampu menghadapi dunia kerja secara lebih sehat dan percaya diri.

Hal tersebut disampaikan psikolog Ocha Ananda Suherik dalam kelas diskusi bertajuk “Dukung Tumbuh & Siap Kerja: Langkah Nyata Mempersiapkan Remaja Difabel Menghadapi Dunia Kerja” yang digelar Yayasan Peduli Kasih ABK secara daring melalui Zoom, pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 19.00-21.00 WIB.

Ocha menekankan bahwa langkah awal menghadapi diskriminasi adalah memahami hal-hal yang berada dalam kendali diri sendiri.

“Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain memperlakukan kita. Yang bisa kita kendalikan adalah cara kita memandang diri sendiri dan cara kita menyikapi perlakuan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, terlalu fokus pada hal-hal di luar kendali justru akan menguras energi emosional. Sebaliknya, dengan memusatkan perhatian pada hal yang bisa dikendalikan, individu dapat menjaga kesehatan mentalnya.

Ia juga menyarankan agar pekerja, termasuk difabel, berani meminta umpan balik secara langsung jika menghadapi penilaian yang dirasa tidak adil.

“Kalau memungkinkan, kita bisa bertanya dengan baik. Misalnya, ‘Saya dinilai kurang ramah, boleh dijelaskan maksudnya seperti apa supaya saya bisa memperbaiki diri?’” kata Ocha.

Dengan cara tersebut, kata dia, pekerja difabel dapat berupaya menyamakan persepsi dengan atasan terkait harapan dan kontribusi kerja.

Namun, jika atasan tidak terbuka atau responsnya tidak objektif, kondisi itu perlu disadari sebagai sesuatu yang berada di luar kendali.

Simak juga ..  Sejumlah Difabel DKI Jakarta Coba Mengakses Bursa Kerja

Selain itu, Ocha mengingatkan pentingnya mempertimbangkan dampak dan manfaat saat menghadapi situasi kerja yang berat, termasuk ketika mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

“Tuliskan manfaat dan dampaknya. Dengan ditulis, keputusan akan terasa lebih rasional dan jelas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya support system atau sistem dukungan. Dukungan tidak hanya datang dari keluarga, tetapi juga dari rekan kerja yang suportif.

“Penilaian negatif dari satu orang tidak selalu mewakili pandangan semua orang di tempat kerja,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, Ocha turut menyinggung kesenjangan dalam dunia kerja bagi difabel.

Dari sisi perusahaan masih terdapat kendala dalam merekrut difabel karena kurangnya wawasan, fasilitas yang belum ramah difabel, hingga stigma mempekerjakan difabel akan menurunkan produktivitas kerja.

“Ada juga perusahaan yang merekrut hanya untuk memenuhi kewajiban aturan, bukan karena kesiapan sistem,” ujarnya.

Untuk itu, kesiapan kerja perlu dibangun sejak dini.

Menurut Ocha, pendidikan awal harus diarahkan pada kemandirian, disusul dengan penguatan keterampilan sosial dan emosional pada masa remaja.

“Banyak remaja difabel mengalami kesulitan percaya diri dan kesulitan berelasi. Ini perlu dilatih secara bertahap,” katanya.

Ia menambahkan, kepercayaan diri anak dapat tumbuh jika lingkungan menghargai keberadaan dan potensi mereka.

“Jangan meremehkan kemampuan anak, tapi juga jangan menuntut di luar kapasitasnya,” ucap Ocha.

Menurutnya, potensi anak bisa dikenali melalui pengamatan sehari-hari.

Aktivitas yang membuat anak lebih fokus dan bahagia dapat menjadi petunjuk arah pengembangan minat dan kesiapan karier ke depan.[]

 

Reporter: Tri Rizky

Editor     : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content