en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Mengenal ADHD dan Pekerjaan yang Cocok bagi Mereka

Solidernews.com – Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau yang biasa disebut dengan ADHD merupakan gangguan mental jenis perkembangan yang menyebabkan seseorang sulit memusatkan atensi, serta perilaku impulsive dan hiperaktif. Untuk tipe tipe ADHD terdiri dari 3 tipe yaitu kondisi kurang atensi yang dominan, kondisi hiperaktif yang dominan serta campuran antara keduanya.

 

Kondisi ADHD biasanya dapat dilihat pada usia awal. Dalam DSM 5 setidaknya ada 6 dari 9 tanda ini muncul pada usia awal tersebut. Tanda  tersebut terbagi menjadi 2 bagian yang berbeda-beda. Untuk tanda-tanda yang menunjukkan gejala kurang atensi yaitu kurang atensi terhadap tugas yang ada, lupa terhadap hal-hal kecil yang detail, terburu buru dalam mengerjakan tugas, tampak seperti memiliki sikap tidak mendengarkan saat diajak berbicara oleh orang lain, kesulitan mengatur berbagai hal, tidak menyelesaikan pekerjaan yang sedang dikerjakannya, cenderung tidak suka atau menghindari tugas yang memerlukan tingkat atensi yang tinggi, dan mudah melupakan atau menghilangkan benda yang dimiliki. Sedangkan untuk tanda-tanda yang menunjukkan gejala hiperaktifnya yaitu melakukan gerakan kecil pada tubuh secara berulang-ulang, adanya dorongan internal untuk selalu bergerak seperti meninggalkan kursi, memanjat sesuatu, berteriak keras, kesulitan dalam menunggu antrian dan hal lainnya. Namun pada saat usia dewasa, gejala ADHD akan muncul dalam bentuk seperti kecenderungan suka menunda nunda pekerjaan, mood yang tidak stabil dan rendahnya harga diri. Individu dewasa dengan ADHD akan lebih sering menunjukkan kurang atensi dan berperilaku impulsive karena gejala hiperaktif pada ADHD dewasa dapat ditutupi dengan melakukan aktivitas yang lebih wajar dan lebih sesuai norma Masyarakat.

 

Berbagai hal yang membuat ADHD memenuhi kriteria difabel

Pada undang-undang tahun 8 tahun 2016 menyebutkan salah satu tipe difabel yang diakui dalam undang-undang tersebut adalah difabel mental. DSM 5 menyebutkan bahwa ADHD masuk dalam gangguan mental jenis perkembangan sehingga secara tipe ADHD memenuhi kriteria sebagai difabel. Ditambah lagi undang-undang tersebut menyebutkan bahwa ada 3 aspek yang mesti dipenuhi agar seseorang dapat dikatakan mengalami kondisi difabel. aspek pertama yaitu adanya kekurangan fungsi pada bagian tertentu. Kedua yaitu terbatasnya aktivigas yang dapat dilakukan karena difabel yang dimiliki. Ketiga yaitu terbatasnya partisipasi yang dapat dilakukan  individu ditengah Masyarakat. Pada aspek kekurangan fungsi tubuh tertentu, ADHD memiliki level atensi dan konsentrasi yang kurang pada banyak hal dibandingkan populasi non difabel. Pada aspek terbatasnya aktivitas yang dapat dilakukan, ADHD akan kesulitan untuk melakukan aktivitas yang memiliki banyak distraksi (contoh yaitu menjadi kasir). Pada aspek terbatasnya partisipasi yang dapat dilakukan ditengah masyarakat tentu saja individu ADHD akan sulit mengikuti acara acara yang kondisinya terlalu ramai karena ada banyaknya distraksi namun disisi lain dia sulit menjaga fokusnya. Dengan kata lain, ADHD memenuhi 3 aspek kesulitan seperti yang disyaratkan dalam Undang Undang.

 

Pekerjaan yang cocok untuk ADHD

Tidak semua pekerjaan yang ada disini benar benar cocok seutuhnya bagi ADHD karena individu dengan ADHD sendiri memiliki bakat dan minat yang berbeda. Namun list pekerjaan ini adalah list pekerjaan yang dapat memanfaatkan gejala-gejala individu dengan ADHD secara lebih baik.

 

Pekerjaan pertama yaitu pengusaha dimana pekerjaan ini cukup fleksible karena sebagai boss individu dengan ADHD dapat memilih jam kerja yang diinginkannya. Ditambah lagi dengan perlunya pembisnis untuk aktif bergerak membuat pekerjaan ini cocok untuk ADHD. Contoh pengusaha dengan ADHD yaitu Richard Branson, John T Chambers, David Neeleman dan lain sebagainya.

 

Pekerjaan kedua yaitu artis dimana pekerjaan ini memerlukan pemikiran kreatif, ide yang banyak dan tidak semua artis memerlukan waktu yang lama untuk mengerjakan pekerjaannya. Kecenderungan dalam pekerjaan seniman dapat memaksimalkan potensi individu dengan ADHD. Contoh artis dengan ADHD yaitu Emma Watson.[]

 

 

 

 

Daftar Pustaka

https://www.additudemag.com/slideshows/jobs-for-people-with-adhd/

https://www.psychologytoday.com/us/blog/entrepreneurs-adhd/200909/seven-habits-highly-successful-entrepreneurs-adhd

https://www.additudemag.com/slideshows/famous-people-with-adhd/

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air