en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Memperkenalkan Puasa pada Anak Autisme, Tips dan Manfaat Puasa

Solidernews.com – Bulan Ramadan bukan hanya saat yang tepat bagi umat Islam untuk mendalami nilai-nilai ibadah, tetapi juga momen berharga untuk mengajarkan anak tentang puasa. Bagi orangtua anak autisme, mengenalkan puasa mungkin menjadi tantangan tersendiri, tetapi dengan kesabaran dan pendekatan yang tepat, hal ini bisa diatasi.

 

Pernahkah Anda mendengar tentang autisme? Ini bukanlah sekadar istilah medis yang terdengar asing. Autisme, atau yang sering disebut Autism Spectrum Disorder (ASD), adalah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan pada sistem sarafnya, yang berdampak pada perilaku sehari-hari mereka, atau yang sering kita sebut sebagai neurobehaviour.

 

Jadi, bagaimana kita bisa mengenali tanda-tanda autisme pada seseorang? Umumnya, gejala gangguan autisme mulai terlihat sekitar usia tiga tahun. Namun, tak jarang pula kondisi ini telah ada sejak bayi lahir ke dunia.

 

Kini, mari kita berbicara tentang sesuatu yang mungkin tidak banyak dibahas: apakah ada perlakuan khusus dalam berpuasa bagi anak-anak dengan autisme? Dalam menangani kasus ini, perlunya pendekatan yang lebih sensitif dan spesifik, karena anak-anak dengan autisme mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda.

 

Saatnya kita membicarakan pendekatan yang sesuai dan nyaman untuk anak-anak ini dalam menjalani ibadah puasa. Yuk, kita bahas bersama-sama!

 

Menurut para ahli, tingkat keparahan autisme yang dialami anak dapat memengaruhi kesiapannya dalam menjalani puasa. Anak dengan tingkat autisme yang ringan biasanya lebih mudah dipersiapkan untuk berpuasa. Namun, hal ini tetap membutuhkan pendekatan yang sabar dan pengertian.

 

Langkah pertama dalam mengajarkan puasa pada anak autisme adalah dengan melakukan pengurangan secara bertahap dalam jumlah porsi makanan yang diberikan kepada mereka. Hal ini memberi tubuh mereka kesempatan untuk beradaptasi secara perlahan-lahan.

 

Selain itu, mengurangi konsumsi gula dan garam juga dapat membantu mengurangi rasa haus dan lapar yang mungkin dirasakan oleh anak.

 

Ketika bulan puasa tiba, orangtua dapat memandu anak untuk berbuka secara bertahap pada jam-jam tertentu. Misalnya, mulai dari berbuka pada jam 10 pagi. Jika anak berhasil melakukannya dalam beberapa hari, lama berpuasanya dapat diperpanjang hingga waktu Zuhur, Ashar, dan seterusnya, hingga mereka dapat berpuasa penuh.

 

Tidak ada satu pendekatan yang tepat untuk semua anak autisme, oleh karena itu orangtua perlu melakukan percobaan dan kesalahan untuk mengetahui cara terbaik yang sesuai dengan anak masing-masing. Dengan kesabaran dan cinta, anak autisme juga dapat belajar dan berpuasa dengan baik seperti anak-anak lainnya.

 

Tips-tips puasa untuk Anak Autisme

Kalau bicara soal mengajarkan anak autisme berpuasa, ternyata ada trik khususnya nih. Gracia Ivonika, seorang psikolog, punya beberapa saran yang bisa dicoba untuk bikin anak autisme lebih nyaman ibadah puasa. Yuk, simak!

 

  1. Mulai dari Jauh-Jauh Hari

Anak autisme butuh rutinitas yang jelas, jadi penting banget untuk mulai mengenalkan konsep puasa dari awal. Tapi, sebelumnya, cek dulu ya apakah si kecil udah siap atau belum. Kita bisa melihat dari kemampuannya dalam hal-hal seperti mengantri, menunggu, atau bersabar.

 

  1. Gunakan Media yang Mudah Dipahami

Setiap anak punya cara belajar yang berbeda-beda. Ada yang lebih suka diceritain, ada yang lebih suka liat video. Nah, penting banget nih buat kita nyesuaikan cara mengajarkan puasa dengan cara belajar anak kita.

 

  1. Lakukan Secara Bertahap

Sesuai dengan kemampuan dan kesiapan anak, kita bisa mengajarkan mereka untuk menahan haus dan lapar secara bertahap. Jangan lupa, terus pantau kondisinya ya!

 

  1. Gunakan Alarm Sebagai Tanda Berbuka

Pakai alarm sebagai tanda berbuka puasa bisa membantu anak autisme untuk lebih mudah memahami waktu. Jadi, nanti saat alarm bunyi, mereka tahu itu tanda boleh makan dan minum.

 

  1. Apresiasi Usaha Anak

Nggak lupa, setiap usaha anak perlu diapresiasi. Kita bisa kasih mereka makanan kesukaan untuk berbuka puasa, misalnya. Ini bisa bikin mereka semangat banget menjalani puasa dengan baik.

 

Nah, itu tadi beberapa tips dari Gracia Ivonika buat mengajarkan anak autisme berpuasa. Yuk, dicoba!

 

 

Manfaat Puasa dan Kesehatan Bagi Anak Autisme

Coba bayangin, ternyata puasa buat anak autisme bisa jadi kunci buat atur kesehatan usus dan otak mereka, lho! Gak nyangka, kan? Nah, ini nih penjelasannya.

 

  1. 1. Atur Kesehatan Usus

Jadi, penelitian menunjukkan bahwa anak dengan autisme biasanya punya masalah dengan keseimbangan bakteri di usus mereka. Nah, puasa bisa jadi solusinya! Dengan ngasih istirahat pada sistem pencernaan, puasa bisa bikin bakteri baik di ususnya anak kita makin berkembang pesat.

 

Gimana caranya? Jadi, saat puasa, sistem pencernaan anak bisa istirahat dari kerja berat. Hasilnya, bisa kurangi peradangan di usus dan atur keseimbangan bakteri usus jadi lebih sehat. Akhirnya, gejala masalah pencernaan yang sering dialami anak autisme, kayak kembung, sembelit, atau diare, bisa dikurangi.

 

  1. Redakan Peradangan

Peradangan dalam tubuh biasanya terkait sama kondisi kesehatan, termasuk autisme. Nah, puasa ternyata punya efek anti peradangan yang bagus. Dengan nggak makan dalam waktu tertentu, puasa bisa bantu turunin tingkat peradangan di tubuh anak.

 

  1. Dukung Kesehatan Otak

Puasa juga punya manfaat buat kesehatan otak anak autisme, loh! Penelitian nunjukin bahwa puasa bisa bikin otak makin joss. Misalnya, puasa bisa bantu tingkatin fungsi otak dan dorong pertumbuhan sel saraf baru.

 

Efeknya? Bisa bantu optimalin perkembangan otak dan tingkatin fungsi kognitif anak. Lebih jauh lagi, puasa bisa bantu produksi protein penting di otak, yang bisa bantu pembentukan koneksi-koneksi baru antar sel otak.

 

Nah, meskipun penelitian tentang manfaat puasa buat autisme masih di tahap awal, tapi temuan ini cukup menjanjikan, kan? Tapi, inget ya, puasa harus dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan ahli kesehatan yang paham tentang autisme. Jadi, yuk diskusi sama dokter atau ahli kesehatan buat pastiin puasa anak dilakukan dengan aman dan efektif.

 

Dengan demikian, mengenalkan puasa pada anak autisme bukanlah suatu hal yang mustahil. Dengan kesabaran, pengertian, dan beberapa tips yang telah disampaikan, kita bisa membantu mereka menjalani puasa dengan nyaman dan mengoptimalkan manfaat kesehatannya. Yuk, mari kita dukung anak-anak autisme untuk belajar dan berkembang dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka.[]

 

Penulis: Hasan

Editor     : Ajiwan Arief

 

Sumber:

 

  1. Ciputra Hospital. (n.d.). Apa Itu Penyakit Autisme? Diakses dari: [https://ciputrahospital.com/apa-itu-penyakit-autisme/](https://ciputrahospital.com/apa-itu-penyakit-autisme/)

 

  1. Klik Psikolog. (n.d.). Melatih Anak dengan Autisme untuk Berpuasa. Diakses dari: [https://klikpsikolog.com/melatih-anak-dengan-autisme-untuk-berpuasa/](https://klikpsikolog.com/melatih-anak-dengan-autisme-untuk-berpuasa/)

 

  1. Total Care ABA. (n.d.). Does Fasting Prevent Autism? Diakses dari: [https://www.totalcareaba.com/autism/does-fasting-prevent-autism](https://www.totalcareaba.com/autism/does-fasting-prevent-autism)

 

  1. Klik Dokter. (n.d.). Tips Mengenalkan dan Melatih Puasa pada Anak Autisme. Diakses dari: [https://www.klikdokter.com/ibu-anak/tips-parenting/tips-mengenalkan-dan-melatih-puasa-pada-anak-autisme](https://www.klikdokter.com/ibu-anak/tips-parenting/tips-mengenalkan-dan-melatih-puasa-pada-anak-autisme)

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air