Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Membangun Masa Depan yang Lebih Cerah: Tantangan dan Solusi untuk Difabel Gen Z Indonesia

Solideernews.com – Generasi Z, kelompok individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, membawa potensi besar bagi masa depan. Namun, bagi difabel di antara mereka, jalan menuju masa depan yang cerah masih diwarnai dengan berbagai rintangan.

 

Di Indonesia, difabel Gen Z menghadapi sejumlah tantangan unik yang akan menentukan bagaimana mereka dapat berkontribusi dan berkembang di masyarakat. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Aksesibilitas:
  • Pendidikan: Kurangnya infrastruktur dan dukungan yang memadai di sekolah, seperti guru pendamping khusus di sekolah inklusi, media pembelajran yang masih terbatas, ketersediaan buku elektronik atau buku teks braille bagi siswa dengan hambatan penglihatan, dan teknologi bantu yang juga masih minim, dapat menghambat proses belajar dan partisipasi difabel Gen Z dalam pendidikan.
  • Lapangan Pekerjaan: Diskriminasi dalam rekrutmen dan prasangka di tempat kerja masih menjadi hambatan besar bagi difabel Gen Z untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Seperti prasyarat pekerjaan yang masih mencantumkan keterangan sehat jasmani rohani, berpenampilan menarik, atau prasyarat diskriminatif lainnya.
  • Fasilitas Publik: Tempat umum seperti transportasi, ruang publik, dan area komersial yang masih seringkali tidak dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan difabel, sehingga menyulitkan mereka untuk mengaksesnya.
  1. Stigma dan Diskriminasi:
  • Pandangan Negatif: Masyarakat masih sering memiliki pandangan negatif terhadap difabel, menganggap mereka sebagai beban atau tidak mampu bahkan tak jarang masih dianggap aib. Hal ini dapat menimbulkan stigma dan diskriminasi yang menghambat difabel Gen Z untuk mencapai potensi penuh mereka.
  • Pelecehan dan Kekerasan: Difabel Gen Z rentan terhadap pelecehan dan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal terutama pada difabel perempuan, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan emosional mereka. Ironinya kasus pelecehan pada difabel perempuan sering tak ada tindak lanjut hingga hilang bak tertelan bumi. Selain itu kekerasan yang dialami difabel perempuan tak jarang juga dalam bentuk ciber. Aratinya Tindakan kekerasan tersebut terjadi lewat media virtual atau online. Hal ini tentu merupakan tantangan baru bagi difabel perempuan gen Z.
  1. Keterbatasan Teknologi:
  • Ketersediaan: Teknologi bantu yang dibutuhkan difabel Gen Z, seperti perangkat lunak pembaca layar, kursi roda elektrik, dan alat bantu dengar, yang seringkali masih mahal dan sulit diakses. Walau beberapa waktu terakhir sudah sering mendapat bantuan penyediaan alat bantu namun di lapangan tidak sesuai dengan kebutuhan.
  • Ketidaksesuaian: Teknologi yang ada mungkin tidak dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan difabel Gen Z, sehingga tidak jarang kurang dapat mereka manfaatkan secara optimal. Seperti tongkat sensor bagi difabel netra yang masif diberikan ke berbagai daerah tetapi fungsinya tidak berdampak.

 

Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, masa depan difabel Gen Z di Indonesia  bisa menjadi lebih cerah dengan upaya bersama dari berbagai pihak. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Meningkatkan Aksesibilitas: Pemerintah dan swasta perlu bekerja sama dan melibatkan teman-teman difabel untuk memastikan infrastruktur dan layanan publik yang ramah difabel, seperti sekolah/kampus, tempat kerja, transportasi dan area publik lainnya.
  • Mempromosikan Kesadaran dan Edukasi: Kampanye edukasi dan publikasi yang positif tentang difabel perlu dilakukan untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi di masyarakat.
  • Mendukung Inovasi Teknologi: Pengembangan dan penyediaan teknologi bantu yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan difabel Gen Z harus terus didorong.
  • Melibatkan Difabel Gen Z: Difabel Gen Z harus dilibatkan secara aktif dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka, sehingga kebutuhan dan aspirasinya dapat terakomodasi.

Dengan menciptakan masyarakat yang inklusif dan suportif, difabel Gen Z di Indonesia bukan hal yang mustahil dapat  mencapai potensi penuh mereka, yang dapat berkontribusi secara positif bagi bangsa, dan membangun masa depan yang lebih cerah untuk semua.[]

 

Penulis : Harisandy

Editor     : Ajiwan

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air