Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Sumber: Kick Andy

Mari Berliterasi, Ini Sejumlah Pesan Ramaditya Adikara bagi Penulis Difabel Pemula

Views: 46

Solidernews.com, Jakarta –  Rajutan Aksara menggelar Bincang Santai episode kedua bertema “Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya” pada Sabtu, 19 April 2025 pukul 10.00–12.00 WIB melalui Google Meet.

Website karya sastra tersebut berhasil mengundang sejumlah peserta difabel dan nondifabel dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Narasumber dalam webinar ini adalah Ramaditya Adikara, seorang difabel netra yang telah menulis 18 buku dan menginspirasi banyak orang melalui karyanya.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi difabel netra untuk menjadi penulis.

Ia menyampaikan beberapa pesan penting dan mendalam bagi peserta yang ingin belajar dan mendalami keterampilan menulis. Memiliki berbagai hambatan seperti hambatan visual bukan penghalang bagi seseorang untuk belajar dan menjadi penulis.

Lebih terperinci, ia mengungkapkan pentingnya mencatat deskripsi visual. “Sebagai difabel netra, kita tidak tahu bagaimana ekspresi orang yang malu ketika ditembak atau dipukul kepalanya. Jadi, saya catat semua itu dari cerita. Bahkan, saya punya visual database yang isinya kumpulan deskripsi visual,” katanya.

Rama juga mengingatkan agar peserta membiasakan untuk rutin membaca. “Saya usahakan seminggu membaca satu novel agar mendapatkan banyak deskripsi visual.”

Masih menurut Rama, bahwa kepribadian memengaruhi bagaimana seseorang berkarya. “Dengan mengenal kepribadian sendiri, teman-teman dapat berkarya dan mengembangkan potensinya sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.”

Pada poin ini, ia memaparkan empat kepribadian manusia, yaitu: sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis.

Selain itu, ia menambahkan bahwa keempat kepribadian tersebut akan mempermudah penulis dalam menciptakan tokoh-tokoh yang beragam dalam ceritanya.

Ramaditya Adikara menutup presentasinya dengan menyampaikan pesan yang sangat inspiratif:

Simak juga ..  Berdaya Dengan Kata Di HUT Pertuni Ke-59

“Jangan sampai kamu menulis atau berkarya tanpa meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca. Karya sastra yang baik, apa pun ceritanya, harus bermanfaat, mengarahkan pembaca ke arah positif, dan menyampaikan pesan moral.”

Salah satu peserta webinar, Azka Seftiadiska, turut menyampaikan kesan-kesannya setelah mengikuti sesi pembelajaran tersebut.

“Saya berterima kasih atas pemaparan materi ini. Saya jadi tahu mana sifat yang saya miliki dari empat personality yang memengaruhi seseorang untuk berkarya,” ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Ni Putu Rismayanti Yulinda. Ia mengungkapkan, “Saya jadi tahu bagaimana mendapatkan ide-ide dari setiap keterbatasan dan tantangan untuk terus berkarya,” ujarnya antusias.[]

 

Reporter: Tri Riski Wahyu Djari

Editor       : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content