Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Komnas Disabilitas Upayakan Pemenuhan Hak Pendidikan Tinggi

Komnas Disabilitas Upayakan Pemenuhan Hak Pendidikan Tinggi

Solidernews.com, Yogyakarta – Jumat (14/6) kemarin, Komisi Nasional Disabilitas (KND) menggelar kegiatan “Advokasi Pemenuhan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas di Perguruan Tinggi” bertempat di Badan Pendidikan, Pelatihan, dan Penyuluhan Sosial Regional III Yogyakarta, Kementerian Sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan mengenai hak pendidikan tinggi bagi difabel, mengadvokasi pemenuhan hak tersebut, serta memperkuat dukungan multipihak, termasuk Kementerian/Lembaga, perguruan tinggi, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

 

Dalam kegiatan ini, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd, Ketua Komnas Disabilitas menegaskan bahwa dirinya melihat perkembangan yang sangat positif dalam upaya pemenuhan hak pendidikan tinggi bagi difabel, terutama di UGM. Walaupun begitu, masih banyak yang perlu dilakukan, terutama dalam hal aksesibilitas dan penyediaan alat bantu.

“Salah satu hal yang digarisbawahi dalam Pemendikbudristek 48 Tahun 2023 adalah soal keberadaan ULD (Unit Layanan (Disabilitas). Dalam hal ini, saya turut mengapresiasi UGM karena telah memberikan berbagai akomodasi yang layak kepada mahasiswa disabilitas melalui Pokja ULD,” tuturnya.

 

Sementara itu, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi, Ph.D, Wakil Dekan 3 Fakultas Psikologi UGM yang merangkap sebagai Pokja ULD mengkonfirmasi bahwa UGM secara bertahap mulai menunjukkan peningkatan pelayanan terhadap mahasiswa difabrl. Kendati ULD belum diluncurkan secara resmi, namun pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan yang bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa difabel.

“Kami telah membuat SOP berbagai layanan mulai dari pendampingan saat seleksi masuk, asesmen kebutuhan, PPSMB, pendampingan KKN, hingga pendampingan pengerjaan skripsi atau tugas akhir. Di luar itu, kami juga memberikan afirmasi kepada mahasiswa dengan hambatan motorik terkait penambahan waktu ujian, menyusun buku saku standar minimal fasilitas, serta pemberian penugasan kuliah yang disesuaikan dengan ragam difabel yang dimiliki,” terangnya.

 

Lebih lanjut, Pradytia menjelaskan bahwa UGM memberikan perhatian khusus kepada setiap awardee LPDP yang memiliki disabilitas. Terlebih lagi, UGM menjadi salah satu kampus dalam negeri yang paling diminati oleh para awardee LPDP. Saat ini, UGM juga sedang menerima 11 disabilitas awardee LPDP untuk program pengayaan Bahasa di Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya UGM.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama untuk mendukung aksesibilitas pendidikan tinggi bagi difabel serta mengembangkan program atau layanan yang memenuhi kebutuhan mereka. Praktik baik yang dilakukan di UGM, diharapkan dapat menjadi tolak ukur bagi institusi lain untuk bisa direplikasi agar semakin banyak mahasiswa difabel yang merasakan manfaatnya.

 

Selain itu, kerja sama antara KND dan berbagai pihak telah menunjukkan hasil positif, seperti peningkatan jumlah difabel yang lolos seleksi beasiswa LPDP untuk jenjang S2 dan S3 baik di dalam maupun luar negeri pada tahun 2023 kemarin. Melalui kegiatan ini, KND berharap dapat terus menguatkan sinergi antar pihak untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan setara bagi difabel di semua jenjang pendidikan.[]

 

Reporter: Bima Indra

Editor    : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air