Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Kampanyekan Baca Arab Braille, Anggota ITMI DIY Tadarus Bersama

Solidernews.com – Sebanyak 90 an anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Daerah Istimewa Yogyakarta tadarus Al-qur’an Braille bersama. Kegiatan yang berlangsung pada sabtu, 23 Maret tersebut dilaksanakan di Pendapa Abdi Praja Kemantren Kotagede Yogyakarta.

 

Narsi, ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia  (PW ITMI) DIY mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut selain untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1445 dan menjadi ajang silaturahmi juga sebagai upaya untuk menkampanyekan membaca Al-qur’an braille di kalangan kawan difabel netra muslim di Yogyakarta.

 

“bulan Ramadhan adalah moment yang baik untuk saling bersilaturahmi dan saling bertemu antar anggota ITMI. Untuk itu kami selenggarakan kegiatan pada hari ini dengan tujuan agar terjalin dan terjaga tali silaturahmi antar anggota. Selain itu, kegiatan juga bertujuan agar kawan difabel netra gemar membaca Al-qur’an braille.”

 

Narsi menambahkan, kegiatan diawali dengan tadarus bersama tiga puluh juz Al-qur’an, dilanjutkan dengan berdoa bersama dan mendengarkan tausyiah dari Habib Hasan Abdulllah Alkaff.

 

Ali Affandi, ketua Dewan Syura ITMI DIY mengungkapkan, saat ini, Al-qur’an braille belum banyak dapat diakses oleh kalangan difabel netra di Indonesia. Secara jumlah, belum banyak difabel netra yang dapat memiliki Al-qur’an braille di rumah mereka masing-masing. Meski masih mengalami banyak penyempurnaan dari kementerian agama terkait penulisannya, Ali berharap agar Al-qur’an braille dapat dinikmati oleh banyak difabel netra di Indonesia. Ia menambahkan bahwa akses peribadatan, termasuk akses kitab suci merupakan salah satu hak warga negara yang idealnya harus dipenuhi

.

Dari sisi keterjangkuan kemamapuan kawan netra untuk membaca Al-qur’an braille masih sangat terbatas. Secara umum, sebanyak 60% hingga 70% masyarkat Indonesia yang beragama muslim belum bisa membaca Al-quran. Sementara itu, hanya sekitar 10% persen penduduk difabel netra di Indonesia yang dapat mengakses pendidikan formal. Ini dapat diasumsikan bahwa, kurang dari 10% pula difabel netra di Indonesia belum dapat membaca Al-qur’an braille.

 

Kegiatan yang sekaligus dirangkai dengan buka bersama tersebut didukung pula oleh Rumah Zakat, dan sejumlah entitas lain yang bersinergi mensukseskan kegiatan tersebut.[]

 

Reporter: Sri Hartanty

Editor     : Ajiwan

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air