en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Its okay That Love, Drakor dengan Multi Difabel

Solidernews.com – Its okay that lover merupakan drama korea yang tayang pada tahun 2014 dengan karakter multi difabel. Drama korea ini mengisahkan beberapa karakter yang memiliki gangguan mental. Gangguan mental yang dimiliki dalam drama ini beragam. Antara lain Obsessive Compulsive Disorder) atau OCD, Skizofrenia, Fobia Seksual, Sindrom Tourette, Conduct disorder dan Anxiety Disorder.

 

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) & Skizofrenia

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau biasa disingkat OCD merupakan salah satu jenis gangguan kecemasan kronis dan jangka panjang yang umum terjadi. Ganggguan mental ini menyebabkan seseorang memiliki pikiran yang sulit terkendali (obsesif) sehingga mendorongnya untuk melakukan perilaku berulang (kompulsif). Pikiran ini tidak diinginkan oleh individu dengan OCD. Bahkan terkadang hal yang mereka lakukan tidak masuk akal dan menganggu. Meskipun demikian, pikiran ini sangat sulit dikontrol oleh mereka. Sebagai contoh, individu dengan OCD cenderung menata barang dalam keadaan rapi, urut dan sesuai warna. Jika hal itu tidak dilakukan. Maka akan membuat mereka sangat terganggu dan tidak nyaman.

 

Penggambaran karakter salah satu karakter dalam drama ini adalah Jang Jae Yol, penulis novel misteri berusia awal 30-an. Ia tidak bisa tidur ditempat tidur dan terobsesi pada warna tertentu. Hal ini terjadi karena semasa kecil ia korban KDRT. Pada suatu hari, ia disiksa oleh ayahnya ketika ia kecil dan tanpa sengaja ibunya membunuh ayahnya. Di pengadilan ia justru menuduh kakaknya yang membunuh ayahnya. Hal ini menyebabkan ia mengalami trauma dan memiliki gangguan mental. Setelah dewasa, gangguan mental tersebut berkembang dari awalnya hanya OCD, pada akhirnya ia juga memiliki skizofrenia.

 

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang mempengaruhi pikiran, perasaan dimana mereka tidak bisa membedakan realita secara normal. Dengan kata lain, individu dengan skizofrenia tidak bisa membedakan khayalan dan kenyataan.

 

Suatu hari muncul Kang Woo, seseorang yang mengaku fans Jang Jae Yol. Ia merupakan remaja SMA yang memiliki cita-cita sebagai penulis dan meminta Jang Jae Yol membaca sampai habis novel yang ditulisnya. Novel tersebut menceritakan pengalaman hidup Jang Jae Yol mulai kecil dan menggambarkan kisah trauma masalalunya. Kang Woo tidak nyata adanya, ia hanya halusinasi dari Jang Jae Yol sebagai gambaran kisah masa lalunya sebagai korban KDRT yang mempunyai mimpi sebagai penulis. Pada akhirnya Jang Jae Yol sadar bahwa Kang Woo hanya halusinasi ketika ia bertemu dengan Psikiater Bernama Ji Hae Soo yang ternyata memiliki gangguan mental yaitu Anxiety Disoder dan Fobia Seks.

 

Anxiety Disoder dan Fobia Seks.

Anxiety Disorder merupakan perasaan takut berlebihan yang terjadi pada seseorang yang berdampak pada kegiatan sehari-hari. Anxiety disorder memiliki gejala antara lain: panic disorder yaitu individu dengan panic disorder merasa adanya perasaan seperti ketakutan yang muncul berulang tanpa adanya peringatan sebelumya. Hal yang dapat terjadi seperti keringat, nyeri dada, berdebar-debar dan perasaan tercekik.

 

Gangguan cemas dengan fobia, gangguan ini terjadi karena rasa khawatir yang berlebihan saat berada di suatu kondisi tertentu. Rasa khawatir sering kali berpusat pada ketakutan dan rasa khawatir melakukan sesuatu hal.

 

Ji Hae Soo merupakan psikiater berusia 30 tahun yang menjalani tahun pertama di rumah sakit universitas. Ia memiliki kepribadian dingin dan dianggap dokter berkarisma, tapi ia berhati lembut dan cepat marah. Banyak orang mengakui bahwa ia handal dalam pekerjaannya, namun ia meragukan apakah ia cocok dengan pekerjaan ini. Ia mengalami kesulitan menempatkan dirinya dalam posisi para pasien karena ia memiliki anxiety disorder dan fobia.

 

Ji Hae Soo mengalami gangguan mental akibat pernah menyaksikan perselingkuhan ibunya. Ibunya selingkuh dari ayahnya yang saat itu sedang sakit keras. Pengalaman tersebut membuatnya mengalami gangguan kecemasan sekaligus sentiment terhadap percintaan. Ia tidak bisa menjalin hubungan dengan lawan jenis karena khawatir akan perselingkuhan.

 

Namun pada akhirnya ia bertemu dengan seorang pasien yaitu Jang Jae Yol yang juga memiliki gangguan mental dan akhirnya mereka menjadi dekat dan saling mengobati gangguan mental dan trauma yang selama ini mereka miliki.

 

Tourette Syndrome

Sindrom Tourette merupakan gangguan yang ditandai dengan tic, yaitu Gerakan atau ucapan yang tidak terkendali. Kondisi ini dimulai pada usia 2-15 tahun hingga dewasa dan umum terjadi pada anak laki laki daripada Perempuan. Sindrom Tourette umumnya akan membaik seiring bertumbuhnya usia. Akan tetapi, individu dengan sindrom Tourette harus menjalani pengobatan untuk mengatasi kondisi ini. Gangguan ini dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan.

 

Park Soo Kwang merupakan teman satu apartemen Ji Hae Soo. Ia memilih tinggal sendiri dan jauh dari orang tua karena memiliki hubungan buruk dengan ayahnya. Gejala pertama kali muncul pada saat Park Soo Kwang berusia 7 tahun. Itu adalah hari pertamanya masuk SD. Saat guru mengabsen, ia tanpa terkendali dan tanpa sengaja mengucapkan kata secara tak beraturan.

 

Ayahnya seorang tentara dan menganggap anak laki-lakimya tidak cukup Jantan dan tidak pintar seperti ibunya. Jadi ia memukuli Park Soo Kwang dan ibunya membawanya ke rumah sakit keesokan harinya. Dokter memberikan resep untuknya, namun ibunya tidak memberikan obat tersebut kepadanya dan membuat penyakitnya kian bertambah parah. Kemudian ia diasingkan dan tidak lulus SD. Beberapa tahun kemudian ia pergi ke klinik dan mendapatkan pengobatan dan membaik.[]

 

Reporter: Emsa

Editor     : Ajiwan Arief

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air