Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Internalisasi Makna Nilai Lahirnya Pancasila Dalam Mewujudkan Kehidupan Difabel yang Setara

Solidernews.com – belum lama ini, bangsa Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila pada 1 juni silam. Sebagai bangsa Indonesia yang baik, kita pastinya sudah menghafal setiap butir dalam pancasila. Namun, apakah kita sudah pernah merenungi makna butir-butir tersebut dan menginternalisasikannya dalam menciptakan kehidupan yang setara bagi semua, termasuk difabel?

 

Jawabannya, berpulang kepada pribadi masing-masing. Karena yang tahu suatu nilai sudah terinternalisasi pada diri dan sanubari, ya diri kita masing-masing, sobat inklusi. Semoga tulisan kali ini dapat menggugah kita semua tentang arti penting lahirnya pancasila dan hubungannya dengan inklusi difabilitas.

 

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, menjadi landasan utama dalam pembangunan dan pembentukan identitas nasional. Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, sebuah momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Namun, dalam konteks inklusi difabel, bagaimana Pancasila mempengaruhi perlakuan dan keterlibatan masyarakat terhadap difabel?

 

  1. Pancasila sebagai Landasan Inklusifitas

Pancasila mengandung nilai-nilai dasar seperti keadilan sosial, persatuan, dan kerakyatan yang merupakan pijakan untuk menciptakan masyarakat yang inklusif bagi semua warga negara, termasuk difabel. Prinsip-prinsip ini menegaskan pentingnya kesetaraan hak dan kesempatan bagi semua individu, tanpa memandang latar belakang atau kondisi fisik maupun mental.

 

  1. Implementasi Pancasila dalam Kebijakan Inklusif Difabel

Keterkaitan antara Pancasila dan inklusifitas difabel tercermin dalam kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia. Misalnya, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang bertujuan untuk melindungi hak-hak dasar dan memastikan keterlibatan difabel dalam berbagai aspek kehidupan.

  1. 3. Tantangan dan Tindakan Lanjutan

Meskipun demikian, masih ada banyak tantangan dalam mewujudkan inklusi difabel yang sesuai dengan semangat Pancasila. Dari stigma sosial hingga kurangnya aksesibilitas fisik dan pendidikan, masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

 

Pemerintah bersama dengan masyarakat sipil, perlu terus bekerja sama untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Diperlukan upaya-upaya konkret seperti pembangunan infrastruktur yang ramah difabel, pelatihan bagi petugas publik untuk meningkatkan kesadaran inklusifitas, dan promosi akan pentingnya mengakomodasi kebutuhan difabel dalam semua aspek kehidupan.

 

Indonesia sebagai negara yang majemuk dan multikultural telah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia terdiri dari lima butir yang masing-masing memiliki makna mendalam dan relevan untuk pembangunan sosial, termasuk inklusi difabel. Dalam konteks inklusi difabel, setiap butir Pancasila memiliki kontribusi penting dalam membentuk masyarakat yang inklusif dan merangkul keberagaman. Di sini akan dijelaskan hubungan antara setiap butir Pancasila dan inklusi difabel di Indonesia.

 

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan pentingnya keberagaman dalam keyakinan dan spiritualitas. Dalam konteks inklusi difabel, prinsip ini mengajarkan untuk menghormati dan mengakomodasi berbagai kepercayaan dan keyakinan spiritual difabel. Program-program inklusi difabel di Indonesia sering mengambil pendekatan yang sensitif terhadap keberagaman ini, memastikan bahwa kepercayaan dan praktik spiritual difabel dihormati dan didukung.

 

  1. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan pentingnya perlakuan yang adil dan manusiawi terhadap semua individu. Dalam konteks difabel, prinsip ini mendorong masyarakat untuk mengakui hak-hak asasi manusia difabel dan memastikan kesetaraan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan. Program inklusi difabel di Indonesia sering kali bertujuan untuk memastikan bahwa difabel tidak mengalami diskriminasi dan mendapatkan perlakuan yang setara dengan individu lainnya.

 

  1. Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesia menekankan pentingnya kesatuan dan solidaritas dalam keberagaman. Dalam konteks inklusi difabel, prinsip ini menekankan pentingnya membangun masyarakat yang bersatu, di mana difabel tidak dipandang sebagai “lain” atau “berbeda”, tetapi sebagai bagian integral dari masyarakat. Program-program inklusi difabel di Indonesia sering mengedepankan kerjasama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, LSM, dan masyarakat umum, untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi difabel.

 

  1. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menekankan pentingnya partisipasi aktif semua warga dalam proses pengambilan keputusan. Dalam konteks inklusi difabel, prinsip ini mendorong untuk memastikan bahwa difabel memiliki akses yang setara dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka. Hal ini mencakup partisipasi difabel dalam perumusan kebijakan dan program-program yang memengaruhi kesejahteraan dan hak-hak mereka.

 

  1. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menekankan pentingnya distribusi yang adil dari sumber daya dan kesempatan. Dalam konteks inklusi difabel, prinsip ini mendorong untuk memastikan bahwa difabel memiliki akses yang setara terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, dan infrastruktur lainnya. Program-program inklusi difabel di Indonesia sering kali bertujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antara difabel dan nondifabel.

 

Pancasila sebagai landasan negara Indonesia bukan hanya menjadi simbol persatuan dan keadilan sosial, tetapi juga prinsip inklusivitas yang menyeluruh. Dalam menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam tindakan nyata, pemerintah dan masyarakat harus terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan menghargai kontribusi semua warga negara, termasuk difabel. Setiap butir dalam Pancasila menggambarkan nilai-nilai kemanusiaan dalam segi religiusitas, keadilan yang beradab, persatuan, adanya keterwakilan, dan tentunya keadilan sosial bagi semua tanpa diskriminasi, stigma, segragasi, karena pada dasarnya kita semua setara. Setara di mata Tuhan dan setara dalam semua aspek yang menyangkut nilai-nilai kemanusiaan.

 

Untuk itu, diperlukan keseriusan semua pihak tanpa terkecuali,  dengan menjadikan hari lahir Pancasila sebagai momentum agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya dijadikan sebagai seremonial peringatan belaka tanpa implementasi nyata. Karena dengan menginternalisasi semua nilai-nilai yang  terdapat dalam butir Pancasila, maka suatu saat Indonesia akan menjadi negara yang benar-benar inklusif dan menjunjung tinggi arti kemanusiaan berdasarkan nilai-nilai ketuhanan dan keadilan sosial bagi semua tanpa satu pun yang tertinggal.[]

 

Penulis     : ZAF

Editor       : Ajiwan

 

Referensi :

  1. Bank Dunia. (2018). Inclusive Education in Indonesia.
  2. Dewanto, D. (2019). The Inclusion of Disability Education in Pancasila Education. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Untan.
  3. (2020). Pancasila and Indonesian Symbolism.
  4. International Foundation for Electoral Systems. (2020). Inclusion of Persons with Disabilities in Electoral Processes. IFES.
  5. Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2020). Buku Kumpulan Karya Tulis tentang Penyandang Disabilitas. Kementerian Sosial Republik Indonesia.
  6. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2017). Panduan Hak Asasi Manusia Bagi Difabel. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.
  7. Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Kementerian Hukum dan HAM.
  8. Pemerintah Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Kementerian Hukum dan HAM.
  9. United Nations Development Programme. (2020). Disability Inclusive Development. UNDP Indonesia.

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air