en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Ini Tantangan Autisme di Dunia Kerja

Solidernews.com – Autisme merupakan difabel mental jenis perkembangan (Undang Undang 8, 2016) yang ditandai dengan kesulitan berkomunikasi sosial dan interaksi sosial serta adanya kecederungan suka mengulang ulang sesuatu baik itu dalam bentuk perilaku, minat atau aktifitas (DSM 5 TR, 2023). Kondisi yang dimiliki individu dengan autisme terkadang menghambat beberapa aspek kehidupan individu tersebut termasuk dalam hal ini tantangan kerja dan mencari pekerjaan yang cocok. Oleh karena itu untuk tulisan yang berikutnya penulis akan menjabarkan tantangan terlebih dahulu kemudian solusi berupa pekerjaan yang cenderung lebih cocok untuk individu dengan autisme.

 

Tantangan yang dialami autistik saat mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan

Individu dengan autisme banyak yang kesulitan dalam dunia kerja. Kesulitan kerja ini meningkat untuk individu dengan autisme yang berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah, atau/dan individu yang berasal dari kalangan minoritas (Eileinberg dkk, 2019).  Tantangan tersebut berlangsung cukup konsisten sepanjang waktu (Burgess & Cimera, 2014). Diantara orang dengan autisme yang pada akhirnya mendapatkan pekerjaan, banyak diantara mereka yang ditempatkan pada tempat yang bahkan tidak sesuai dengan latar belakang Pendidikan mereka dan mendapatkan bayaran yang lebih rendah daripada rekan kerjanya yang nonautistik (Coleman & Adam, 2018).

 

Tantangannya tidak hanya berhenti sampai mendapatkan pekerjaan saja. Individu autistik juga banyak yang dilaporkan sulit mempertahankan pekerjaan yang sudah didapatkannya (Chan dkk, 2018). Walaupun banyak pekerjaan yang menjanjikan mulai banyak bermunculan (Remington & Pellicano, 2019), namun jumlah pekerjaan yang layak tersebut masih sangat terbatas jumlahnya (misalnya IT dan keuangan) yang tidak semua individu dengan autisme memiliki minat dibidang tersebut (Bernick, 2021).

 

Pada 2 paragraf sebelumnya sudah dijelaskan bahwa individu autistic menghadapi tantangan yaitu kesulitan mendapatkan dan mempertahankan pekerjaannya (Fernandes dkk, 2021). Ada beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa hal tersebut terjadi. Diantaranya yaitu faktor sosial, fungsi eksekutif, cara memproses indra dengan cara yang berbeda, perbedaan kondisi Kesehatan mental, ketidakpahaman orang lain terhadap autisme dan dukungan yang autisme perlukan serta kondisi lingkungan kerja yang kurang bagus berkontribusi terhadap adanya kesenjangan antara potensi kerja  autisme dan realitas hasil hasil pekerjaan yang sering mereka peroleh (Jones dkk, 2021).

 

Contoh nyata kesulitan yang dialami individu autistic adalah pada saat kesulitan bersosialisasi yang dialami oleh individu tersebut muncul, para karyawan akan mengarahkan individu autistic agar memperbaiki karakternya tersebut dibandingkan mencari cara untuk memperbaiki tempat atau lingkungan kerja tersebut agar lebih nyaman bagi individu autistik (Bury dkk, 2021). Karyawan autistic sendiri mungkin juga lebih cenderung mengaitkan tantangan sosial dengan karakteristik internal individu tersebut sendiri yang harus menyesuaikan dengan sistem yang ada dibandingkan masalah sistemik lingkungan berupa dukungan yang kurang, perubahan tak terduga dan distraksi sosial yang sering terjadi di dunia kerja. Hal hal tersebut dapat mengganggu Kesehatan mental bagi individu autistic tersebut (Wood & Happe, 2021). Ditambah lagi, dukungan yang diberikan kantor kepada karyawan autistic adalah dukungan yang memiliki pendekatan medis yaitu mengurangi kemunculan gejala autistic pada individu tersebut (memberi obat stimulant methylphenidate misalnya untuk membuatnya terlihat lebih fokus) dibandingkan agar kebutuhannya sebagai individu autistic dapat difasilitasi dengan baik di tempat yang tepat (misalnya adanya quiet room atau alat sebagai wadah untuk stimming) (Scott dkk, 2019).

 

Kecenderungan ini membuat orang lain yang non autistik buta dengan kenyataan bahwa kondisi tempat kerja perlu diperbaiki agar dapat meningkatkan kinerja individu autistic menjadi lebih baik lagi (Dreaver dkk, 2020).

 

Masih ada banyak tantangan yang dihadapi individu autistic, baik itu dalam hal mencari pekerjaan maupun dalam hal mempertahankan pekerjaannya. Individu autistic yang sudah bekerjapun masih banyak yang diupah lebih kecil dibandingkan kolega koleganya yang nondifabel. Ditambah lagi minimnya dukungan dari kantor terkait aksesibilitas dan akomodasi di kantor. Seandainya ada dukungan dari kantor, dukungan tersebut masih sangat berbasis pendekatan medis dimana individu autistic diminta untuk mengurangi munculnya gejala di kantor selama jam kerja berlangsung dibandingkan memfasilitasi gejala gejala autisme tersebut agar individu autistic tersebut kebutuhannya dipenuhi sehingga bekerja lebih maksimal. Minimnya dukungan atau adanya dukungan dalam bentuk yang tidak tepat dapat memperburuk Kesehatan mental individu autistic.[]

 

Penulis: Rahmat  Fahri Naim

Editor        : Ajiwan Arief

 

 

Biodata penulis

Rahmat Fahri Naim merupakan individu dengan difabel ganda. Pertama ia memiliki kondisi spektrum autisme. Kedua, ia memiliki kondisi narkolepsi, kondisi yang masuk dalam kategori gangguan langka atau rare disorder. Saat ini tergabung di Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel Indonesia. Ia memiliki minat untuk mendalami isu isu Invisible Difability atau yang dalam Bahasa Indonesianya disebut difabel tak kasat mata. Penulis bisa dihubungi melalui akun r_fahri_n yaitu id instagramnya.

 

Daftar Pustaka

Bernick, M. (2021). The State of Autism Employment in 2021, Forbes. Available online at: https://www.forbes.com/sites/michaelbernick/2021/01/12/the-stateof-autism-employment-in-2021/?sh=70f9fda359a4 (accessed January 12, 2021)

Burgess, S., and Cimera, R. E. (2014). Employment outcomes of transition-aged adults with autism spectrum disorders: A state of the states report. Am. J. Intellect. Dev. Disabil. 119, 64–83. doi: 10.1352/1944-7558-119.1.64

Bury, S. M., Flower, R. L., Zulla, R., Nicholas, D. B., and Hedley, D. (2021). Workplace Social Challenges Experienced by Employees on the Autism Spectrum: An International Exploratory Study Examining Employee and Supervisor Perspectives. J. Autism Dev. Disord. 51, 1614–1627. doi: 10.1007/ s10803-020-04662-6

Chan, W., Smith, L. E., Hong, J., Greenberg, J. S., Lounds Taylor, J., and Mailick, M. R. (2018). Factors associated with sustained community employment among adults with autism and co-occurring intellectual disability. Autism 22, 794–803. doi: 10.1177/1362361317703760

Cheriyan C, Shevchuk-Hill S, Riccio A, Vincent J, Kapp SK, Cage E, Dwyer P, Kofner B, Attwood H and Gillespie-Lynch K (2021) Exploring the Career Motivations, Strengths, and Challenges of Autistic and Non-autistic University Students: Insights From a Participatory Study. Front. Psychol. 12:719827. doi: 10.3389/fpsyg.2021.719827

Coleman, D. M., and Adams, J. B. (2018). Survey of vocational experiences of adults with autism spectrum disorders, and recommendations on improving their employment. J. Vocational Rehabil. 49, 67–78. doi: 10.3233/JVR-180955

Dreaver, J., Thompson, C., Girdler, S., Adolfsson, M., Black, M. H., and Falkmer, M. (2020). Success factors enabling employment for adults on the autism spectrum from employers’ perspective. J. Autism Dev. Disord. 50, 1657–1667. doi: 10.1007/s10803-019-03923-3

Eilenberg, J. S., Paff, M., Harrison, A. J., and Long, K. A. (2019). Disparities based on race, ethnicity, and socioeconomic status over the transition to adulthood among adolescents and young adults on the autism spectrum: a systematic review. Curr. Psychiatry Rep. 21, 1–16. doi: 10.1007/s11920-019-1016-1

Fernandes, P., Haley, M., Eagan, K., Shattuck, P. T., and Kuo, A. A. (2021). Health needs and college readiness in autistic students: The Freshman Survey results. J. Autism Dev. Disord. 2021, 1–8. doi: 10.1007/s10803-020-04814-8

Jones, S. C., Gordon, C. S., Akram, M., Murphy, N., and Sharkie, F. (2021). Inclusion, exclusion and isolation of autistic people: Community attitudes and autistic people’s experiences. J. Autism Dev. Disord. 2021, 1–12. doi: 10.1007/ s10803-021-04998-7

Scott, M., Milbourn, B., Falkmer, M., Black, M., Bölte, S., Halladay, A., et al. (2019). Factors impacting employment for people with autism spectrum disorder: A scoping review. Autism 23, 869–901. doi: 10.1177/136236131878 7789

Wood, R., and Happé, F. (2021). What are the views and experiences of autistic teachers? Findings from an online survey in the UK. Disabil. Soc. 2021, 1–26. doi: 10.1080/09687599.2021.1916888

 

 

 

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air