Views: 4
Solidernews.com – Pada Rabu, 9 Juni 2025 BPJS Kesehatan Cabang Makassar menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan jaminan layanan kesehatan yang menyoroti pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Bertempat di Mall Pelayanan Publik kota Makassar, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait manfaat dan prosedur kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya bagi kelompok rentan. Dalam kesempatan tersebut turut hadir sepuluh tamu undangan perwakilan organisasi difabel kota Makassar.
“Kegiatan ini sangat bagus bagi kita semua. Cuma ke depannya, mungkin bisa dipikirkan untuk akses bagi seluruh ragam difabel,” ujar Rahmat, perwakilan dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia.
Hal itu disampaikannya setelah mengetahui bahwa dalam kesempatan tersebut, pihak penyelenggara tidak menyediakan akses juru bahasa isyarat. Dua perwakilan organisasi difabel Tuli, terpaksa harus mengikuti kegiatan hanya dengan bantuan dari tamu undangan lain.
Minyoman Anna Martanti, perwakilan Persatuan Orang Tua Autistik Makassar juga menyampaikan kekhawatirannya terkait keterbatasan layanan terapi yang ditanggung BPJS Kesehatan.
“Anak-anak kami membutuhkan banyak jenis terapi, seperti terapi wicara. Namun, saat ini, di beberapa rumah sakit, hanya anak di bawah usia tujuh tahun yang di-cover BPJS,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar menjelaskan bahwa pembiayaan layanan terapi tergantung pada rekomendasi medis dari dokter spesialis. Ia menyebut bahwa BPJS akan menanggung layanan terapi apabila telah direkomendasikan secara medis, sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku. Mengenai penyediaan terapi bagi anak dengan autistik, menurutnya, bergantung pada rekomendasi Persatuan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (Perdosri) dan organisasi difabel diarahkan untuk langsung berkoordinasi dengan Perdosri.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi BPJS untuk memperluas literasi peserta terhadap layanan yang tersedia serta prosedur administrasi yang harus ditempuh, juga memperkuat komitmen institusi terhadap layanan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan kelompok difabel.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS juga memperkenalkan aplikasi Mobile JKN sebagai inovasi digital yang memudahkan peserta dalam mengakses informasi kepesertaan, riwayat layanan, dan fitur administratif lainnya. Disampaikan bahwa apabila aplikasi yang telah disediakan ini dapat digunakan dengan baik oleh para peserta BPJS dan dijalankan dengan serius oleh layanan kesehatan, maka itu akan otomatis mempermudah akses difabel untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Sosialisasi yang dilakukan oleh BPJS cabang Makassar ini, bukan hanya menyoroti masalah tidak meratanya informasi bagi kelompok rentan, tetapi juga menjadi ajang pertukaran pikiran dan gagasan baru demi terciptanya pemberian layanan kesehatan yang lebih akomodatif bagi masyarakat difabel. Dengan melibatkan organisasi difabel dalam kegiatan-kegiatannya, BPJS bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berusaha untuk sedikit demi sedikit menambal kekurangan dan memperbaiki layanan mereka.[]
Reporter: Nabila
Editor : Ajiwan




