Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Forum Disabilitas Tangguh Bencana Bantu Air Bersih di Gunungkidul

Solidernews.com, Gunungkidul –  Air memberi banyak manfaat bagi kehidupan. Manusia, hewan, dan tumbuhan, semua memerlukan air sebagai sumber kehidupan untuk bertahan demi menjaga keberlangsungan hidup. Namun kemarau yang panjang memberi dampak kekeringan bagi hampir seluruh wilayah kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Karenanya Forum Disabilitas Tangguh Bencana atau FDTB Gunungkidul kembali mengadakan aksi nyata melalui bakti sosial dengan kegiatan penyaluran donasi air bersih bagi beberapa wilayah yang terdampak kekeringan. Target sasaran adalah masyarakat umum, namun lebih utama diberikan pada kelompok rentan.

“Karena selama ini difabel dinilai sebagai orang yang tidak berdaya, maka bagaimana kalau kawan-kawan difabel ini punya rasa empati atas penderitaan yang dirasakan saudara-saudara nondifabel, sehingga kita bisa memiliki nilai lebih di mata masyarakat.” Hardiyo, selaku ketua FDTB mengungkapkan alasan setelah dropping air bersih selesai disalurkan.

 

Kali ini bantuan diserahkan pada wilayah Dusun Mengger Rt 01 dan Rt 08 Rw 02, kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Penyaluran bantuan air bersih dilakukan dengan cara pengisian tandon-tandon air dan sumur yang dimiliki warga dan bisa diakses secara bersama.

“Jadi tidak semata-mata difabel hanya bisa menerima bantuan, tapi juga bisa memberi, berbagi dan peduli. Oh, ternyata kita ini bisa berbagi.” Demikian Hardiyo melanjutkan.

 

Tidak bisa menargetkan berapa tangki air yang bisa disalurkan, Hardiyo hanya berupaya memastikan berapa jumlah armada yang akan melakukan penyaluran air bersih mengingat keterbatasan mobil tangki yang ada.

“Sampai saat ini kita belum bisa bilang berapa jumlah tangki yang akan kita salurkan, karena masih ada kemungkinan permintaan dropping air meningkat mengingat masih banyak permintaan yang masuk, sementara armada yang ada sangat terbatas. Tidak perlu surat formil. Langsung saja hubungi FDTB, maka bantuan air bersih akan kita salurkan sehingga pemanfaatannya lebih optimal.” Lanjut pria yang juga mengetuai Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera, Gunungkidul.

 

Dwi Sari Wahyuni, salah satu perwakilan difabel yang menerima bantuan air menyatakan rasa syukurnya karena pengadaan dropping air.

“Yang pasti kita berterimakasih sekali pada donatur yang telah memberi bantuan air bersih. Ini membuat kami senang sekali karena dampak kemarau tahun ini sangat terasa. Kami sangat kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.”

 

Menutup perbincangan, Hardiyo berharap agar kondisi kekeringan ini tidak akan berulang tiap tahunnya, mengingat Gunungkidul, Nglipar, khususnya punya sumber daya air walaupun dari sungai.

“Harapan ke depan adalah bagaimana air sungai bisa kita manfaatkan untuk kita olah dan salurkan pada masyarakat, sehingga isu kekeringan dan kekurangan air bersih tidak akan terulang setiap tahunnya. Misalkan kita dropping air 10.000 tangki, maka yang 5000 tangki bisa kita ambilkan dari air sungai yang telah kita olah dengan membuat dam kecil-kecilan agar masalah air bisa kita atasi. Belum lagi pemanfaatan air sungai bawah tanah yang belum optimal kita manfaatkan.” Demikian Hardiyo menuturkan.[]

 

Reporter: Yanti

Editor       : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air