Views: 4
Solidernews.com –Sebanyak 70-an anak difabel bersama orangtuanya yang bergabung dalam Forum Orangtua Anak Disabilitas (Fortunas) Kecamatan Laweyan memperingari Hari Difabel Internasional (HDI) di Solo Car Free Day (CFD), Minggu (7/12). Kegiatan yang didukung oleh kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jateng 2 tersebut menjadi momentum bagi anak-anak difabel untuk memanfaatkan ruang ekspresi. Selain panggung seni, terdapat pula tempat pamer karya lukisan, ketangkasan permainan, dan lapak Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) orangtua.
Muhammad Wira Adibrata, Kepala Wilayah BEI Jateng 2 dan Madiun Raya dalam sambutannya di depan para orangtua dan masyarakat menyampaikan apresiasi kepada orang tua anak-anak difabel dan juga guru dari beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang hadir di CFD. Wira juga mengajak warga masyarakat yang mengakses CFD untuk bersama-sama memberikan ruang seluasnya serta mengapresiasi para difabel dalam menyalurkan kreativitasnya serta mendukung hak dan kesejahteraannya.“Ayo, Bapak dan Ibu ini ada kaos hasil dari lukisan anak-anak kita. Bisa dibeli dan bisa pesan juga untuk kebutuhan event, kantor dan lain-lain,” katanya mempromosikan.
Sebelumnya, BEI Jateng 2 telah mengumpulkan orangtua dari anak-anak difabel untuk diberikan edukasi dan literasi mengenai pengelolaan keuangan. BEI juga memberikan tabungan investasi berupa Rekening Dana Nasabah (RDN) senilai masing-masing Rp100.000 bagi orang tua anak-anak tersebut . “Literasi kita berikan kepada siapapun termasuk Fortunas,” ungkap Wira. Harapannya para orangtua semakin bijak dalam pengelolaan keuangan, dengan melakukan investasi sedikit demi sedikit untuk kebutuhan anak-anak di masa yang akan datang. “Komitmen kami akan terus memberikan pembinaan berkelanjutan untuk Bapak Ibu Fortunas ini,” sambungnya.
Pada HDI kali ini, ucapan terima kasih juga diberikan kepada banyak pihak yang telah mendukung kegiatan seperti Dinas Perhubungan Kota Surakarta, RS. Panti Waluyo, Yayasan Koinku, PT Bhatara Cipta Nawasena dan warga CFD yang turut meramaikan dan memberikan dukungan untuk ikut serta dalam memeriahkan kegiatan tersebut.
Solidernews.com menemui Mia, ketua Fortunas yang menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa berkegiatan sendiri tanpa dukungan dari beberapa pihak karena di zaman ini, adalah waktunya untuk kolaborasi dan elaborasi sehingga tercipta sinergitas. Hal yang sama juga dikatakan oleh Nur, ibu dari salah seorang anak difabel, bahwa dengan berkegiatan di ranah publik, menciptakan kepercayaan diri anaknya. “Di sekolah sudah capek dengan pelajaran dan rutinitas, jadi ketika ikut berkegiatan seni di sini, dengan dibukanya ruang kreativitas, anak saya bisa mengeksplorasi diri, ” ujarnya sambil mengantarkan anaknya sampai di dekat area panggung seni.[]
Reporter : Astuti
Editor : Ajiwan







