Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

DFAT, OPD Kabupaten Situbondo dan KDD melakukan foto bersama di ruang sekretariat KDD Trebungan

Evaluasi Program INKLUSI di Desa Trebungan, Situbondo

Solidernews.com – Pada hari Selasa, 4 Juni 2024, Desa Trebungan, Situbondo menjadi saksi dari evaluasi penting yang diadakan oleh Program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI).

 

Evaluasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan tinjauan tengah semester (MTR) yang dilakukan oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) terhadap semua mitra Program INKLUSI, salah satunya SIGAB Indonesia. Berbagai pihak turut hadir dalam kegiatan ini, diantaranya ada DFAT, Sekretariat INKLUSI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Desa, SIGAB Indonesia, Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS), dan Kelompok Difabel Desa (KDD).

 

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengevaluasi arah program INKLUSI di masa mendatang, dengan memberikan fokus terhadap aspek pemberdayaan masyarakat, kesetaraan Gender, Difabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI).

 

Dalam sambutannya, Noer Hasan selaku Kepala Desa Trebungan menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap Luluk Ariyanti dan SIGAB Indonesia yang telah memelopori pemerintah desa juga masyarakat untuk menghargai satu sama lain, terutama teman-teman dari KDD. Hasan juga menekankan bahwa dengan adanya KDD, kesadaran akan konsep desa inklusif semakin meningkat di tengah masyarakat.

 

Luluk Ariyanti, Direktur PPDiS, menjelaskan bahwa “Pada Program SOLIDER-INKLUSI memiliki empat fokus prioritas untuk menciptakan inklusifitas, yaitu meningkatkan akses pelayanan dasar, perlindungan dari kekerasan, pertahanan ekonomi dan penghidupan, serta partisipasi yang inklusif dalam pembangunan” jelas Luluk.

 

Luluk juga menambahkan bahwa Desa Trebungan telah melaksanakan empat fokus prioritas tersebut dengan baik, dengan partisipasi aktif teman-teman difabel dalam berbagai kegiatan, termasuk musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Kegiatan tersebut ditutup dengan diskusi panel yang membagi peserta menjadi dua kelompok, yaitu kelompok KDD dan kelompok OPD, kemudian dilanjutkan untuk melakukan evaluasi program paruh waktu.[]

 

Penulis: Indri K

Editor    : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air