Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Empat Difabel Perupa pada Festival Seni Kontemporer ARTJOG 2024

Solidernews.com, Yogyakarta. FESTIVAL seni kontemporer ARTJOG, kembali akan dihelat. Sebagaimana penyelenggaraan sebelumnya, pameran semasa tahun ini, menempati Jogja National Musem (JNM) Yogyakarta sebagai venue. Helatan festival seni berskala internasional itu, akan dilangsungkan selama lebih dua bulan (28 Juni – 1 September 2024).

 

Menampilkan karya-karya 48 seniman dewasa individu maupun kelompok dari dalam dan luar negeri (30 seniman undangan dan 18 seniman panggilan terbuka), serta 36 seniman anak dan remaja yang lolos seleksi. Dengan mengusung tema Motif: Ramalan. Sebuah tema yang berangkat untuk membedah batasan waktu, ruang, serta hubungan keduanya dalam memahami sebuah peristiwa.

 

Memberi kesempatan kepada para difabel terlibat, sudah dilakukan ARTJOG, sejak dua tahun lalu penyelenggaraannya. Apakah sebagai peserta pameran (exhibition), dalam tur pameran (exhibition tour), maupun pertunjukkan. Pun demikian dalam seleksi karya. Memposisikan difabel perupa sebagaimana perupa lainnya, dilakukan. Teknik ini, berhasil menyingkirkan belas kasih (charity), sekaligus menumbukan kebanggaan (pride).

 

Penilaian pada karya

Kepada solidernews.com kurator ARTJOG Bambang Toko menyampaikan, bahwa seleksi karya dilakukan dengan open call dan undangan. Sebanyak 287 peserta open call dengan 774 judul karya masuk pada panitia. Alhasil, terpilih 18 peserta 27 judul karya. Empat di antara para peserta terpilih tersebut, adalah difabel perupa. Mereka di antaranya, Darren Chandra, Muhammad Praditya Zein, Rayaka Agshtya dan Mishka Fathina Dewanto.

 

“Yang dinilai adalah karyanya, bukan siapa yang berkarya. Karya keempat difabel perupa itu dipilih, karena karya mereka memang layak difestivalkan. Semuanya karya lukis. Semuanya diinstal sedemikain rupa, sebagaimana karya-karya para lainnya,” ujar Bambang Toko.

 

Sebagai upaya untuk mendorong dan memperluas kesadaran mengenai kesetaraan, tahun ini ARTJOG meluncurkan program baru bersama Pusat Layanan Disabilitas (PLD) bertajuk Love ARTJOG. Simbol LOVE dalam jari bahasa isyarat, akan menjadi logo festival seni yang ketujuh belas tahun ini. Memaknai semangat yang tidak hanya terbatas pada akses pelayanan dan fasilitas semata. Melainkan, pelibatan difabel dalam beberapa program. Di antaranya keterlibatan difabel perupa dalam pameran, tur pameran dan pertunjukkan.

 

Selama penyelenggaraan, ARTJOG 2024 – Motif: Ramalan akan menghadirkan program-program pendukung, yaitu Young Artist Award, ARTJOG Kids, performa•ARTJOG, Exhibition Tour, Meet the Artist, Artcare, dan Jogja Art Weeks. Program Merchandise Project tahun ini menawarkan kolaborasi baru bersama ONXIDEA Studio, KICKYOURBUTT Project, Blasu Studio, dan Sweda.co.

 

Sebagai kelanjutan seri Motif pada tahun sebelumnya, tema Motif: Ramalan ini dirancang oleh tim kurator ARTJOG dan kurator tamu Hendro Wiyanto (penulis dan kurator asal Jakarta), untuk mengajak seniman menelusuri sejarah masa lalu dan kemungkinan peristiwa masa depan.

 

Secara khusus ARTJOG mengundang Agus Suwage dan Titarubi sebagai seniman komisi untuk merespon dan menerjemahkan tema yang diangkat, dan ditampilkan pada fasad ARTJOG.

 

Selain itu, ARTJOG juga mengundang penari Rianto dan musisi Risky Summerbee & The Honeythief beserta 57 seniman penampil lainnya untuk mempresentasikan gagasan dan ide kekaryaan dalam program performa•ARTJOG x Bakti Budaya Djarum Foundation.

 

Tiket masuk ARTJOG bisa didapatkan melalui website dan loket di lokasi dengan harga Rp75.000,00 (dewasa) dan Rp50.000,00 (anak 6-15 tahun). Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial dan website www.artjog.id.[]

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor      : Ajiwan

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air