Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Tri nur subhi posisi di tengah sebagai narasumber difabel muda. kanan moderator, kiri narasumber anak muda

Difabel Muda Suarakan Hak atas Pangan dan Gizi Inklusif di Bandung

Views: 28

Solidernews.com, Bandung – Konsorsium Koalisi Pangan dan Jaringan Anak Muda (KOPAJA)   menyelenggarakan kegiatan Gelar Wicara: Hak atas Pangan dan Gizi pada Senin (25/8/2025) di Pendopo Kota Bandung, Jl. Dalem Kaum No. 6. Acara yang berlangsung pukul 14.00–15.30 WIB ini menghadirkan partisipasi Anak muda , difabel muda, pemerintah, serta komunitas difabel untuk membahas akses pangan yang setara bagi semua kalangan.

Salah satu narasumber difabel usia muda  Tri Nur Subhi, Difabel low vision menegaskan bahwa pangan dan gizi merupakan hak mendasar yang wajib dipenuhi, termasuk bagi difabel. “Hak atas gizi bukan sekadar kebutuhan biologis, tapi syarat agar kami bisa produktif, kreatif, dan menjalani kehidupan setara dengan yang lain,” ujar Tri Nur Subhi ditemui solider.

Dengan perkembangan era digital membantu mengurangi hambatan informasi terkait makanan bergizi, membantu membuka akses yang lebih luas. “Sekarang informasi gizi lebih terbuka. Kami bisa belajar memilih makanan sesuai pedoman gizi seimbang, termasuk pengaturan gula, garam, dan lemak. Namun, kebutuhan tiap difabel berbeda-beda: ada yang harus makanan lembut, rendah gula, atau bertekstur tertentu. Semua ini harus disesuaikan agar menunjang kualitas hidup,” tambahnya.

Tri Nur Subhi juga berbagi pengalaman sebagai fasilitator muda difabel bukan hal mudah kerap menghadapi tantangan sebagai satu-satunya fasilitator difabel, dengan kerja tim menjadi kunci keberhasilan. Salah satu program yang ia jalankan adalah sosialisasi pola makan sehat  di SLB Sukapura, Bandung. “Kami sampaikan pedoman gizi seimbang dan menindaklanjuti dengan memantau perubahan pola makan anak-anak difabel selama satu minggu. Hasilnya cukup positif,” ungkapnya.

Di penghujung acara, Tri sapaan akrabnya mengajak seluruh peserta yang hadir secara inklusif tersebut untuk ikut serta dalam menggaungkan pentingnya gizi. “Makanan bukan hanya mengenyangkan, tapi harus sehat, bergizi, dan memberi energi untuk kami agar bisa produktif, kreatif, sekaligus menunjang kecerdasan. Hak ini tidak bisa ditawar, harus dipenuhi,” tutupnya.[]

 

Penulis : Zulhamka Julianto Kadir 

Editor     : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content