Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

panggung kecil acara peringatan HUT RI ke-80 (PMTM Sulsel) dengan spanduk merah di latar; seorang pria duduk di depan panggung dan beberapa orang sedang bersiap di sekitar—suasana persiapan/istirahat sebelum atau sesudah penampilan.

Dari Tilawah hingga Lagu: PMTM Sulsel Rayakan 17 Agustus dengan Semangat Persatuan

Views: 55

Solidernews.com –  Persatuan Masyarakat Tunanetra Muslim (PMTM) Sulsel menyelenggarakan rangkaian lomba selama dua hari, 16–17 Agustus 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di Maros Sulawesi Selatan tersebut sebagai bagian dari perayaan  HUT RI ke – 80.

Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah yang dibawakan oleh teman-teman difabel netra. Pada hari itu juga digelar lomba mengaji (surah-surah pendek) serta lomba mengarang—puisi dan pantun—dengan tema kemerdekaan. Seusai pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari M  Sofyan Masse, Ketua PMTM Sulsel.

Dalam sambutannya, Sofyan memberi penghormatan kepada pemerintah setempat, media yang hadir, dan semua peserta. Ia menjelaskan bahwa persiapan acara ini dilakukan jauh-jauh hari dan melibatkan upaya meminta dukungan dari berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Menurutnya, dukungan penuh yang diterima datang dari Pemerintah Kabupaten Maros.

Sofyan mengatakan kegiatan  ini jauh-jauh sebelumnya sudah dipersiapkan, “kami urus di berbagai instansi, pemerintah maupun swasta untuk meminta dukungan, partisipasi. Ya alhamdulillah yang membantu sepenuhnya hanya pemerintah daerah Kabupaten Maros. Oleh karena itu, memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-80, 17 Agustus 2025 ini, merupakan bagian daripada kesetiaan kita semua, kebahagiaan kita semua untuk membantu pembangunan nasional maupun pembangunan daerah yang diprogramkan oleh pemerintah pusat dan daerah dan kami yakin dan percaya tanpa dukungan semua pihak, tanpa partisipasi semua pihak, tentu tidak ada yang bisa terlaksana dengan baik,” papar Sofyan.

Sofyan lalu menambahkan bahwa tujuan lomba—mengaji, mengarang, dan menyanyi—adalah untuk memperkokoh hablum minallah dan hablum minannas, sehingga jalinan hubungan antarwarga dan antaranggota komunitas semakin baik. Ia menutup sambutan dengan harapan agar kegiatan itu menjadi momentum yang mendorong keberhasilan lebih besar di masa depan dan berkontribusi pada upaya menurunkan angka kemiskinan.

Pada 17 Agustus 2025, menjadi penutup dengan lomba menyanyi. Sistem penilaian yang dipakai cukup unik: pemenang ditentukan berdasarkan akumulasi nilai dari ketiga lomba—mengaji, mengarang, dan menyanyi—sehingga peserta yang konsisten di semua cabang berpeluang unggul secara keseluruhan.

Solidernews mewawancarai Qomariah, yang keluar sebagai peserta terbaik kategori perempuan difabel netra. Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur ketika namanya diumumkan sebagai juara umum karena tidak menyangka nilai-nilai akan digabung. Qomariah menyampaikan perasaannya dan harapannya untuk penyelenggaraan mendatang:

“Awalnya, saya tidak menyangka kalau saya yang terbaik. Karena saya kira tidak digabung nilainya karena saya juga sadar akan kemampuan saya. Tapi ternyata semua itu diakumulasi, alhamdulillah jadinya saya yang juara satu.”

Qomariah juga memberikan masukan agar mekanisme lomba diperjelas di masa depan. Menurutnya, sebaiknya setiap cabang memiliki juara sendiri agar peserta yang unggul pada satu bidang tidak dirugikan jika tidak berkompetisi di cabang lain. Ia berharap: “Semoga ke depannya PMTM semakin meningkat lagi dan lomba lebih diperjelas lagi. Tidak lagi diakumulasi nilai lomba-lomba yang ada. Jadi, kalau misal lomba mengaji, itu ada juaranya sendiri. Karena bisa jadi, ada kasihan orang yang mungkin jago mengaji, tapi karena tidak ikut menyanyi, jadinya kurang nilainya dan itu kan bisa bikin teman-teman jadi kecewa,” ungkap Qomariah berharap.

Terlepas dari keterbatasan dan kekurangan teknis, kegiatan ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan oleh siapa saja—termasuk organisasi difabel.[]

 

Reporter: Andi Syam

Editor     : Ajiwan

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content