Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Eifie saat akan berlari

Dari Lintasan Atletik ke Gerbang UGM: Perjalanan Eifie Merajut Asa

Views: 11

Solidernews.com – Melansir dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, Agustus menjadi momentum tiap tahun bagi mahasiswa baru untuk mengikuti orientasi studi dan pengenalan kampus, atau yang akrab disebut Pionir, setidaknya dalam dua tahun ke belakang ini. Di antara ribuan wajah baru yang memadati kampus biru, terselip sebuah kisah tentang resiliensi dan determinasi. Ia adalah Eifie Julian Hikmah, seorang atlet difabel berprestasi jebolan PEPARNAS asal Kediri. Ia membuktikan bahwa kedifabelan tidak memengaruhi jalannya menuju gerbang akademis perguruan tinggi.

Lahir pada 23 Juli 2006, Eifie dianugerahi sebuah nama yang sarat akan makna. Kehadirannya dengan kondisi difabel, yakni tangan kanan yang kurang tumbuh sempurna, pada awalnya sempat menyisakan cemas di benak keluarga. Namun, dukungan yang mengalir deras dari keluarga besar mengubah kekhawatiran itu menjadi penerimaan. Mereka percaya, kehadiran Eifie selayaknya rezeki yang membawa hikmah di bulan Juli. Dari keyakinan itulah, namanya tersemat, Eifie Julian Hikmah.

Tumbuh besar sebagai putri seorang tukang kayu, Eifie tidak pernah membiarkan stigma meredupkan semangatnya. Rasa percaya dirinya justru ditempa sejak dini. Ketika tiba saatnya memasuki jenjang sekolah, sang ibunda, Eny, dihadapkan pada dua pilihan yaitu menyekolahkan Eifie di Sekolah Luar Biasa atau di SD inklusif dekat rumah.

Pilihan kedua diambil, dan ternyata itu adalah keputusan yang tepat. Bukannya terhambat, kondisi fisiknya seolah menjadi pemantik semangat Eifie untuk membuktikan kemampuannya. Ia konsisten meraih peringkat pertama sejak kelas satu hingga enam SD. Prestasi akademis ini menguatkan mentalnya, membuatnya lebih percaya pada kemampuannya sendiri ketimbang mendengarkan perkataan negatif orang lain.

Simak juga ..  Dari Pancasila ke Idul Adha: Langkah Nyata Menuju Indonesia Raya yang Inklusif

Jalan takdirnya di dunia atletik terbentang lewat pertemuan yang tak disangka-sangka dengan Pak Karmani, pelatih pertamanya yang juga seorang penjual es krim keliling. Saat Eifie duduk di kelas 3 SD, Pak Karmani yang rupanya telah memperhatikannya sejak lama, memberanikan diri meminta izin kepada orang tuanya untuk melatih Eifie. Dunia atletik yang semula asing, dengan satu-satunya cabang yang ia tahu hanya lari, perlahan menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya, bahkan saat ia hanya mengenakan sepatu sekolah seadanya untuk berlatih.

Perjuangan nyata dimulai ketika ia akan mengikuti kompetisi pertamanya. Dengan bantuan Rp. 200.000 untuk membeli sepatu paku yang harganya jauh lebih mahal, sang ayah harus berjuang mencari tambahan uang. Pengorbanan itu terbayar lunas. Di Kejuaraan Walikota Cup Surabaya Se-Jawa Timur, Eifie berhasil menyabet juara kedua di nomor lari 200 meter. Sejak saat itu, lintasan lari 100, 200, 400 meter, hingga  lompat jauh dan tolak peluru menjadi arenanya untuk terus mengukir prestasi dari tingkat daerah hingga nasional.

Namun, perjalanan seorang atlet tidak selamanya mulus. Tantangan terberat seringkali datang dari dalam diri. Rasa gugup menjelang lomba hingga kehilangan fokus pernah membuatnya menangis di pinggir lintasan. Ujian terberat datang ketika sang ayah, pahlawan dan pendukung setianya, berpulang sebulan sebelum Pekan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur 2024.

Di tengah mental yang belum pulih, ia sempat goyah dan gagal meraih emas. “Dulu suka marah kalau ayah telat sedikit jemputnya, padahal aku yakin ayah juga capek saat itu. Sekarang aku berpikir, kenapa ayah nggak nunggu sampai aku ada di titik ini,” kenangnya dengan suara bergetar.

Simak juga ..  Membongkar Ableisme, Menuju Inklusi Berbasis HAM

Kehilangan itu menempa Eifie menjadi pribadi yang lebih kuat. Tekad untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sebuah mimpi yang pernah dirajut namun tak tuntas oleh almarhum ayahnya karena kendala biaya, kini hal itu menjadi pemantik semangatnya. Ia ingin menuntaskan mimpi sang ayah dengan mengenyam pendidikan tinggi di kampus terbaik. Di sinilah peran sang ibu sebagai penyeimbang. Nasihat ibunya selalu terngiang, menjadi pegangan hidupnya. “Sekolah nomor satu. Jadilah orang pintar, tapi kalau sudah pintar, ojo minteri uwong (jangan membodohi orang lain),” begitu pesan yang selalu ia ingat.

Impian untuk mengenakan almamater UGM bermula secara tak sengaja dari sebuah video kegiatan mahasiswa baru di media sosial. Sejak saat itu, UGM menjadi tujuannya. Jalan terjal kembali ia hadapi. Gagal di jalur SNBT dan UM UGM CBT sempat membuatnya putus asa. Namun, takdir berkata lain. Melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM), namanya dinyatakan diterima di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Momen itu membuatnya pecah dalam tangis haru dan pelukan erat bersama sang ibu.

Kini, babak baru dalam hidup Eifie telah dimulai. Status sebagai Mahasiswa UGM yang ia raih dengan beasiswa UKT 100% menjadi anugerah yang sangat ia syukuri. Ia bertekad untuk tidak hanya fokus pada kuliah, tetapi juga aktif berorganisasi dan terus berlatih di lintasan atletik. Baginya, ini adalah kesempatan untuk mengoptimalkan setiap peluang demi mengejar mimpi yang lebih tinggi, termasuk bertanding di ajang internasional.

Kisah Eifie adalah cerminan bahwa setiap individu memiliki waktunya sendiri untuk bersinar. Pesannya sederhana namun mendalam bahwa jangan lupakan pendidikan. Sebab itu penting untuk bekal kehidupan. “Kepada anak muda di luar sana, Nggak usah dengerin omongan orang yang menjatuhkan. Semua punya waktunya masing-masing,” pintanya memungkasi.[]

Simak juga ..  Jurnaling sebagai Alat Refleksi dan Strategi Kolektif Difabel untuk Resolusi 2025

 

Reporter: Bima Indra

Editor     : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content