Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Dampak Positif Terapi Seni bagi Individu dengan Autisme

Solidernews.com. ART therapy atau terapi seni. Ialah psikoterapi dengan seni, sebagai media utama. Menurut laman alodokter.com, art therapy sudah sejak lama menjadi cara menenangkan dan meningkatkan kesadaran diri, bagi seseorang yang memiliki tekanan psikologis atau gangguan mental.

 

Terdapat beberapa metode Art therapy. Mulai dari terapi tari, terapi drama, terapi musik, terapi menulis, dan terapi kelompok suportif ekspresif. Teknik yang digunakan dalam art therapy pun beragam, bisa berupa mewarnai, melukis, mencoret-coret abstrak, kolase, fotografi, memahat, atau kerajinan tanah liat.

 

Di Yogyakarta, terapi seni ini telah dipraktikkan oleh Kelompok Perspektif, selama lebih kurang satu dekade. Kelompok yang beranggotakan anak-anak difabel dan orang tuanya ini, menggunakan metode titik dan garis dalam praktiknya. Hasil dari aktivitas terapi seni, berupa karya seni yang sudah dipamerkan sebanyak 9 kali. Baik di tataran lokal Yogyakarta, nasional, maupun internasional.

 

Bagi anak-anak dan orang dewasa dengan autisme, terapi seni bisa menjadi cara yang baik untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan orang lain. Manfaat ini, diceritakan salah seorang anggota Perspektif Yogyakarta, Dyah terhadap anaknya Nadia yang mild autism.

 

“Sebagai remaja dengan gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD), Nadia memiliki hambatan dalam berkomunikasi secara verbal dan sosial. Sering kali, Nadia dianggap tidak memiliki kemampuan bicara, tidak mempunyai kompetensi, dan sebagainya. Anggapan tersebut seringkali menghilangkan kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas artistik. Situasi jumlah siswa di kelas dengan beragam jenis difabilitasnya, menghilangkan peluang. DI Perspektif, Nadia mendapat kesempatan mengekspresikan luapan emosinya. Hal ini sangat membantu dia,” ujar Dyah pada Selasa (18/6/2024).

 

Dilansir dari Verywell Health pada Rabu, 12 Juni 2024. Terapi seni memberikan kesempatan bagi terapis untuk bekerja secara langsung dengan individu yang memiliki autisme. Hal ini sebagai upaya membantu anak-anak dengan autisme mengembangkan berbagai keterampilan. Terapi seni ini dilakukan dengan cara yang lebih nyaman dan efektif, dibandingkan dengan menggunakan bahasa lisan.

 

Ada pun menurut American Art Therapy Association, terapi seni adalah terapi yang menggunakan proses kreatif pembuatan seni untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional individu dari segala usia.

 

Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa proses kreatif yang terlibat dalam ekspresi diri artistik, membantu orang menyelesaikan konflik dan masalah. Mengembangkan keterampilan interpersonal, mengelola perilaku, mengurangi stres, meningkatkan harga diri, dan kesadaran diri, serta mencapai wawasan.

Banyak individu dengan autisme yang berpikir secara visual, sehingga seni memungkinkan mereka menggunakan kemampuannya untuk memproses ingatan, merekam gambar dan informasi visual, serta mengekspresikan ide melalui gambar atau media lainnya.

 

Manfaat bagi autisme

 

Penelitian tentang dampak terapi seni pada orang autis masih terbatas. Sebagian besar terdiri dari studi kasus dan laporan yang menggambarkan manfaat dari program terapi seni.

 

Namun, beberapa makalah yang ditulis dan dipresentasikan mengenai subjek ini menunjukkan bahwa terapi seni dapat memberikan banyak manfaat.

Dalam beberapa kasus, terapi seni telah membuka peluang besar bagi individu autis yang memiliki bakat seni. Di kasus lain, terapi seni telah menciptakan kesempatan unik untuk membangun hubungan pribadi.

 

Manfaat lainnya, antara lain: (1) meningkatkan kemampuan membayangkan dan berpikir secara simbolis; (2) meningkatkan kemampuan mengenali dan merespons kspresi wajah; (3) meningkatkan kemampuan mengelola masalah sensorik (seperti ketidaknyamanan dengan tekstur tertentu); serta (4) meningkatan keterampilan motorik halus.

 

Berbeda dengan kelas seni

 

Terapi seni menjadi media efektif untuk membantu seseorang dengan autisme mengakses dan mengekspresikan emosi mereka. Sebaliknya, kelas seni bertujuan untuk memberikan instruksi tentang cara mencapai efek atau tujuan artistik tertentu, seperti teknik melukis atau menggambar. Meskipun kelas seni bisa bermanfaat bagi individu dengan autisme, karena membantu mereka mengembangkan keterampilan kreatif dan memberikan sarana untuk ekspresi diri, kelas seni tidak bisa menggantikan peran terapi seni. Bagi anak-anak dan orang dewasa dengan autisme, terapi seni bisa menjadi cara yang sangat bagus untuk mengekspresikan diri secara emosional.

 

Landasan penanganan autisme, adalah berbagai terapi yang mengatasi ciri-ciri tertentu. Di antaranya, perilaku berulang, minat obsesif, respons neurodivergen (tidak biasa) terhadap rangsangan sensorik, dan kesulitan dalam interaksi sosial dan komunikasi. Diagnosis dini dan penanganan bagi individu dengan autisme, sangat penting dilakukan sedini mungkin. Semakin dini anak menerima intervensi yang tepat, semakin baik perkembangannya.[]

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor      : Ajiwan Arief

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air