Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Cerita Ikhsanudin Kurniawan; Bangga Bersekolah di MAN 2 Sleman

Solidernews.com – Di tengah hiruk pikuk kota Yogyakarta, Madrasah Aliyah Negeri 2   Sleman perlahan menapaki jalan menuju pendidikan inklusif yang lebih nyata. Sekolah ini sejak beberapa tahun telah konsisten membuka pintu bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk belajar dan berkembang bersama dengan anak-anak lainnya.

 

Salah satu contoh nyata dari upaya MAN 2 Sleman dalam mewujudkan pendidikan inklusif adalah Ikhsanudin Kurniawan. Siswa kelas XI ini merupakan seorang difabel netra yang telah menunjukkan semangat belajar dan pantang menyerah.

“Awalnya, saat saya masuk ke sekolah ini saya merasa kurang percaya diri dan sangat canggung untuk berinteraksi dengan teman-teman maupun Bapak/Ibu guru,” ungkap Iksan saat ditanya tentang perasaannya saat pertama kali masuk MAN 2 Sleman.

 

“Namun, dukungan dari guru, teman-teman, dan orang tua membuat saya semakin termotivasi untuk belajar dan berkembang di sini.”

 

Dukungan tersebut tidak hanya datang dalam bentuk kata-kata, tetapi juga dalam bentuk tindakan nyata. Guru-guru di MAN 2 Sleman menyediakan metode pengajaran yang adaptif atau menyesuaikan dengan kebutuhan siswa-siswi berkebutuhan khusus salah satunya Ikhsan, seperti menyediakan materi dalam berbentuk soff file saat di kelas dan membuatkan media pembelajaran yang dapat membantu ikhsan dalam memahami materi terutama pada mata pelajaran Matematika yang penuh dengan simbol-simbol. Selain itu dukungan dari teman-teman Ikhsan di kelas menjadi salah satu support system tersendiri pada perkembangan Ikhsanudin.

 

“Saya bersyukur bisa bersekolah di MAN 2 Sleman,” ujar Ikhsanudin. “Di sini, saya merasa diterima dan dihargai sebagai individu yang sama dengan anak-anak lainnya, walau memang kadang juga ada yang masih memandang saya dengan remeh terutama saat ada tugas kelompok tetapi itu hak mereka yang terpenting saya tetap fokus untuk mengembangkan diri.”

 

Lebih lanjut Ikhsan juga bercerita bagaimana ia sangat merasa beruntung karena di depan sekolahnya di lewati oleh bus trans Jogja yang membuat dirinya bisa menggunakan transportasi umum yang sangat terjangkau untuk pulang pergi ke sekolah secara mandiri.

“Transportasi umum yang mudah di akses dan sangat terjangkau seperti trans Jogja bagi saya adalah bagian yang sangat penting, karena kalau harus menggunakan driver online akan tidak cukup uang saku saya untuk pulang pergi ke sekolah.” Ujar Ikhsan.

 

Ketersediaan guiding block di sekolah MAN 2 Sleman juga banyak membantunya untuk memberikan petunjuk arah untuk memasuki halaman sekolah dan kelas yang akan ia tuju.

 

“Dari segi sarpras menurut saya MAN 2 Sleman sudah cukup baik hanya saja masih ada beberapa titik yang masih terdapat parit yang belum tertutup trails besi jadi butuh kewaspadaan lebih saat sedang bermobilitas di sekitar titik tersebut. Selebihnya sudah cukup baik namun menurut saya masih perlu penambahan bidang miring untuk mengakomodasi teman-teman yang menggunakan kursi roda khususnya untuk bisa naik ke lantai dua.” sambung Ikhsan Kembali.

 

Upaya MAN 2 Sleman dalam menjalankan pendidikan inklusif masih terus berkembang. Sekolah ini terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas bagi ABK, seperti memastikan sarana prasarana yang memadai untuk mengakomodasi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus yang ada di sekolah MAN 2 Sleman.

“Kami ingin memastikan bahwa semua siswa, termasuk ABK, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Tahun ini sudah terdapat 12 siswa berkebutuhan khusus di sekolah kami diantaranya 8 siswa di  kelas X dan 4 siswa di kelas XI.” ujar Kepala Sekolah MAN 2 Sleman, Edi Triyanto S.Ag S.Pd M.Pd.

 

Sebagai bentuk dukungan kepada terciptanya pendidikan yang inklusif Edi Triyanto juga menambahkan bahwa MAN 2 Sleman berkomitmen untuk terus belajar dan berbenah diri dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua anak.

 

Kisah Ikhsanudin Kurniawan dan MAN 2 Sleman merupakan bukti nyata bahwa pendidikan inklusif bukan hanya sebatas slogan, tetapi dapat diwujudkan dengan tekad dan kerja keras. Diharapkan, sekolah-sekolah lain di Indonesia dapat terinspirasi dan mengikuti jejak MAN 2 Sleman dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua anak.[]

 

Reporter: Harisandy

Editor     : Ajiwan Arief

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air