Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Gambar ini menunjukan sebuah ruangan di mana orang-orangnya dengan perangkat laptopnya yang sedang memperhatikan sebuah pelatihan daring.

Bukan Sekadar Pelatihan: Difabel Tuntut Ruang Setara dalam Dunia Digital

Views: 9

Solidernews.com – Literasi digital bukan lagi soal pilihan, tetapi kebutuhan. Bagi difabel, akses terhadap teknologi menjadi salah satu kunci untuk menghapus ketimpangan yang telah berlangsung lama. Hal tersebut merupakan semangat tersendiri dalam pelatihan TIK nasional yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Paradifa Indonesia.

Program bertajuk Inklusi Digital, Aksesibilitas untuk Disabilitas 2025 ini bukan sekadar ajang pelatihan daring. Ia hadir sebagai bentuk afirmasi terhadap hak difabel atas akses teknologi yang setara dan relevan. Diselenggarakan secara daring dan gratis, pelatihan ini terbuka untuk masyarakat difabel usia 17 hingga 55 tahun dari seluruh Indonesia. Empat bidang pelatihan ditawarkan yaitu Content Creator, Digital Office, Digital Marketing, dan Digital Public Relations, masing-masing tersedia dalam level pengenalan dan pendalaman.

“Dulu saya pikir dunia digital bukan untuk saya. Tapi sekarang saya ingin jadi content creator dan cerita tentang dunia tuli dari sudut pandang saya,” ujar Muhammad Soleh, siswa tuli dari SLB Negeri 1 Badung, Bali. Pengalaman seperti Soleh menjadi gambaran bahwa teknologi bukan hanya soal perangkat, tetapi juga soal ruang ekspresi dan pengakuan. Program ini memberikan peserta keterampilan digital yang relevan dengan dunia kerja dan kewirausahaan. Tapi yang lebih penting, program ini memberikan kesempatan untuk menegaskan keberadaan mereka sebagai warga digital yang setara.

Dengan pengalaman panjang dalam pelatihan inklusif, Yayasan Paradifa memastikan bahwa pelatihan ini tidak hanya ramah bagi difabel secara teknis, tetapi juga inklusif secara nilai dan pendekatan. Para pelatih telah diberi pengetahuan  untuk mengenali kebutuhan sensorik, fisik, maupun kognitif peserta. “Inklusif itu bukan hanya menyediakan JBI atau ramp. Tapi juga bagaimana sistem pelatihan menempatkan peserta sebagai subjek yang setara, bukan objek belas kasihan,” ujar Echi Pramitasari, Ketua Yayasan Paradifa Indonesia.

Sebagai bagian dari pelatihan, BAKTI Komdigi juga menyelenggarakan kompetisi TIK yang terbuka secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, regional, hingga nasional. Setiap provinsi akan mengirimkan dua wakil terbaiknya, dan pemenang nasional akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah serta kesempatan menampilkan karyanya secara luas.

Bagi banyak peserta, kompetisi ini lebih dari sekadar ajang adu keterampilan. “Ini bukan tentang menang. Ini tentang membuktikan bahwa kami bisa bersaing dan berkarya, bukan disingkirkan karena label disabilitas,” kata Gede Pramana Putra, peserta difabel asal Bali yang mengikuti jalur Digital Office.

Program ini juga membuka ruang partisipasi publik. Tidak hanya peserta, masyarakat umum bisa terlibat sebagai pengelola kelas, pelatih, atau relawan juru bahasa isyarat. Langkah ini menjadi cermin dari upaya membangun ekosistem pembelajaran digital yang tidak eksklusif, tapi benar-benar melibatkan semua pihak dalam semangat gotong royong dan kesetaraan.

Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, isu akses teknologi mulai menjadi bagian dari diskursus hak. Program pelatihan seperti ini menjadi bukti bahwa negara mulai mengambil peran dalam memperkecil jurang digital yang selama ini meminggirkan kelompok difabel. Namun bagi banyak aktivis, langkah ini belum cukup. “Kami butuh kontinuitas. Butuh jaminan bahwa pelatihan ini diikuti dengan peluang kerja nyata, bukan berhenti di sertifikat,” ucap Nyoman Bawa, aktivis difabel asal Bali.

Pelatihan TIK akan berlangsung dari 17 Juni hingga 5 Juli 2025. Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui laman inklusidigital.baktikomdigi.id.

 

Reporter : Harisandy

Editor     : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content