Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Bimbingan Teknis Pemantauan Pemilu 2024 Menuju Pemilu yang Aksesibel

Solidernews.com, Yogyakarta – Aksi kolaborasi yang dilakukan oleh PR Yakkum, SIGAB Indonesia dan Formasi Disabilitas dalam rangka pemantauan Pemilu 2024 sudah masuk ke tahap kedua yakni bimbingan teknis bagi pemantau pemilu. Tahap pertama yang telah dilakukan pada bulan sebelumnya yakni survey tentang Persespi Pemilih dalam Pemilu 2024. Lanjutan dari proses aksi kolaborasi ini yakni dengan melaksanakan Bimtek (bimbingan teknis) bagi para pemantau Pemilu 2024 yang terdiri dari jejaring atau mitra dari ketiga lembaga tersebut.

 

Kegiatan bimtek pemantau pemilu diselenggarakan pada hari Rabu, 7 Februari 2024 di hotel Tara Yogyakarta diikuti oleh hampir 200 orang melalui daring dan luring. Dalam sambutannya mewakili panitia, Nur Syarif Ramadhan (Ketua Eksekutif Nasional Formasi Disabilitas) menyampaikan bahwa dari hasil survey pelaksanaan pemilu yang aksesibilitas itu masih terbatas, maka dari itu perlu adanya pemantauan proses kepemiliuan saat ini. Keterlibatan penyelenggaran pemilu masih sangat terbatas, kalau bukan organisasi difabel yang turun tangan akan semakin kurang kontrol dari proses kepemiliuan yang inklusif.

 

Dari hasil survey awal, masih banyak difabel yang belum masuk dalam data pemilih. KPU menyebutkan data difabel hanya sekitar satu juta, padahal data pembanding yang kita punya menyebutkan lebih dari satu juta. Apa yang saat ini dilakukan sebagai bentuk monitoring dari pelaksanaan pemilu. Hasil dari proses pemantauan ini nanti dapat menjadi masukan dan saran untuk meningkatkan proses pemilu ke depan, seperti akomadasi yang layak dengan keragaman pemilih difabel, tersedianya JBI (juru bahasa isyarat) di lokasi yang ada pemilih difabel, memastikan bagi teman difabel dengan keragamannya dapat melakukan pemilu.

 

Pengantar awal disampaikan oleh Dodi Kaliri (SIGAB) dengan mengingatkan apa saja yang perlu disiapkan oleh para pemantau pada saat hari tenang dan hari pelaksanaan. SIGAB, PR Yakkum dan Formasi Disabilitas menetapkan  sejumlah 223 orang yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia sebagai pemantau Pemilu 2024 dan telah terdaftar secara legal di BAWASLU RI. Selain mencoba instrumen sebagai alat pemantau, para peserta diberikan kesempatan untuk uji coba perangkat untuk bisa dilakukan tanggal 14 Februari 2024 mendatang di TPS  (tempat pemungutan suara) masing-masing.[]

 

Reporter: Erfina

Editor     : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air