en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol bagian kanan bawah sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Berkarya di Era Transformasi Digital dengan Berlatih Jadi Content Creator

Solidernews.com, Semarang – Beragam  difabel mengikuti pelatihan content creator yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, jalan Pahlawan no. 24 pada hari Sabtu, 9 Maret 2024.

 

Acara tersebut diselengarakan dari pukul 09.00-12.00 WIB dan diikuti seratus peserta  difabel dari kota Semarang dan sekitarnya

 

Pelatihan ini bertujuan agar  difabel dapat bekerja sebagai content creator di era transformasi digital yang semakin tinggi peminatnya.

 

Selama 3 jam berturut-turut, kegiatan tersebut terdiri dalam beberapa acara.

 

 

 

Acara diawali dengan kata sambutan dari Hidayah Ratna, ketua Yayasan Roemah Difabel Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang telah memperkenankan aula ini untuk pelatihan dan tak lupa, saya selaku ketua Yayasan Roemah Difabel Indonesia, berterimakasih kepada Kemenkominfo, Siberkreasi, PETKI, dan  Paberik Soeara Rakjat yang telah mempercayakan kami sebagai tuan rumah untuk menyelennggarakan acara ini,” katanya.

 

 

 

Selanjutnya, pelatihan dibuka dan diresmikan oleh kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, diwakilkan oleh Isriadi Widodo, AKS., Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial.

“Para pesertanya luar biasa bisa hadir di aula ini untuk mengikuti pelatihan meski kondisi hujan,” katanya dengan kagum.

 

“kreativitas para penggerak pelatihan ini, perlu kami apresiasi atas kompetensi yang diberikan kepada saudara-saudara disabilitas supaya tidak ketinggalan di era digital. Dengan demikian, pelatihan ini dibuka. Semoga pelatihan ini bermanfaat,” tutupnya meresmikan pelatihan itu.

 

 

 

Setelah itu, pelatihan pertama diisi oleh pemateri dari founder Paberik Soeara Rakjat dan Jaringan Box2Box Indonesia, Tio Prasetyo Utomo.

 

Ia menyatakan bahwa untuk menjadi seorang content creator ada empat pilar literasi digital yang harus dikuasai.

  1. Digital skill

Kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan software atau hardware dalam kehidupan digital sehari-hari

  1. Digital safety

Kemampuan individu dalam mengenal, menerapkan, dan meningkatkan perlindungan data pribadi dan keamanan digital.

  1. Digital culture

Kemampuan individu dalam membangun nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

  1. Digital ethics

Kemampuan individu dalam mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain itu, ia menambahkan bahwa content creator harus menentukan strategi pemasaran.

  1. Tentukan target audience

Audience adalah seseorang yang akan tertarik dengan conten-content yang Anda tawarkan

  1. Tentukan channel

Channel adalah media sosial untuk mempromosikan content-conten yang dibuat, seperti TikTok, Instagram, Facebook, Youtube dll.

  1. Tentukan dan buat content kreatif

Content kreatif adalah content-content yang banyak diminati para audience untuk dipromosikan.

  1. Terakhir tentukan monetisasi content

Monetisasi content adalah proses mendapatkan uang dari content yang sudah dibuat.

 

Publik Speaking, Kemampuan Komunikasi yang Harus Dimiliki Content Creator

Setelah itu, pelatihan kedua diisi oleh mentor public speaking difabel dan penyiar radio Imelda FM Semarang, Dodi Susetiadi.

Ia menyatakan bahwa ada tiga hal penting dalam public speaking.

“Ada tiga hal penting dalam public speaking, yaitu komunikasi, etika, dan interaksi,” katanya.

 

Untuk menunjang hal penting itu, ada tiga kemampuan yang harus dimiliki .

  1. Kemampuan mengelola vocal, seperti artikulasi, intonasi, dan tekanan suara.
  2. Kemampuan mengola diri, seperti berani dan percaya diri.
  3. Kemampuan memilih kata-kata untuk berbicara di depan umum.

 

Selama memaparkan materi tersebut, ia mengajak para peserta difabel bagaimana mempraktikan kemampuan public speaking tersebut.

 

Tidak hanya itu, di dalam pelatihan tersebut juga dihadirkan Yeni Endah Kusumaningtyas, seorang difabel fisik yang berhasil menjadi content creator.

 

Ia telah menghasilkan 17 buku antologi dan berhasil memenangkan juara 1 kompetisi content creator tingkat nasional dari KEMENKOMINFO tahun 2022.

 

Bagi dia, untuk menjadi seseorang content creator yang berhasil, harus memiliki sikap disiplin.

“saya selalu punya waktu untuk berlatih menulis setiap hari biasanya setelah solat  ,” ungkapnya.

 

Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta difabel tidak hanya mendapatkan pengetahuan tetapi juga mampu berpenghasilan sebagai content creator di era transformasi digital ini.[]

 

Reporter: Tri Rizki Wahyu Djari

Editor      : Ajiwan Arief

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air