Search
en id

Gunakan fitur ACCESSIBILITY melalui tombol simbol biru bagian kanan agak atas sebagai preferensi untuk kenyamanan Anda.

Beasiswa Afirmasi LPDP 2025: Kiat Sukses Awardee Difabel Melanjutkan Pendidikan Tinggi

Views: 63

Solidernews.com – mengakses pendidikan di jenjang Magister atau Doktor bukan sekadar impian—terlebih bagi teman-teman difabel. Berbagai akses beasiswa telah terbuka, salah satunya  lewat Beasiswa Afirmasi LPDP 2025,

LPDP di bawah Kementerian Keuangan RI membuka jalan bagi difabel untuk melanjutkan studi, mengelola dana abadi demi mencetak pemimpin masa depan yang sejahtera, demokratis, berkeadilan, dan inklusif.

Program ini menanggung biaya penuh dari pendaftaran hingga publikasi jurnal internasional, termasuk tunjangan hidup, riset, hingga pendampingan bagi penerima beasiswa difabel. Pilihan perguruan tinggi bisa satu universitas dengan LoA unconditional, tiga universitas tanpa LoA, atau satu kampus di luar daftar LPDP asalkan ada LoA dan bukti reputasi. Durasi maksimal studi 24 bulan untuk Magister dan 48 bulan untuk Doktor (single/joint degree).

Pendaftaran Batch 1 telah berlangsung pada 17 Januari–17 Februari 2025, seleksi administrasi 18 Februari–6 Maret, pengumuman hasil administrasi 7 Maret, masa sanggah 8–10 Maret, lalu seleksi substansi berlangsung 6 Mei–5 Juni 2025 dengan pengumuman hasil akhir pada 19 Juni 2025.

Seleksi Administrasi merupakan tahap verifikasi kelengkapan dan kesesuaian dokumen pendaftaran—meliputi data diri, ijazah/transkrip nilai, surat keterangan disabilitas, Letter of Acceptance (LoA) Unconditional untuk pendaftar program doktor langsung, serta surat rekomendasi—di mana peserta yang memenuhi seluruh persyaratan administratif akan dinyatakan lolos oleh LPDP. Selanjutnya, Tes Substansi menilai kesiapan akademik, rencana studi, karakter, dan wawasan kebangsaan melalui esai on-the-spot serta wawancara dengan panel ahli (akademisi, praktisi, dan psikolog); untuk jalur afirmasi disabilitas, pendaftar hanya melewati dua tes, yakni administrasi dan substansi tanpa melewati Tes Bakat Skolastik.

Demi memantapkan kesiapan teman-teman difabel yang lolos administrasi dan sedang menghadapi tes substansi  di bulan Mei–Juni nanti, Solidernews.com berbincang dengan dua awardee jalur disabilitas:

Fatimah Az-Zahra,  difabel mental yang kini menyiapkan diri untuk berkuliah Magister Ilmu Biomedis Hewan di IPB setelah lolos Batch 2 LPDP 2024—dihubungi oleh Solidernews melalui WhatsApp pada 3 Mei 2025; dan Akhmad Fauzi Nurulhamzah, difabel fisik pengguna kursi roda, yang sedang menempuh Master of Data Science di Monash University lewat beasiswa LPDP Periode 1 2023—dihubungi pada 4 Mei 2025 juga melalui WhatsApp. Keduanya membagikan cerita tentang perjuangan mereka mearih beasiswa.

“Fatimah Az-Zahra, bisa dipanggil Fatimah. Saya lulus seleksi LPDP tahun 2024 Batch 2 jalur disabilitas mental untuk program Magister Ilmu Biomedis Hewan di IPB, Kak,” ucapnya pada Solidernews di awal perkenalan.

Fatimah membuka obrolan dengan cerita bagaimana ia menata administrasi. “Untuk administrasi, harus detail dan fokus, Kak. Benar-benar pastikan yang diinput sesuai kebutuhan—jangan sampai salah mengisi data, nanti bakal susah kalau harus perbaikan,” ujarnya. Baginya, memastikan semua lampiran lengkap dan data akurat adalah fondasi. Dari pengalaman itu pula, ia belajar pentingnya menyelaraskan substansi dengan administrasi.

“Untuk substansi atau wawancara, banyakkan latihan—bisa latihan dengan awardee yang sudah lolos atau lihat video contoh di YouTube. Karena substansi itu isinya mempresentasikan apa yang diinput waktu administrasi, Kak,” jelas Fatimah penuh semangat.

Di penghujung wawancara, Fatimah menyampaikan pesan hangat bagi difabel pejuang LPDP  lainnya:

“Dalam prosesnya pasti capek dan penuh keraguan, tapi selagi nggak nyerah, insya Allah akan selalu ada jalan. Yakin aja, apa pun yang datang dari Tuhan nggak akan pernah salah alamat, dalam bentuk apa pun itu,” pungkasnya.

Sehari berselang, Solidernews juga menghubungi Akhmad Fauzi Nurulhamzah untuk menggali pengalamannya.

“Nama saya Akhmad Fauzi Nurulhamzah, panggilannya biasanya Fauzi. Saya lulus LPDP Periode 1 2023 dan saat ini berkuliah Master of Data Science di Monash University,” ungkap Fauzi di awal wawancara.

Ia berbagi tips mulai dari administrasi hingga substansi agar teman-teman difabel lain termotivasi. “Untuk substansi, saya biasanya membaca dan memetakan kembali esai serta motivation form yang sudah diisi di pendaftaran administrasi agar jawaban saya konsisten. Kita juga bisa berlatih menjawab dengan mengira pertanyaan substansi di internet atau meminta bantuan serta masukan dari awardee yang sudah dapat beasiswa sebelumnya. Jangan ragu bertanya maupun meminta bantuan. Dan jaga kondisi kesehatan agar saat tes kita dalam kondisi prima,” paparnya.

Di akhir, Fauzi menyampaikan pesan menggugah: “Jangan takut mencoba menggapai pendidikan yang lebih tinggi. Prosesnya mungkin akan panjang dan tidak mulus, tapi dengan tetap berusaha dan mencoba, kita pasti bisa mencapainya. Jangan ragu berkomunikasi dengan kampus impian dan menyampaikan keterbatasan kita. Yakinlah selalu ada orang yang bersedia membantu menjembatani kekurangan kita sehingga kita tetap bisa berkuliah,” ungkap Fauzi meyakinkan.”

Kisah Fatimah dan Fauzi membuktikan bahwa kondisi berbeda dari aspek mental maupun fisik sama sekali tak menghalangi kita untuk bermimpi besar. Pendidikan tinggi membuka pintu ilmu, memperluas wawasan, dan memperkuat jejaring—modal penting untuk memberdayakan diri dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa. Dengan semangat pantang menyerah, difabel  juga bisa melampaui setiap batasan, menorehkan prestasi, dan menginspirasi perubahan positif demi masa depan Indonesia  yang  lebih sejahtera, demokratis,  berkeadilan, dan tentunya inklusif.[]

 

Reporter: Andi Syam

Editor      : Ajiwan

 

Bagikan artikel ini :

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT

berlangganan solidernews.com

Tidak ingin ketinggalan berita atau informasi seputar isu difabel. Ikuti update terkini melalui aplikasi saluran Whatsapp yang anda miliki. 

BERITA :

Berisi tentang informasi terkini, peristiwa, atau aktivitas pergerakan difabel di seluruh penjuru tanah air

Skip to content