Views: 18
Solidernews,- Jakarta. Bimbingan Belajar Lentera Inklusif menggelar Hari Kelulusan 30 penerima beasiswa difabel netra dari berbagai daerah di Indonesia dalam Program Pelatihan Teknologi Aksesibilitas dan Bahasa Inggris Tingkat Dasar Seri 8 Tahun 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 27 Desember 2025. Program ini disponsori penuh oleh Yayasan Lions Indonesia bersama Lions Club Jakarta Monas dalam rangka Hari Difabel Internasional. Pelatihan berlangsung selama satu bulan, mulai 24 November hingga 24 Desember 2025, dengan jadwal pembelajaran tiga kali dalam seminggu.
Pendiri Bimbingan Belajar Lentera Inklusif, Sofyan Sukmana, mengatakan pelatihan Program Office Internet (POI) dan English for Daily Conversation (EFDC) dirancang untuk membekali tunanetra dengan keterampilan yang relevan di era digital.
“Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, serta membuka peluang yang lebih luas dalam pendidikan, pekerjaan, dan interaksi sosial,” ujarnya.
Sofyan juga menjelaskan tantangan pembelajaran daring bagi peserta tunanetra, mulai dari perbedaan literasi digital hingga keterbatasan perangkat dan jaringan internet.
Untuk mengatasi hal tersebut, para pengajar menggunakan metode pembelajaran yang ramah pembaca layar, instruksi yang jelas dan bertahap, serta pendampingan intensif dan rekaman materi agar dapat diakses kembali secara mandiri.
Sekretaris Lions Club Jakarta Monas, Adolf Siregar, menilai program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi peserta.
“Program ini adalah awal dari langkah baru menuju masa depan yang lebih mandiri, percaya diri, dan penuh harapan,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Daerah Zona 4B Distrik 307 A1, Raihan Nazir. Menurutnya, kemampuan komputer dan bahasa Inggris merupakan bekal penting agar difabel netra siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari.
Selama pelatihan, peserta program POI mempelajari Microsoft Word, Excel, PowerPoint, internet, serta pemanfaatan artificial intelligence. Sementara peserta EFDC dibekali materi speaking, listening, grammar, dan vocabulary untuk percakapan sehari-hari.
Salah satu peserta EFDC, Wanda asal Sumatera Selatan, mengaku program ini memberikan dorongan baru dalam belajar bahasa Inggris.
“Saya tidak hanya belajar tata bahasa dan kosakata, tetapi juga menjadi lebih percaya diri dan berani berbicara bahasa Inggris,” ujarnya.
Sementara itu, peserta program POI, Tiara Aufanisa dari Depok, Jawa Barat, mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat di era digital.
“Saya belajar membuat dokumen, mengolah data, menggunakan internet secara efektif, hingga memanfaatkan AI untuk mencari informasi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Lentera Inklusif bersama Lions Indonesia berharap para lulusan dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta membuka peluang yang lebih luas di bidang pendidikan dan pekerjaan.[]
Reporter: Tri Rizki Wahyu Djari







